AKU MENCINTAIMU, BIARLAH ALLAH SAJA YANG AKAN MENJAWABNYA

AKU MENCINTAIMU, BIARLAH ALLAH SAJA YANG AKAN MENJAWABNYA
BAB 23


__ADS_3

**Tak terasa besok adalah ijab Kabul nya, Arini pun selama seminggu ini tak diizinkan keluar karena sedang di pingitt😅 ia hanya berinteraksi dengan teman\-teman nya melalui via telepon. Arini tak lupa memberi tahu Mifta sahabat nya dan juga Adi. Pertama kali ia menelpon sahabatnya Mifta Tut..Tut... cukup lama Mifta menjawab telpon Arini "Hallo Assalamu'alaikum beb, gimana kamu lulus SNMPTN nya?" tanya Mifta ia mengira sahabatnya itu menelpon untuk memberi tahu itu. "Walaikumsalam, Alhamdulillah aku lulus beb, kamu lulus juga kan?" tanya Arini " Hmmm aku ga lulus beb hiks..hikss.hikkss" Mifta menangis " Ya sudah kamu kan masih bisa ikut sbmptn beb" Arini mencoba memberikan semangat untuk sahabat nya itu. "Oh iya beb apa kamu masih di Sumbar?" tanya Arini, "Aku sudah pulang beb, ayahku memutuskan untuk membawa kakek ku ke Pekanbaru agar mudah di control" jawab Mifta. "Baguslah, hmm aku ingin mengabarimu sesuatu beb, Aku besok pagi mau menikah kalau kamu ada waktu datanglah!" pinta Arini " Ga lucu tau becandaan nya" Mifta tak percaya, Lalu Arini mem foto surat undangan nya lalu mengirimkannya pada Mifta "kamu serius mau nikah beb?" "Iya makanya aku bilang kalo kamu sempet datanglah besok dan menginaplah disini sampai resepsi ku selesai" "Oke aku pasti datang kok beb" "ya sudah aku tutup ya, mau ngundang temen\-temen yang lain" "okey, assalamu'alaikum" "walaikumsalam" telpon pun terputus.


Arini langsung mencari kontak Adi dan menghubungi nya namun tak di jawab, semenjak Arini mengatakan dirinya akan dilamar Adi memang tak pernah lagi menelpon Arini. "Ah dia kok ga mau menjawab teleponku" gumam Arini, berkali-kali ia menelpon tapi tak ada jawaban, lalu ia mengirim kan pesan "Assalamu'alaikum Di, besok aku akan menikah kalau kamu ada waktu datanglah!" (pesan Arini) dan juga tak lupa mengirimkan surat undangan nya. Dilihatnya Adi sudah membaca pesannya itu tapi tak kunjung membalasnya**.


#*Dikediaman Adi

__ADS_1


"*Arini kenapa kau mau menikah dengan pria lain, kenapa tidak denganku? kalau memang kau menginginkan menikah muda kenapa tidak bilang saja aku pasti akan menikahi mu dan melupakan mimpi-mimpi ku" Kata Adi sambil menangis di dalam kamarnya hatinya terasa sangat sakit melihat surat undangan pernikahan Arini. Namun apalah dayanya kini wanita yang dia sayangi akan menjadi milik orang yang mungkin tak akan pernah lagi bisa ia temui. "Baiklah aku akan datang Arini di acara resepsi mu" gumam Adi dengan suaranya bergetar karena tangisnya.


#TempatArini


Pagi ini Arini sudah terbangun bahkan ia tak bisa tidur karena terus memikirkan pernikahannya hari ini, ceklek (suara pintu terbuka dan tertutup) Dilihatnya seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah mamaknya "Sayang bangunlah, segera lah mandi karena ijab Kabul nya akan dilakukan pagi" suara mamaknya menyuruh Arini bersiap-siap "Iya Mak" Arini beranjak dari tempat tidurnya. Setelah mandi Arini kembali ke kamarnya, ia mengenakan baju kebaya pengantin yang berwarna putih pilihannya bersama Dul calon suaminya. Lalu tukang penata rias pun langsung memoles wajah imut Arini. Pukul 08.00 wib Arini telah siap ia hanya duduk di depan cermin riasnya, ia tak menyangka di usianya yang sangat muda ia berani Melakukan pernikahan.

__ADS_1


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2