AKU MENCINTAIMU, BIARLAH ALLAH SAJA YANG AKAN MENJAWABNYA

AKU MENCINTAIMU, BIARLAH ALLAH SAJA YANG AKAN MENJAWABNYA
BAB 43


__ADS_3

"Oh itu pak... anu Rini juga masih mikirin kok pak,..." " Bapak tenang saja, Dul juga tidak mempermasalahkan keinginan Arini untuk kuliah pak, Dul bakal dukung sepenuhnya, nanti Dul ikut Arini kok pak inshallah sekalian cari pekerjaan di Pekanbaru nanti" Dul memotong percakapan Arini. "Baguslah kalau begitu, bapak hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian"


Seusai sarapan Arini dan Dul berpamitan dan langsung pulang ke rumahnya.


Beberapa Hari Kemudian


Di Kediaman Adi.

__ADS_1


Pukul 8:30 pagi... "tok-tok-tok" (suara ketukan pintu kamar Adi) " masuk" titah Adi dengan suara serak basah khas orang bangun tidur.


Ibu Adi langsung masuk dan melihat anak lelakinya yang masih belum beranjak dari tempat tidurnya "Yaampun bang, masih belum bangun juga, ayo bangun udah siang ni" ucap ibu Adi sambil membuka tirai jendela kamar Adi. "Ntar lagi mah" jawab Adi dengan nada malasnya.


"ini pagi-pagi udah ada kiriman surat untukmu" ucap ibunya sambil meletakkan surat tersebut di atas nakas. "Mama keluar dulu, kamu cepat bangun bang, heran mama akhir-akhir ini kamu sering banget malas-malasan" ucap ibu Adi berjalan meninggalkan kamarnya.


Adi yang mendengar ucapan ibunya itu langsung duduk dan melihat ke arah amplop di atas nakas. Di raihnya amplop dan membuka surat tersebut, ternyata surat itu adalah surat pemberitahuan bahwa Adi di nyatakan lulus PTN di Yogyakarta.

__ADS_1


"ada apa nelpon?" tanya Adi " Gini aku mau menyampai amanah dari pembimbing OSIS katanya ketua OSIS disuruh kesekolah, ada hal penting katanya" jawab Rizki " Iya, makasih infonya" Adi langsung menutup telponnya " Wah gak sopan, yang nelpon siapa yang matiin siapa" Gerutu Rizki tak terima.


Dikediaman Arini


"Bosen ah dirumah mulu" ucap Arini lirih sambil mengguling-gulingkan badan mungilnya di kasur tepat di depan TV yang sedang menyala. "Ha mending aku nyusul bang Dul aja deh, sambil makan siang bareng" Arini berkata sambil berjalan menuju dapur untuk memasukan bekal yang akan di bawa menemui suaminya itu.


Seusai mempersiapkan bekalnya ia pun berlalu menggunakan sepeda motor melaju dengan hati yang gembira menemui suami yang kini amat sangat ia cintai. Namun di tengah perjalanan Arini di hadang oleh 2 pria yang tak dikenal. Tanpa basa basi kedua pria tersebut langsung membekap Arini sehingga membuatnya lemah dan tak berdaya.

__ADS_1


Pukul 16:30 Dul pulang di dapatinya rumah yang terkunci menandakan bahwa istrinya sedang keluar. ia memutuskan untuk masuk menggunakan kunci cadangannya, dilihatnya rumah yang sepi seperti tak ada kegiatan apa-apa sebelumnya. biasanya Arini sudah menyiapkan makan malam di meja, tapi kali ini meja makan mereka hanya tersisa makanan pagi yang tinggal sedikit karena Arini sudah membungkusnya untuk di bawa menemui nya. "Kemana dia, apa ke rumah orang tuanya, tapi kenapa tidak izin" ucap Dul lirih sambil berjalan menuju kamar mandi.


10 menit kemudian Dul selesai mandi, ia masih penasaran kemanakah istri mungilnya itu pergi, tak biasanya Arini pergi tanpa pamit terlebih dahulu padanya. "Tut...Tut...Tuttt" ( suara panggilan ) tapi tak ada jawaban apa-apa yang membuat Dul semakin risau. "Apa aku cari kerumah orang tuanya?" tanya Dul dalam hati bingung.


__ADS_2