
**Kini para tamu sudah datang termasuk calon pengantin pria nya. Keadaan saat ini hening dan sakral. Arini sedang di dalam kamarnya bersama Mifta harap-harap cemas karena takut Dul akan sangat gugup mengucapkan ijab Kabul nya. "Beb, aku mau bertanya, tapi jangan marah ya?" tanya Mifta untuk sekedar menghilangkan kecemasan sahabatnya itu "Iya kamu ingin bertanya apa?" "Kamu kenapa tiba-tiba menikah sih? kan kita janji bakal kuliah bareng" kini Mifta lah yang tak bisa membendung air matanya "Beb walaupun aku sudah menikah nanti, aku akan tetap kuliah bersamamu, karena suamiku mengizinkan nya" jawab Arini sambil mengelus pundak sahabatnya itu. "Haaa benarkah?" Mifta menyeka air matanya dan langsung memeluk sahabatnya itu.
#SuasanaDiluar
"Saya terimah nikah dan kawin Arini Sasmitha Binti Rahmat dengan maskawin seperangkat alat sholat di bayar tuuunaii" Entah apa yang membuat Dul sangat lancar mengucapkan ijab Kabul nya dengan satu kali tarikan nafas.
"gimana para saksi sah?" penghulu bertanya
"sah"
__ADS_1
"sah"
"sah" di jawab para tamu undangan.
Lalu Adik perempuan Dul menjemput kakak iparnya itu. "Haii kak, ayo keluar Bang Abdul sudah menunggu" ucapnya sambil tersenyum menggoda
Lalu Mifta menggandeng sahabatnya itu keluar dan pandangan semua tamu tertuju pada 2 wanita cantik itu begitu pun Dul yang tak berkedip melihat istri mungilnya itu karena terlihat 2 x lipat cantiknya. Arini duduk di sebelah suaminya itu dan mencium punggung tangannya dan dengan malu-malu Abdul mencium kening wanita yang sudah sah jadi istrinya.
Saat semua orang sibuk dengan tugasnya masing-masing karena harus mempersiap acara resepsi pernikahan mereka, Dul dan Arini hanya duduk manis dan diam seribu bahasa, karena biar bagaimanapun keduanya sama-sama canggung karena kini mereka sudah menyandang status suami dan istri. Arini yang tak tahan berdiam-diaman lalu berdiri hendak masuk ke kamarnya "Rin, mau kemana?" tanya Dul "mau ke kamar bang" jawab Arini
__ADS_1
"Ah dia terburu-buru sekali ingin ke kamar, apa dia sudah ingin ku makan" gumam Dul sambil senyum-senyum "bang, apa mau ikut Rini masuk?" "Ah bahkan dia sekarang sudah mengajakku" ucap Dul dalam hati karena sudah membayangkan yang tidak-tidak 🤣"Bang apa kamu dengar aku?" tanya Arini sambil menggoyangkan tangannya di depan wajah suaminya itu. "Eh iya ayolah" jawab Dul sambil berdiri mengikuti langkah kecil istrinya itu.
Sesampainya dikamar Arini langsung mengambil baju biasanya karena ia sudah cukup gerah mengenakan baju kebaya pengantin itu. "Bang tutup matamu!" perintah Arini, Dul yang berfikir akan mendapatkan kiss dari istrinya langsung menutup matanya. Dengan cepat Arini mengganti bajunya setelah selesai "Sudah bukalah matamu bang!" "Apa yang sudah bahkan aku tak merasakan apa-apa" gumam Dul heran lalu membuka matanya. Dilihatnya kini istrinya itu sudah memakai baju rumahan biasa "ternyata dia menyuruh ku tutup mata agar bisa mengganti bajunya" ucap Dul dalam hati kecewa karena fikirannya sudah salah.
Pada malam hari nya mereka masih tidur terpisah karena Arini tidur dengan sahabatnya Mifta sedang kan Dul tidur diluar bersama dengan pacar Mifta Frans. dalam hati ia menggerutu "masak pengantin disuruh tidur diluar pada malam pertama nya" melihat ekspresi wajah lelaki di sampingnya itu membuat Frans terkekeh karena ia bisa membaca wajah kekesalannya karena pada malam pertama pengantin harus tidur diluar. "Sudahlah bang tidur, besok kau tak punya energi untuk acara resepsi mu, tenang saja pacarku tak akan mengambil istrimu dia hanya meminjamnya sebentar" kata Frans dengan tawa gelinya. mendengar ucapan fran Dul merasa malu karena ketahuan sedang kesal, " hahahh" Dul hanya tertawa membalas kata-kata Frans dengan terpaksa 😂**
.
.
__ADS_1
.
.