
**Hari sudah sore Arini bingung harus memasak apa untuk suaminya nanti, lalu ia bersiap\-siap keluar untuk belanja. Dia mengendarai sepeda motor yang memang di peruntukan untuknya jika Arini ingin pergi keluar. Sesampainya di warung sayur Arini memilih\-milih sayuran yang akan di belinya. Lalu Arini tak sengaja mendengar omongan 2 orang wanita sedang menggosip tentang dirinya "Eh kamu tahu gak, si Arini anak pak Rahmat Lo sudah menikah sama lelaki yang jauh lebih tua darinya, ya walaupun suaminya itu sangat tampan dan tajir lagi, beruntung dia bisa nikah sama tu orang, dulu aja sok\-sokan sekolah ke luar ujung\-ujungnya nikah tamat sekolah hahahahah" kedua wanita itu menertawakan Arini, namun ia hanya diam dan langsung membayar belanjaannya dan segera pulang kerumah untuk memasak.
Sepanjang perjalanan Arini terngiang-ngiang perkataan kedua wanita di warung sayur tadi sampai ia sudah di rumah sambil memasak ia masih saja memikirkan apakah salah menikah di usia muda? apakah salah menikah dengan lelaki yang jauh lebih tua darinya. Sampai selesai memasak nya dan menghidangkan di meja makan. Namun segera di tepisnya fikiran yang tak penting itu, yang lebih penting saat ini Arini harus langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena ia tak mau saat suaminya pulang ia terlihat kusut. Setelah mandi dan mengenakan pakaian rumahannya lalu mengoleskan sedikit lipstik di bibirnya dan bedak tipis membalut wajah oval dan imutnya itu. Terdengar suara motor Dul sudah datang, Arini langsung keluar kamar dan menyambut nya di depan pintu "Assalamu'alaikum" salam Dul "Walaikumsalam" jawab Arini hendak menyalimi tangan Dul, namun Dul melarang karena beralasan tangannya kotor, ia tak mau wajah Arini akan kotor gara-gara mencium punggung tangan nya. Tapi Arini tidak menghiraukan nya segera di genggam nya tangan Dul lalu menciumnya. "Sekotor apapun tanganmu ini bang, itu adalah berkah bagiku, karena kau sudah bekerja untuk ku" ucap Arini sambil tersenyum. Sontak membuat penat Dul terasa hilang seketika setelah melihat wajah ayu istrinya itu.
"Ya sudah segera lah mandi bang aku akan menyiapkan bajumu!" titah Arini , "siap buk bos" jawab Dul sambil meletakkan tangan nya di pelipis alis seperti orang sedang hormat, Arini yang melihat Tingkah suaminya itu juga merasakan beban fikiran tentang gosip-gosip diluar menjadi hilang seketika.
__ADS_1
Arini ke kamarnya untuk menyiapkan baju sang suami, di lihatnya betapa tersusun rapi baju Dul didalam lemari.
"Ternyata suamiku sangat rapi" gumam Arini yang bisa di dengar Dul yang sudah menyelesaikan mandinya.
"Apa sayang aku tak mendengarnya" ucap Dul di depan pintu kamar mandinya. "Ah aku hanya mengatakan lemarimu sangat rapi bang" jawab Arini sambil memberikan baju yang sudah di siapkan itu dan mendekat memberikan pada Dul.
__ADS_1
.
.
.
__ADS_1
.