
**Beberapa menit kemudian akhirnya mereka menemukan warung pecel Lele di pinggir jalan, Adi memberhentikan sepeda motor nya, Diikuti Arini langsung turun dari motor Adi. Arini ingin membuka helm yang ia kenakan namun helmnya bermasalah sangat sulit dibuka, sementara Adi sudah melepaskan helmnya dilihatnya Arini yang sedang ngomel-ngomel kecil karena kesusahan membuka helmnya. "Sini Rin aku bantuin" sambil memegang pengait helm yang dipakai Arini. Arini terkejut karena kini ia bisa melihat jelas wajah lelaki yang selama ini ia kenal sangat dingin dan cuek kepada wanita bahkan Arini pernah melihat Adi dengan sengaja membuang surat-surat cinta dari para fans rahasianya. Wajah mereka saling berdekatan saat ini "Kalau dilihat-lihat Adi memang beneran ganteng sih, pantes banyak cewek yang berebut dapatin hatinya" Gumam Arini dalam hati matanya tak lepas dari wajah Adi, helmnya sudah terbuka namun Adi masih berpura-pura belom bisa membukanya, ia menangkap basah mata Arini sedang melihatnya sontak Arini langsung mengalihkan pandangannya, Adi merasa sangat senang karena dilihat oleh pujaannya itu "Sungguh manis sekali wajahmu Rin ingin rasanya aku membelainya dan mengecup pipimu" Kata Adi dalam hati.
__ADS_1
Lalu Adi mengangkat helm Arini, sambil membenarkan jilbab Arini yang sudah tidak beraturan, " nih udah, ayok kita masuk Rin!" Ajak Adi
__ADS_1
Mereka langsung memesan makanan, selang beberapa menit makanan yang mereka pesan sudah datang Arini langsung melahap makanan nya tanpa di sadari nya Adi diam-diam melihat gerak-gerik makannya. Arini tidak memperdulikan Adi, setelah mereka menghabiskan makanan. "Maaf ya Rin aku cuma bisa bawa kamu makan di pinggir jalan kaya gini" suara Adi memecah keheningan diantara ia dan Arini " Hahaha apa masalahnya makan dipinggir jalan Di? toh sama saja kan" jawab Arini sambil tertawa karena ia merasa lucu dengan kata-kata yang di lontarkan Adi, "Yah kan biasanya cewek maunya makan di tempat mewah seperti cafe Rin" " alah Di aku mah mau makan dimana aja oke" jawab Arini membuat Adi semakin kagum dan menyukai sifatnya yang sederhana dengan tersenyum lebar. "Ya udah pulang yok Di aku capek banget dah, dari pagi Sampek malam duduk Mulu, tulang punggung ku serasa sudah kaku nii" Ajak Arini yang di balas anggukan oleh Adi dan mereka pun segera meninggalkan tempat makan tersebut. Adi sangat senang karena Arini sudah mulai akrab dengannya sepanjang perjalanan menuju kostnya Arini selalu bercerita, dan Adi hanya menjadi pendengar nya saja.
__ADS_1
Sesampainya di depan gerbang kost, Arini langsung turun, dan lagi-lagi helmnya susah dibuka, ia pun meminta bantuan Adi, kini Arini merasa sangat akrab dengan Adi, fikiran nya tentang Adi yang jelek-jelek ternyata salah😂 Adi yang dimintain tolong pun merasa sangat senang karena Arini sudah tidak segan-segan lagi padanya. Adi berpamitan pulang dan Arini segera masuk ke dalam kamar kostnya ia pun langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, karena badannya sudah terasa sangat lengket. 15 menit Arini menghabiskan waktunya untuk mandi, lalu ia segera mengenakan piyamanya, dan langsung merebahkan badannya di atas kasurnya " Wah akhirnya tulangku ga jadi kaku" gumam Arini. ting...(suara pesan masuk) lalu segera diraihnya benda pipih tersebut dari nakas samping tempat tidurnya. Dilihatnya ada begitu banyak pesan masuk namun ada 2 pesan dari orang yang tak ia kenal. *Assalamu'alaikum Rin, ini aku Adi simpen yah nomor aku* "ternyata Adi" gumam Arini lalu membalas pesan Adi singkat. namun dilihatnya pesan yang tak dikenal satu lagi, **Assalamu'alaikum* *Walaikumsalam* jawab Arini namun sudah beberapa menit yang lalu tak kunjung mendapat balasan dari nomor yang tak dikenalnya itu, padahal statusnya online bahkan sudah membacanya "Aneh banget ni orang, hmm mungkin salah nomer kali ya?" tanya Arini dalam hati. Arini pun langsung meletakkan kembali hapenya dan ia kini sudah siap menuju ke alam mimpinya**.
__ADS_1