
**Saat didalam dekapan Dul tiba-tiba Arini teringat pesan yang diberikan Dirga padanya. Arini mendongakkan kepalanya agar ia bisa melihat wajah Dul "Bang, Kamu tidur ya?" "Enggak, aku cuma mengistirahatkan mataku sejenak" jawab Dul "Bang" panggil Arini lagi yang hanya dibalas deheman oleh Dul "Tadi aku ditelpon nomor Baru yang ternyata itu adalah Dirga,.." kata-kata Arini terputus karena di potong oleh Dul "Apa? dia ngomong apa sama Kamu? terus dia dapat nomer Kamu Dari Mana?" Tanya Dul yang sudah membelalakkan matanya karena kaget "Ih Kamu dengerin dulu adek ngomong, Untungnya aku gak angkat telponnya bang, tapi dia ngirimin aku pesan kayak gini" ucap Arini sambil mengambil ponselnya Dan memperlihat kannya pada Dul.
"Kamu beneran masih cinta sama dia?" Tanya Dul dengan nada datar "hahaha ya enggak lah bang, Kalo aku cinta Mana mungkin aku nikah sama Kamu sekarang" jawab Arini sambil tertawa "Ya kan bisa aja Kamu nikah sama aku untuk pelampiasan" ucap Dul Makin datar "Astagfirullah bang, Kamu kok bisa ngomong gitu sih? aku ga Ada rasa apa-apa lagi ke dia bang, lagian kami juga putusnya udah lama" balas Arini mulai kesal " Ya walaupun udah lama, Kalau rasamu masih Ada kan bisa saja kalian balikan lagi, Dan aku Kamu tinggalkan" "Apaan sih Kamu bang? ngomongnya Makin ngaur, aku ga cinta lagi sama dia, aku cintanya cuma sama Kamu, aku ga mau kehilangan kamu Dan selamanya akan begitu" "Kamu janji ga bakalan tinggalin aku" ucap Dul dengan Sedikit manja Dan membenamkan kepalanya di Dada Arini yang sudah mulai membesar karena ulahnya yang selalu meremasnya setiap Hari. "Aku ga janji bang, karena janji itu adalah hutang aku Tak mau berhutang padamu hahahah" jawab Arini terkekeh melihat Dul yang untuk pertama kalinya bersikap manja "Tapi selagi aku mampu aku akan selalu mempertahankan rumah tangga Kita bang" Kini Arini mengelus-elus rambut Dul sembari menciuminya dengan lembut, lalu Dul pun mengangkat kepalanya Dan langsung mencium bibir Arini, entah apa yang membuatnya tiba-tiba bergairah ia langsung bermain-main di Dada Arini yang membuat Satu desahan lolos Dari bibir Arini, Dan Arini langsung menutup mulutnya dengan telapak tangannya " Bang jangan disini nanti karyawan mu dengar"
__ADS_1
Namun Dul tidak menghiraukannya, Arini terus meronta "Bang jangan ah.. Malu Tau kalo Ada yang dengar apalagi kalo ngeliat" Arini Tau kalau pintunya tidak di kunci sama sekali. Dan Dul pun langsung menghentikan aksinya "Hmm ya udah, nanti ya kalo pulang aku tagih langsung" ucap Dul manja entah apa yang membuatnya sedari tadi bersikap manja Tak seperti biasanya "iya Sayang, nanti kalo udah pulang mau berapa ronde?" goda Arini "Aku mau sampai Kamu Hamil, biar mantan Kamu itu tidak mengganggu lagi" " hahahah iya nanti Kita buat Dedek bayi yah " kata Arini sambil menciumi setiap sudut wajah suaminya. Tok...tok...tok... suara pintu diketuk Dari luar yang langsung membuyarkan momen mesra suami istri itu, Dul langsung beranjak Dari tempat tidur Dan membuka kan pintu, sementara Arini memperbaiki bajunya yang sudah tersingkap karena ulah suaminya. Dul pun berbalik Dan mengganti sarungnya dengan celana kerjanya tadi "Sudah mau kerja lagi bang?" Tanya Arini "Iya Kamu tunggu disini ya palingan sebentar lagi Beres, Baru Kita langsung pulang bikin debay ya" goda dul sambil mencium kening Arini. "Kalau aku keluar boleh kan bang?" " ya Kalau Kamu bosen di dalam keluarlah" ucap Dul sambil berlalu meninggalkan Arini diruangannya itu**.
.
__ADS_1
.
.
__ADS_1
.