
**Di dalam tidurnya Arini merasakan sesuatu yang menyentuh pipi Dan rambutnya ia mencoba membuka matanya yang terasa sangat lengket dilihatnya wajah tampan sedang menatapnya dengan begitu hangat siapa lagi Kalau bukan Dul suaminya. "Kamu sudah bangun Rin?" Tanya Dul melihat mata Arini yang juga sudah menatapnya "Hmm iya bang, Kamu sudah selesai kerjanya?" Tanya Arini dengan suara seraknya.
__ADS_1
"Belum, aku sedang istirahat sekarang kan waktunya makan siang, Kamu mau makan apa biar abang beli sekalian sama makan siang karyawan yang lain?" Arini tersenyum sambil mendudukkan pantatnya yang sedari tadi sudah berbaring "Tak usah bang aku bawa bekal kok, tapi Kalau Kamu mau Cari makanan di luar gak papa aku makan bekal tadi aja, kan sekalian untuk karyawan yang lain" jawab Arini tulus sambil tersenyum manis. "Kalo gitu, Kita makan bekalnya sama-sama ya?" " Loh karyawan mu makan apa bang Kalo Kamu makan bareng aku disini, aku kan bawanya cukup untuk Kita berdua, aku juga ga Tau Kalo Kamu biasanya selalu kasih makan siang, Kalau Tau tadi aku masak banyak?" Tanya Arini "Udah ga usah pusing Kali lah, tinggal kasih duit biar mereka beli sendiri makanannya, Dan Kita disini makan berdua" jawab Dul sambil berlalu keluar.
__ADS_1
Tak berapa lama Dul pun kembali masuk menghampiri Arini yang sudah mempersiapkan bekal yang dibawanya tadi. Dul langsung duduk Dan menyantap masakan istri mungilnya itu, ia sangat menyukai masakan istrinya itu walaupun terkadang masakan Arini Ada Sedikit Asin, atau bahkan kurang bumbu tapi bagi Dul itu wajar karena selama 3 tahun menempuh pendidikan SMK nya Arini ngekost Dan ia pun sangat jarang memasak karena Arini Tak sempat. Pergi sekolah pukul 06.15 Dan pulang 16.30 belum lagi jika Ada kegiatan tambahan di sekolah yang membuat Arini lelah Dan memilih untuk tidur ketimbang mengisi perutnya yang lapar. Namun demikian Kalau ia libur sekolah Arini selalu belajar memasak dengan mamaknya, sehingga ia bisa memasak. Selesai makan mereka sholat zuhur bersama setelah sholat Dul memilih berbaring sebentar di ranjangnya untuk sekedar merehatkan sendi-sendinya yang terasa lelah.
__ADS_1
Arini mengikuti Dul namun ia Tak ikut berbaring melainkan duduk disampingnya sambil memijat lembut lengan suaminya itu. "Sayang apakah terasa melelahkan?" Tanya Arini " Ahhh tidak terlalu, abang sudah biasa Sayang" jawab Dul sangat pelan Arini hanya diam Dan Tak berkata atau bertanya lagi. " Pijitanmu itu enak, apakah selama ini kamu sering memijat Rin?" Tanya Dul menikmati pijitan istrinya itu "Iya bang, biasanya Kalo pulang bapak sama mamak pasti selalu memintaku untuk memijit mereka katanya juga enak heheheh" jawab Arini sambil cengengesan. "Oh iya bang apa aku boleh bicara sesuatu?" Tanya Arini lirih " "bicaralah !" "Bang Kamu tidak marahkan dengan apa yang terjadi tadi pagi?" Tanya Arini pelan karena ia takut Kalau nanti tiba-tiba suaminya itu mendiamkan nya lagi "Buat apa aku marah? itu kan masalalumu, sebelum Kamu mengenalku" Tapi Kenapa tadi abang diamin aku" ucap Arini manja, Dul berbalik Dan menatap kearah Arini "Maaf ya tadi aku tidak berniat mendiamkanmu, tapi Kamu kan lihat semua karyawan abang sudah mulai bekerja abang hanya segan saja makanya abang langsung sibuk bekerja sampai-sampai aku lupa ternyata di belakang ku Ada istriku heheheh" jawab Dul sambil menarik Arini ke dalam pelukannya. "Ah Kamu bikin aku takut bang" ucap Arini yang sedang di dalam pelukan suaminya**.
__ADS_1