
"**Sudahlah, tak usah bertanya seperti itu padaku" dengan nada datarnya "Uhhh sayang maafkan istri mu ini ya" goda Arini sambil membelai wajah Dul dengan lembut. Merekapun melanjutkan membuka kadonya kali ini Arini lah yang mendapatkan kado yang sungguh membuatnya malu dengan hanya membayangkan memakai nya. Ya kado itu adalah lingerie yang tak lain kado dari kakaknya sendiri. Dengan segera Arini langsung menyembunyikan nya dari Dul. Pukul 17.00 wib sudah menunjukkan waktu sore "Rin aku mandi dulu ya" pamit Dul yang di balas anggukan saja oleh istrinya itu. setelah Dul berlalu Arini langsung lari menuju kamarnya untuk menyembunyikan lingerie itu ke dalam lemarinya. Setelah Dul selesai mandi, Arini segera ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya.
__ADS_1
Pada pukul 08.30 Arini dan Dul sedang menonton TV didalam kamarnya, mereka merasa bosan karena acara TV tak ada yang menarik. " Sayang" ucap Dul dengan nada pelan sekali " iya ada apa bang?" tanya Arini "bagaimana kalo kita menonton CD film dewasa yang diberikan temanku itu, aku fikir kado dia tidak terlalu buruk juga sih" ucap Dul cengengesan. Arini yang sudah faham kode keras suaminya, ia pun mengiyakan ajakan Dul. Dul dengan antusias menghidupkan DVD nya dan kini mereka masih menikmati film tersebut karena filmnya memang benar-benar romantis sampai pada satu adegan dimana adegan panas pun terjadi yang membuat Arini merasa malu saat melihat adegan tersebut, keduanya pun kini kikuk karena malu-malu. "Ahhhuaah aku mengantuk bang, aku deluan ya" pamit Rini sambil berjalan menuju tempat tidurnya padahal sebenarnya ia tak benar-benar mengantuk, ia hanya gugup saat menonton film seperti itu, walaupun ia sudah menikah dengan lelaki nya itu.
__ADS_1
Dul hanya diam dan menatap istrinya merebahkan tubuhnya di tempat tidur, tapi Dul tetap melanjutkan nonton nya sendirian. Arini yang sudah diranjang pun kembali menonton karena kebetulan letak TV nya tepat di depan ranjang, sehingga Arini bisa mencuri-curi juga untuk menonton. Sampai pada akhir film adegan intim pun terjadi, dimana memperlihatkan wanita dan pria sedang memadu kasih mereka yaitu bercinta desahan di dalam film membuat hasrat Dul terpanggil. Filmnya pun berakhir ia mematikan TV nya dan berjalan menuju ranjangnya, dilihatnya wajah istrinya itu yang sedang pura-pura tidur. Lalu ia merebahkan tubuhnya disamping Arini sambil memeluk nya. "Aahh sial karena menonton saja aku bisa sangat bergairah seperti ini, tapi mana mungkin aku membangunkan Arini, dia pasti sangat lelah aku tak tega melihatnya semakin lelah karena harus melayani ku." Dul bercakap-cakap sendiri sambil mengelus-elus puncak kepala Arini. Arini yang mendengar keinginan suaminya pun terkejut, ia sebenarnya ingin melakukan tugasnya sebagai istri tapi ia masih takut. Lalu dikumpulkan nya kekuatan agar ia berani melepaskan keperawanan nya malam ini, karena itu memang seharusnya terjadi pada pasangan yang sudah menikah bukan.
__ADS_1
Saat Dul ingin memejamkan matanya tiba-tiba "Bang, apa kamu sudah menginginkan nya?" suara Arini mengagetkan Dul di balik dada bidang nya. Lalu Dul membuka kembali matanya dan mengelus-elus punggung Arini dengan lembut lalu berkata " Semua orang pasti menginginkan nya sayang, karena aku juga lelaki normal aku mempunyai nafsu birahi juga, tapi kalau kamu belum mau dan siap melakukan nya jangan dipaksa, aku bisa mengerti karena usiamu juga masih sangat muda" ucap Dul dengan nada lembutnya**.
__ADS_1