AKU MENCINTAIMU, BIARLAH ALLAH SAJA YANG AKAN MENJAWABNYA

AKU MENCINTAIMU, BIARLAH ALLAH SAJA YANG AKAN MENJAWABNYA
BAB 5


__ADS_3

"**Udah yah, jangan banyak bicara dulu, Ayah harus kuat ya!" ucap Abdul menguatkan sang Ayah. "Tapi Ayah sudah ga kuat nak" balas Ahmad sambil memegang tangan anaknya itu. Sontak Abdul menahan dorongan perawat agar memberhentikan Ayahnya itu. Abdul membungkuk kan badannya lalu berbisik "Ayah, jika Ayah memang sudah tidak kuat maka pergilah dengan tenang" sembari menyematkan senyum masamnya, ia mencoba menguatkan dirinya agar sang Ayah tidak cemas. " Ayah titip Adik-adik mu jaga mereka, Ayah sama Bunda pamit ya" kata-kata Ahmad membuat hati Abdul terasa dihujani tusukan yang amat perih namun tak terlihat. Dilihatnya sang Bunda sudah terbujur kaku, karena memang Bundanya sudah tewas ditempat kecelakaan tadi.


Abdul menguat hatinya yang sakit itu, dibisikkannya 2 kalimat syahadat menuntun sang Ayah menemui Ajalnya "Ashaduallah illahaillah, wa'as haduanna Muhammad darrasullullah" Abdul menuntun sang Ayah membaca kalimat 2 syahadat yang diikuti oleh Ahmad dengan terbata-bata. "Innalilahi wainnailaihi rojiun, Yah maafin Abdul, kalau saja tidak karena menghadiri Wisuda ku Ayah sama Bunda pasti masih hidup. Abdul janji yah akan selalu menjaga adik-adik Abdul yah" Tangis histeris Abdul melihat Ayahnya yang sudah tak bernafas lagi. Lalu dipeluknya adik bungsunya yang masih syok karena kecelakaan yang dialaminya bersama kedua orang tuanya itu. Ditambah lagi ia menyaksikan bagaimana tragisnya sang Bunda terlindas mobil hingga merenggut nyawanya. Dan sang Ayah yang terpental jauh darinya.

__ADS_1


"Ren, kamu yang kuat ya Ayah sama Bunda sekarang udah istirahat, kamu jangan sedih ya" Abdul mengusap-usap punggung adiknya. Namun Adiknya hanya menangis dan diam tak berkata satu kata pun. Abdul pun menaiki Ambulans menuju rumahnya sambil menggendong Adiknya, baju toga wisuda nya kini sudah penuh dengan lumuran darah, namun tak di hiraukan nya. Reihan yang melihat temannya itu ikut bersedih, "Makasih Han, sudah mau membantu ku", suara Abdul yang serak karena habis menangis "iya sama-sama Dul, kamu yang kuat yah, kalau kamu sedih terus nanti Ayah sama Bundamu terhambat masuk surganya" kata Reihan sambil menepuk-nepuk pundak Abdul. "hmm, aku pamit pulang, titip salam buat teman-teman yang lain aku ga bisa ikut kegiatan Wisuda kita" pamit Abdul "iya, hati-hati" jawab Reihan.


lalu menutup pintu mobil Ambulans dan Ambulan nya pun berlalu meninggalkan rumah sakit dan Kota Pekanbaru menuju Kampung Halamannya**.

__ADS_1


2 jam perjalanan akhirnya Abdul sampai di kediaman nya ia melihat rumahnya kini sudah ramai didatangi oleh orang yang ingin melayat. Tanpa terasa air matanya pun lolos di pipi mulusnya itu, ia masih tak menyangka akan ditinggalkan oleh kedua orang tuanya secepatnya ini, apalagi dengan cara yang sangat tragis. Ambulannya pun berhenti tepat di depan pintu rumahnya lalu dengan segera Abdul mengusap Air matanya biar bagaimanapun ia harus tetap kuat karena setelah ini dia lah yang akan menggantikan posisi sang Ayah bagi adik-adiknya itu. Abdul turun dan membantu paren adiknya untuk turun dari Ambulans, lalu ia juga ikut membopong tubuh kedua orang tuanya dengan masih menggunakan baju Toga Wisudanya itu. Orang-orang yang melihatnya tak kuasa menahan tangis kesedihan karena melihat Abdul sangat tegar walaupun sebenarnya hatinya sudah sangat rapuh saat itu. Ditambah lagi Adik perempuannya yang menangis histeris melihat tubuh kedua orangtuanya yang sudah terbujur kaku tak bernyawa.


πŸ˜“πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜“

__ADS_1


oke reader pada BAB ini masih membahas tragedi Kecelakaan orang tua Abdul yah. jangan lupa Kritik dan sarannyaπŸ˜ŠπŸ˜‡


__ADS_2