
Tak butuh waktu lama Arini setelah memakai jilbab nya segera keluar dari kamar menuju dimana mamaknya berada untuk mengambil uang dan pergi membeli kopi ke warung langganan keluarganya. Dengan santai Arini mengendarai motor nya sambil bersenandung ria walaupun hanya "*lalalalalala😂* ".
Tak lama Arini sampai di warung yang biasa mamaknya belanja, ia pun mengambil kopi lalu mengantri untuk membayarnya, namun ketika Arini berjalan menuju kasir "Brukk" tiba-tiba Arini tersandung dan kopi yang di pegangnya terjatuh kelantai sedangkan Arini berada didalam dekapan tangan yang lumayan besar menangkap tubuh mungilnya.
"kamu gak papa?" tanya seseorang tersebut, lalu Arini langsung berdiri "Ah gak papa kok, makasih bang" sambil mengambil kopinya yang terjatuh dilantai, laki-laki itu pun juga mencoba membantu mengambilkan kopi Arini dan secara tak sengaja tangan mereka berdua saling menyentuh. Membuat Arini semakin salah tingkah dibuatnya, spontan jantung nya terasa bergetar kencang seperti Bass. "Ya ampun kenapa dengan jantung ini sih, bisa-bisa nya berdebar ga karuan Deket sama bang Dull perasaan ga pernah kek gini, " gerutu Arini didalam hatinya. memang sih, Arini sangat jarang berkontak langsung dengan Bang Dul, selama ini mereka hanya saling menyapa di jalan jikalau bertemu, tapi kali ini Arini terasa sangat dekat dengannya.
__ADS_1
"Makasih banyak bang, maaf atas kelalaian Rini tadi sampe kesandung gitu" ucap Arini dengan wajah yang menunduk karena ia tak berani menatap lelaki yang ada dihadapannya itu, " Namanya juga musibah Rin siapa yang tahu" balas Abdul sembari tersenyum manis melihat Arini yang sedari tadi hanya menundukkan kepalanya. "Ya udah Rini deluan bang" pamit Arini "oh iya hati-hati awas kesandung lagi" jawab Abdul dengan nada yang menggoda Arini.
Sesampainya dirumah Arini langsung membuatkan kopi untuk bapaknya, lalu dengan segera ia wudhu untuk melaksanakan sholat isya. Arini sholat sendiri karena bapak, mamak dan adiknya sudah lebih deluan sholat sewaktu Arini sedang di warung. Seusai sholat Arini melipat mukenah dan sajadahnya lalu ia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil membaca-baca buku untuk belajar persiapan UN.
Tidak di pungkiri disela-sela fokus belajar nya dia masih terbayang kejadian di warung yang membuat Arini kesal karena difikirannya selalu tertuju ke lelaki yang tak lain adalah bang Abdul. "Haduhhh aku kenapa sih kok tiba-tiba jadi panas dingin gini ngingat bang Abdul, jangan-jangan hati aku jatuh cinta lagi, ya ampun Arini sadar fokus belajar karena UN lebih penting.
__ADS_1
.
.
.
__ADS_1
.
Selamat Membaca Reader😉 Maaf kalau kata-kata nya masih acak-acakan 🙏ini novel pertama author harap maklum, sekedar menyalurkan hobi😊 Ditunggu kritik dan saran nya😇😇