Aku Yang Menolak Cinta

Aku Yang Menolak Cinta
Episode 12


__ADS_3

Minggu pagi Aida sudah bersiap untuk pergi mengajak Miko, anjing periliharaannya jalan pagi ke Car Free Day di pusat kota.


Nenek dan Kakeknya sudah berangkat dini hari tadi ke pasar, jadi dia hanya sendirian di rumah.


Aida mengeluarkan Miko dari kandangnya setelah dia diberi makan.


" Miko! hari ini kita jalan-jalan, kamu senang?." Aida tersenyum mengelus lembut kepala anjing peliharaannya. Miko menjawab dengan gonggongan bahagia.


Aida dan anjingnya keluar dari rumah, tak lupa dia mengunci pintu dan memeriksa kembali untuk memastikan pintu sudah terkunci dengan benar.


Aida memilih naik taksi online yang dipesannya melalui aplikasi di ponselnya. Begitu taksinya datang Aida mengajak Miko masuk ke dalam mobil.


" Sesuai aplikasi ya Kak?." Tanya Bapak pengemudi taksi online.


" Iya, Pak. Maaf saya bawa peliharaan." Jawab Aida.


" Gak apa-apa, perusahaan taksi online mengizinkan bawa hewan pelihataan." Ujar Bapak pengemudi taksi online yang sudah melajukan mobil ke jalan raya menuju ke Car Free Day di pusat kota sesuai aplikasi di ponselnya.


.


Taksi yang ditumpangi Aida sampai di lokasi yang tujuan setelah menempuh perjalanan tiga puluh menit.


" Makasih ya, Pak." Ucap Aida sambil menyerahkah ongkos pada pengemudi taksi online.


" Sama-sama, Kak." Jawab Bapak pengemudi menerima sejumlah uang dari Aida.


Aida membuka pintu samping turun dari taksi online lebih dulu lalu mengeluarkan Miko lalu menutup kembali pintu mobilnya.


" Miko! Hari ini kita bersenang-senang." Aida memegang tali tuntun, mengajak anjing peliharaannya untuk berjalan mengitari area Car Free Day di minggu pagi.


.


.


.


Ben dan Jay menikmati suasana Car Free Day tak hanya berdua beberapa pengawal berseragam olahraga serupa mengikuti mereka meski harus menjaga jarak.


" Kau tahu Jay, biasanya kita datang kemari bertiga tapi kali ini hanya berdua." Ujar Ben merasa ada yang kurang.


" Ben! Boleh aku bertanya?." Tanya Jay memanggil Tuan Muda layaknya sebagai sahabat.


" Tanyakan saja." Jawab Ben.


Meski ragu Jay memberanikan diri menanyakan apa yang ingin dia ketahui dari kondisi adik sepupu Ben.


" Bagaimana keadaan Bobi?." Tanya Jay lagi.


" Dia masih mengurung dirinya, bahkan tak mau menemuiku." Jawab Ben, " Hahhh! Kita bicarakan hal lain saja." Lanjutnya.


" Ok! Ben, kamu mau minum?." Tanya Jay.

__ADS_1


" Hmmm...." Ben hanya berdehem.


" Aku belikan dulu." Jay izin membeli minuman.


" Ya!." Jawab Ben singkat.


Jay pergi dari sisi Ben yang berjalan beriringan dengannya untuk mencari penjual minuman. Ben melanjutkan langkahnya pelan.


Saat Ben melihat ke bawah ternyata tali sepatunya lepas, dia berjongkok untuk mengikat kembali tali sepatunya supaya tak terijak saat melangkah nanti.


Tak jauh dari sana Aida bersama anjing peliharaannya sedang berjalan menikmati keramaian Car Free Day. Aida berhenti melakah saat dirinya tertarik untuk melihat pernak pernim gelang yang dijajakan oleh seorang penjual.


Sementara pandangan Miko anjing perliharan Aida tengah mengawasi gerak gerik mencurigakan dari seseorang di belakang Ben.


Seorang copet tengah berusaha ingin mengambil dompet berukuran persegi panjang di saku samping celana Ben yang terlihat menonjol.


Begitu pencuri itu mendapatkan dompet Ben, Miko berlari ke arah pencuri dompet membuat Aida yang tengah asik memilih gelang terkejut karena tali tuntun yang dipegangnya terlepas.


" Miko! Berhenti." Aida berteriak mendapati anjing perliharaannya berlari semakin menjauh darinya


Pencopet yang terpergok pun panik saat dirinya dihadang seekor anjing yang siap menggigitnya kapan pun.


" Guk guk guk guk. Errr..." Miko menggonggong.


" Sial! kenapa harus tertangkap basah oleh seekor anjing." Gumam Pencopet.


Tak mau ambil resiko pencuri dompet menjatuhkan dompet yang dicurinya lalu mengangkat tangannya keatas sebagai tanda menyerah dan dengan sigap dua orang pengawal Tuan Muda menangkapnya yang sama sekali tak melakukan perlawanan.


