AKU MENCINTAIMU, BIARLAH ALLAH SAJA YANG AKAN MENJAWABNYA

AKU MENCINTAIMU, BIARLAH ALLAH SAJA YANG AKAN MENJAWABNYA
BAB 17


__ADS_3

**Tak terasa siang pun sudah berganti dengan malam, Arini selalu saja memeriksa benda pipih nya tersebut menanti sebuah pesan dari seseorang yang di harapkan nya namun tak kunjung ada. Drett...Drett..Drett suara ponsel Arini berbunyi lalu dengan cepat diangkatnya tanpa melihat\-lihat siapa kah seseorang di balik ponsel itu. "Hallo Assalamu'alaikum wanita tercantik ku" suara yang tak asing di dengar Arini lalu barulah dilihatnya nama sang penelepon ternyata benar Adi lah yang menelpon nya. Seketika mood Arini langsung hilang dan menjawab telpon Adi dengan nada yang datar "Walaikumsalam, ada apa Di ?" tanya Arini "Loh kok ada apa ? kan aku selalu nelpon kamu Rin, aku udah pernah bilang bakal nelpon kamu 3 x sehari" jawab Adi sedikit bingung tiba\-tiba Arini bertanya padanya. "Kamu kenapa Rin? udah bosen ya di telponin Mulu sama aku? kalo kamu udah bosen bilang aja Rin nanti aku belajar buat ga nelpon\-nelpon kamu lagi" tanya Adi dengan nada sedihnya. Arini yang mendengar perkataan Adi langsung menyanggah karena tak seharusnya ia bersikap dingin pada temannya itu "Ah maaf kan aku Di, hari ini aku benar\-benar lelah habis beberes barangku, kamu jangan bilang gitu ya, aku yang salah ga seharusnya aku melampiaskan kelelahan ku padamu" jawab Arini karena merasa bersalah. "Ya sudah tak apa, kalau begitu kamu istirahat lah maaf kan perkataan ku tadi, aku menyayangimu Arini, assalamu'alaikum" "walaikumsalam" jawab Arini " bang Abdul kok ga ada ya ngehubungi aku?" tanya Arini sendiri.


Tiba-tiba terdengar suara motor yang berhenti tepat didepan rumahnya, "Assalamu'alaikum" tok...tok..(suara ketukan pintu) "walaikumsalam" jawab bapak Arini sambil membukakan pintu. Ceklek (suara pintu terbuka) "Eh nak Abdul, mari masuk" Rahmat menawarkan masuk pada Abdul, Arini yang mendengar nama Abdul langsung salting dan jantung nya berdegup sangat kencang" Wah panjang umur dia, baru aku sebut langsung muncul" gumam Arini sambil memegangi dadanya yang sudah mengeluarkan ritme dag...Dig...dug..🤣. Abdul yang sedikit Canggung mengikuti langkah lelaki paruh baya itu untuk masuk dan duduk, setelah mereka duduk di tempat masing-masing Rahmat membuka suara "Ada hal apa yang membawamu tiba-tiba kesini Dul?" tanya Rahmat pada anak lelaki didepan nya itu. " emm.. gini pak saa..yaa mau minta izin ketemu se..kaligus mee..ngajak anak bapak keluar" dengan terbata-bata akhirnya Abdul berhasil mengucapkan nya. "Anak bapak? disini anak bapak ada 2 Arini dan Yanti, kamu mau mengajak siapa?" tanya Rahmat berpura-pura bingung karena Abdul tak menyebutkan dengan jelas siapa yang di maksudnya😄 walaupun sebenarnya Rahmat tahu pasti Arini lah yang ingin di ajaknya. "Heheheh iya pak, saya mau mengajak Aa..Rini" jawab Dul terbata-bata saat menyebut kan nama Arini.

__ADS_1


"Oh ya sudah bapak izinkan, tapi kamu udah bertanya belum Arini nya mau apa enggak keluar?" Rahmat kembali bertanya untuk memastikan. "kemaren sudah pak tapi lewat telpon" Lalu Rahmat memangil anak gadisnya itu " Arini, sini nak ada yang nyari ni!" panggil Rahmat, Arini yang mendengar suara bapaknya itupun langsung keluar dengan langkah yang sedikit gemetaran "Iya pak ada?" tanya Arini pura-pura tidak tahu. "Ni Abdul mau ngajak kamu keluar katanya" "Oh bapak izinin?" "Iya pergilah, lagian kau pasti butuh refreshing setelah Ujian Nasional mu kemaren" "Baiklah pak, Arini siap-siap dulu sebentar" sambil berjalan menuju kamarnya. Hati Arini sudah tidak karuan, serasa jantung nya akan melompat keluar saat ini. Lalu segera di pilih-pilih nya baju yang cocok dikenakannya, lemari yang sedari siang di rapikan nya kini sudah berantakan lagi karena sedang mencari baju yang cocok, akhirnya ia memilih menggunakan baju sesimpel mungkin karena Arini tidak menyukai memakai baju yang ribet**.


.

__ADS_1


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2