
2 jam perjalanan akhirnya Arini sampai di kampung halamannya, sebelum turun ia tak lupa membayar ongkosnya. Setelah travel itu berlalu, dilihatnya diseberang jalan sudah ada lelaki paruh baya yang tak lain adalah bapaknya yang bernama Rahmat sudah menunggu kedatangan anak gadisnya itu. Begitulah setiap kali Arini pulang menggunakan travel bapaknya selalu siap siaga menjemput Arini di persimpangan antar Desa Lika dan Darusalam. Arini bergegas menyebrang jalan ia sudah tak sabar ingin memeluk lelaki yang sangat ia rindukan itu. "Assalamu'alaikum pak" ucap Arini sembari mencium punggung telapak tangan bapaknya. "Walaikumsalam, Rin" sambil membalas pelukan anak gadisnya. Arini melepaskan pelukannya " Ya udah kita pulang sekarang ya, mamakmu pasti sudah menunggu Rin" kata pak Rahmat kepada Arini yang dibalas dengan anggukan tanda mengiyakan kata sang bapak. Lalu mereka melaju menggunakan sepeda motor berwarna putih.
Perjalanan dari simpang Lika menuju ke rumah Arini memakan waktu sekitar 20 menitan. Sesampainya di rumah Arini langsung mengetuk pintu "Assalamu'alaikum Mak, Arini pulang" ceklek \(suara pintu terbuka\) "Walaikumsalam, wah anak mamak udah sampai" Arini langsung mencium punggung tangan mamaknya dan memeluknya. Mamak Arini bernama Nurbaiyah Marpaung ya mamak Arini memang keturunan Batak dan bapaknya keturunan Jawa Tengah dan hasilnya Arini adalah anak Jabat alias Jawa Batak😂. Meskipun begitu Arini tumbuh menjadi anak yang lemah lembut, meskipun mamaknya memiliki karakter sedikit keras tapi justru itu yang membuat Arini takut dan tak berani membantah apapun kata mamaknya itu. Ditambah lagi Arini memang mewarisi sifat bapaknya yang tidak suka neko\-neko. Arini terbilang anak yang pendiam apalagi dengan orang yang baru ia kenal, tetapi kalau Arini sudah sangat dekat sifat aslinya bisa keluar Arini sangat suka bercerita sampai\-sampai terkadang lawan bicaranya tak ada kesempatan untuk berbicara😆.
Arini masuk ke dalam rumahnya yang sangat sederhana itu, walaupun sederhana tetapi di rumah itulah semua kebahagiaan tercipta saat berkumpul bersama. Arini adalah anak ke\-3 dari 4 bersaudara ia memiliki seorang kakak perempuan yang sudah berkeluarga dan memiliki seorang anak, dan seorang Abang yang kini sedang mengadu nasib di kota metropolitan Jakarta, dan seorang Adik perempuan yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Arini langsung memasuki kamarnya untuk meletakkan ransel beserta laptop yang dibawanya tadi. Arini mendapati Adik perempuan nya yang bernama Hidayanti biasa di panggil Yanti sedang asyik memainkan benda pipih milik mamaknya, orang tua Arini tidak akan memberikan hp sebelum usia adiknya itu benar\-benar cukup besar karena takut akan mempengaruhi kegiatan belajarnya. "Woy dek, kakaknya pulang bukannya di sambut malah asyik main hp" kata Arini sedikit kesal karena adeknya itu sangat cuek atas kedatangannya bahkan saat masuk saja ia tak menoleh ke arah kakaknya itu. "Oh" jawab Yanti begitu singkat membuat Arini semakin gemes melihat adik kesayangannya itu yang sangat dingin.
__ADS_1
Yanti adalah anak yang tidak suka banyak bicara, dan ia juga sedikit tomboy, bahkan untuk pergi ke sekolah saja ia tak mau memakai bedak padahal hanya bedak bayi.
Saat ingin mengganggu adiknya yang sedang asyik bermain tiba-tiba Arini di panggil oleh mamaknya. " Arini" " Iya Mak, ada apa ?" tanya Arini " Ayo makan dulu ajak adikmu juga!" " Iya Mak, siap" sebelum Arini membuka mulutnya untuk mengajak adiknya untuk makan bersama, Yanti sudah lebih dulu keluar kamar meninggalkan Arini. "Dasarrr solohokkk, kelewatan dah, awas aja ntar aku kerjain" tawa Arini sinis lalu berjalan menuju dapur. "emmmm wangi Mak, sambel tempenya" goda Arini "Iya dong, mamak sengaja masak sambel tempe karena kamu kan pulang, lagian kalo ga ada kamu dirumah mamak jarang bahkan ga pernah masak ini karena kan kamu yang paling doyan makan sambel tempe" ucap mamak Arini sambil mencubit hidung pesek anaknya itu, namun walaupun pesek Arini sangat Manis dan tidak membosankan jika dipandang, wajahnya ayu, adem dan putih mulus menambah kecantikannya. Lalu mereka pun menyantap lauk pauk yang sederhana namun terasa begitu nikmat.
Setelah selesai makan Arini langsung mengambil handuk dan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sudah lengket. Sehabis mandi Arini istirahat di kamarnya sambil membolak-balik buku yang ia pelajari karena hari Senin dia akan melaksanakan UN. Arini merasa kantuk lalu tertidur pulas. "Kak -kak bangun udah mau magrib yok siap-siap sholat nanti mamak marah loh" suara Yanti membangunkan Arini dari tidurnya yang ia tak tahu sudah berapa lama ia terlelap. "Hhuaahhh, iya dek" Drett...dreett...dret suara hp Arini berbunyi lalu ia mengambil dan menjawab telpon tanpa melihat nama siapa yang berada di seberang telpon itu. " Assalamu'alaikum, Hallo!!" jawab Arini dengan suara khas serak bangun tidur. " "Walaikumsalam, woy kamu ni udah nyampe belom sih?, dari tadi aku nungguin kabar dari kamu, tapi ga ada juga, kamu lupa udah janji ngasih tahu aku kalo kamu udah sampai bakalan ngabari aku!" Suara Mifta sedikit ngegas karena kesal tidak dikabari oleh Arini. " Oh kamu beb hehehe maap yah, aku lupa beneran, tadi aku udah niat ngabarin kamu tapi hp aku lowbet jadi aku cas dulu dan sekarang kamu udah deluan nelpon aku, maap yah" Arini merasa bersalah pada sahabatnya itu, ia sebenarnya tak ingin membuat sahabatnya khawatir tapi begitulah Arini dia memang memiliki penyakit pelupa🤣 Saking pelupanya Arini selalu mendapat hukuman oleh bapak penjaga pustaka karena sering lupa balikin buku yang di pinjamnya. "Ya udah deh gak papa, yang penting kamu udah Sampek dengan selamat jadi aku sudah lega" jawab Mifta karena ia sudah mengerti bagaimana sahabatnya itu. "makasih beb, hmm ya udah aku tutup dulu ya mau siap-siap sholat jamaah nanti mamakku marah kalo liat aku masih di kamar" " oke kalo gitu Assalamu'alaikum" "Walaikumsalam". sambungan telponnya pun sudah terputus.
__ADS_1
.
.
.
__ADS_1
.
Hay para reader selamat membaca yah, maaf🙏 kalo kata-katanya kurang baik dan acak-acakan ini novel pertama aku, jadi aku harap kalian maklum dan suka ya bacanya, ditunggu kritik dan sarannya😊🥰