" Periksa dia mungkin saja ada dompet lain yang sudah dicurinya." Perintah Ben tegas.


" Baik! Tuan Muda." Jawab seorang pengawal, dan benar saja sudah ada beberapa dompet hasil curian di saku celana dan jaket pencopet tersebut.


" Bawa dia ke kantor polisi." Perintah Ben lagi.


" Siap! Tuan Muda." Kedua pengawal Ben pergi membawa pencuri dompet ke kantor polisi yang tak jauh dari sana.


.


" Kemarilah!." Pinta Ben pada seekor anjing malamut alaska yang telah berjasa menolongnya.


Miko berjalan mendekati Ben tanpa mengeluarkan gonggongannya.


" Terima kasih! kau sangat baik." Ucap Ben mengelus berulang kepala Miko.


" Guk guk guk guk." Miko menggonggong senang.


" Dimana pemilikmu?." Tanya Ben pada Miko.


.


Aida yang berdiri tak jauh dari sana menyaksikan semua yang terjadi di depan matanya.

__ADS_1


" Miko!!! kembali." Panggil Aida pada anjing peliharaannya.


Miko yang hapal suara pemiliknya menoleh dan berlari kembali ke tempat Aida berada.


Deg!


" Gadis itu, dia...." Ben teringat selembar foto yang kemarin dilihatnya dari berkas yang di berikan Jay.


Aida berjongkok menyambut kedatangan Miko, " Kamu membuatku terkejut Miko, tapi aku senang karena kamu sudah menolong orang." Aida tersenyum mengelus berulang kepala anjing kesayangannya.


Dimata Ben gadis yang hanya dia tahu namanya itu terlihat cantik dan tingkahnya begitu manis menunggu kedatangan anjing yang berlari ke arahnya.


" Aida Reinara, benar itu dia." Gumam Ben terus menatap ke arah Aida yang sudah kembali bersama Miko.


" Kita kembali ke tempat tadi aku masih mau beli gelang dan hari ini kamu akan aku bawa ke salon hewan sebagai hadiah untukku, Miko." Ucap Aida.


" Guk guk guk guk." Miko menggonggong senang.


Tak sia-sia selama ini Aida membawa Miko ke kelas pelatihan untuk hewan peliharaan sehingga anjingnya sangat terlatih.


Aida berdiri dan mengangguk sopan pada Ben sebagai tanda berpamitan dari jarak jauh. Ben hanya diam tak merespon. Aida pun pergi dari tempatnya berada tanpa melihat Ben yang akhirnya tersenyum tipis.


" Ben! Maaf membuatmu menunggu tadi aku pergi ke toilet dulu dan dari jauh aku melihatmu bersama seekor anjing." Ucap Jay merasa terlambat kembali sambil. enyerahkan sebotol air minum.


" Aku melihatnya, dia disini." Ucap Ben menerima botol air minum tanpa mengalihkan pandangannya menatap punggung Aida bersama Miko yang semakin menjauh.


Jay yang penasaran ingin tahu maksud dari yang Ben katakan baru saja, ikut melihat ke arah pandangan sahabatnya.


Deg!


Aida! apa Ben melihatnya. batin Jay


Meski terlihat dari samping karena gadis itu menenggok ke kiri. Namun, dapat dipastikan dengan jelas bawah yang Jay lihat itu benar Aida.


" Anjingnya menolongku dari pencopet." Ucap Ben tanpa ekpresi. Tapi ada rasa senang dihatinya bukan karena dompetnya bisa kembali, entah kenapa dia menyukai anjing bernama Miko dan saat melihat gadis pemiliknya ada rasa tak biasa dihati Ben yang tak bisa dijelaskan.


" Kamu menyukainya?." Tanya Jay asal.


Ben tak menjawab namun seutas senyum terlihat diwajahnya membuat Jay jadi berpikir apa sahabatnya itu benar suka.


" Aku jadi rindu Mocha, kau lanjutkan saja aktivitasmu disini, aku akan kembali ke rumah sekarang."


Mocha nama ras anjing malamut alaska berkelamin betina hewan peliharaan milik Ben yang usianya sama dengan Miko anjing jantan milik Aida.


" Ok! Aku masih ingin disini." Jay mengiyakan keinginan Ben untuk pulang, dirinya berharap jadi punya kesempatan untuk bertemu dengan Aida di Car Free Day.


Ben berlalu pergi bersama beberapa pengawal yang menemani dia dan sahabatnya sedari tadi, kini hanya menyisakan Jay seorang diri ditengah keramaian.


" Ini kesempatanku untuk bertemu Aida." Ucap Jay sambil mengeluarkan ponsel dari saku celananya.


Perasaan Jay kembali berkecamuk jika kemarin Ben hanya melihat Aida dari selembar foto, hari ini sahabatnya telah melihat secara langsung bahkan mendapat pertolongan dari hewan peliharaan milik gadis yang membuat Bobi patah hati.

__ADS_1


__ADS_2