
Matahari sudah muncul ke permukaan bumi dengan kehangatan nya di pagi hari sembari menyentuh lembut pipi Arini yang membuatnya terbangun. "Hhhuuaaahh astaghfirullah, sudah pagi" Arini spontan kaget karena telah bangun kesiangan, " bang bangun udah pagi, kamu gak kerja?" Arini membangunkan suaminya. " Hmmm gak papa dek, nanti agak siangan aja Abang kerja"
"Ya udah adek mau mandi dulu bang" Tiba-tiba Dul langsung menarik lengan Arini sembari bergelayut manja "Ikut" ucap Dul "Eh kamu, mana bisa ini kan di rumah mamak bang, malu lah udah bangun kesiangan, gak sholat subuh, ini mau mandi bareng pula" jawab Arini. "Ohh iya ya Abang lupa sayang, kalo gak kita pulang gimana, nanti di rumah mandinya?"" " enggak ah bang, adek mau mandi sekarang lagian gak boleh menunda-nunda mandi wajib"
"iya-iya yaudah mandi sana, kalo udah selesai bangunin Abang ya!"" titah Dul.
__ADS_1
yang di balas anggukan oleh Arini.
Selesai mandi Arini membangunkan Dul dan membersihkan tempat tidurnya, "Drrrttttt-drrttt" dering telpon genggam Arini berbunyi, ternyata Adi lah yang menelepon Arini "Adi, syukurlah kalo dia udah bisa nerima keadaan sekarang" ucap Arini lirih sambil mengangkat telepon nya. "Assalamualaikum, Rin apa kabar?" sapa Adi dengan lembut "Walaikum salam, Alhamdulillah baik di, kamu apa kabar?" tanya Arini balik.
" Alhamdulillah aku baik juga Rin, Oh iya aku mau nanya kamu rencananya mau daftar kemana? sekarang udah mulai buka lo pendaftaran kuliahnya" "Oh itu aku masih bingung di, kemaren aku mau coba daftar ke kampus yang ada di Pekanbaru aja biar gak jauh, lagian kamu tau sekarang aku udah nikah, jadi aku ga bisa sesuka aku mengambil keputusan, aku juga harus nanya sama suamiku dulu" " Oh iya maaf Rin aku lupa, yaudah kalo gitu assalamualaikum" belum sempat Arini menjawab salam, Adi sudah terlebih dahulu memutuskan telepon nya.
__ADS_1
"Kamu telponan sama siapa Rin?" tanya Dul, "Ahh.. ini Adi bang, dia nanya aku mau daftar kuliah dimana" jawab Arini sambil menaruh kembali ponselnya. "Jadi kamu jawab apa?" "Arini bilang belum tau, kalau pun daftar adek bakal daftar ke kampus yang ada di Pekanbaru aja" " Hmm nanti kamu masuk ke kampus Abang dulu aja, biar urusan nya Abang yang atur, kamu tinggal masuk aja nanti" "Iya bang" jawab Arini sambil tersenyum, meskipun didalam hatinya ia sangat ingin sekali melanjutkan pendidikan nya ke luar kota bahkan kalau pun bisa ia ingin sekali berkuliah ke luar negeri.
Setelah berbincang-bincang Arini dan Dul pun memutuskan untuk pulang ke rumah mereka.
"Mak, bapak mana?" tanya Arini Kepada ibunya "Bapak di depan baca koran paling, kenapa? kalian mau pulang?" " iya mak, bang Dul mau kerja" " sarapan dulu lah, baru pulang" ajak Nur pada anak dan menantunya itu.
__ADS_1
"Iya mak, biar Dul panggil bapak dulu" dan Arini bersama ibunya menata sarapan diatas meja makan.
Kemudian mereka sarapan bersama. Suasana di meja makan sangat hening yang terdengar hanya suara sendok dan piring yang saling bersautan. "Arini" panggil bapaknya memecahkan suasana hening tersebut "Iya pak" " Maaf bapak tadi tidak sengaja mendengar percakapan kalian, sewaktu bapak ingin mengajak Dul ngopi di teras" Arini memandang ke arah Dul dengan tatapan mata bingung. "Bapak senang kamu masih memiliki semangat untuk belajar, tapi saran bapak coba kamu fikirkan baik-baik, kamu sudah menikah sudah memiliki tanggung jawab pada suamimu, belum lagi nanti Allah memberikan kalian rezeki anak, bapak hanya takut nanti kalian tidak bisa melewati masa-masa itu, karena kamu dan suamimu pasti bakal tinggal terpisah kamu di Pekanbaru dan sementara suamimu bekerja disini"