
**Beberapa menit kemudian akhirnya Mobil hamzah sudah sampai tepat di depan rumah orang tua Arini. "Ayok mampir dulu bang!" ajak Arini basa\-basi "oh iya" Hamzah pun ikut turun mengikuti Arini dari belakang "tok\-tok\( suara pintu di ketuk\)" "Assalamualaikum mak" "walaikumsalam " ucap seseorang dari dalam Dan membukakan pintu "Loh Kamu ternyata, mamak Kira adekmu" ucap Nur melihat anak perempuan nya yang datang. "Iya, emangnya yanti kemana mak?" balas Arini sambil mencium punggung tangan ibunya itu.
"Katanya tadi kerja kelompok dirumah temannya, Ayok masuk nak, Loh dia siapa nak? Mana suamimu?" "Ah bang Dul..." belum sempat Arini menjawab pertanyaan mamaknya itu tiba-tiba "Assalamualaikum" semua orang yang berada di Sana pun menoleh ke arah suara itu, ternyata Dul. "Iya mak maaf tadi ban motor Dul bocor, jadi kebetulan hamzah lewat jadi aku yang menyuruh hamzah untuk mengantar Arini kesini" ucap Dul berusaha menutupi bahwa sebenarnya Arini sedang marah padanya. Arini yang mendengar jawaban Dul memutar mata malasnya "Ah Arini ke belakang dulu ya" Arini berpamitan ke dapur untuk membuatkan minum. Setelah membuatkan kopi, Arini memilih untuk melaksanakan sholat isya Dan berdiam diri dikamarnya.
__ADS_1
Hamzah pun berpamitan pulang Dan meninggalkan rumah orang tua Arini. Setelah Hamzah pulang Dul menyusul Arini ke kamarnya. Ceklekk (Suara pintu dibuka Dan di tutup) di dapatinya Arini yang sudah terlelap di atas tempat tidurnya. Dul Tak tega jika harus membangunkan sang istri Dan mengajaknya pulang lalu ia memilih membaringkan tubuhnya tepat di samping Arini Dan memeluk Arini dari belakang. Arini yang merasakan berat di atas perutnya pun terbangun. "Kamu udah bangun Rin?" Tanya Dul ketika melihat mata Arini yang sudah terjaga namun Arini Tak menjawabnya. "Kamu jangan marah yah! Abang ga Ada niat belain perempuan tadi beneran" jelas Dul sambil mengeratkan pelukannya di tubuh Arini Tapi Arini Tak kunjung menjawabnya " Katanya mau buat debay, tapi kamunya malah ngambek, yah gagal deh" ucap Dul dengan nada sedihnya yang di buat-buat Arini yang mendengar perkataan suaminya itu langsung mencubit tangan Dul "Aauuh... gak papa kok Kamu mau cubit aku sepuasnya Kalau itu bisa buat Kamu gak marah lagi, aku ikhlas kok"
"Apaan sih Kamu" akhirnya Arini buka suara, sebenarnya ia pun sudah Tak tahan marah lama-lama dengan suaminya itu "Udah dong jangan ngambek lagi sayang Abang yang cantik, gak enak Tau marah-marahan" " Kenapa emangnya?" Tanya Arini dengan polosnya " Ya karena susah minta jatahnya hahahah" jawab Dul terkekeh "Oh karena jatah toh" " Ya enggaklah, Kamu jangan marah-marah lagi ya sayang" ucap Dul lalu mencium lembut kening Arini
__ADS_1
"Nginep aja yah, gak enak udah terlanjur disini masak pulang" jelas Arini "Iya sayang, aku ngikut aja". krrruukk krruukk...( suara cacing Arini lapar) "Aku lapar bang mau makan, Kamu Laper gak?" ajak Arini karena sedari tadi ia menahan lapar sampai ketiduran. " Iya ayoklah" Mereka pun menuju dapur Dan makan berdua karena mamak, bapak Dan adek Arini sudah tidur deluan karena jam sudah menunjukkan pukul 22.45 wib.
Usai makan mereka pun menggosok Gigi dan mencuci kaki tangan untuk bersiap tidur. Sampai dikamar Arini Langsung membuka lemari untuk mencari piyamanya "Bang Kamu mau ganti gak?" Tanya Arini pada Dul namun Dul Tak menjawab ia malah memeluk Arini dari belakang sambil membisikkan "Aku maunya buat debay sayang**"
__ADS_1