Aku Yang Menolak Cinta

Aku Yang Menolak Cinta
Episode 15


__ADS_3

Pagi ini seperti biasa Ben sedang menikmati sarapannya, namun ada yang berbeda  dia hanya seorang diri duduk di depan meja makan di temani Pak Musin yang berdiri siap melayani Tuan Mudanya.


Suasana hati Ben sangat dingin tak sepatah kata pun diucapkannya.


" Pak Mus, hari ini saya gak pulang ke rumah utama." Ucap Ben.


" Baik, Tuan Muda." Pak Musin sudah tahu akan kemana Tuan Mudanya pulang nanti.


Ben berdiri merapihkan jasnya, dirinya sudah siap untuk berangkat ke perusahaan.


" Selamat pagi, Tuan Muda kita berangkat sekarang?." Sapa Jay begitu memasuki ruang makan.


" Hmmm...." Ben hanya berdehem.


Ben berjalan melewati Jay yang berbalik badan mengikuti langkah Tuan Mudanya diikuti oleh Pak Musin yang mengatarkan mereka sampai ke depan rumah.


" Selamat jalan, Tuan Muda." Ucap Pak Musin melepas kepergian Ben dan Jay.


.


Di dalam mobil Jay fokus mengemudi sementara Ben duduk bersandar tanpa ekspresi.


" Jay, hari ini saya pulang sendiri." Ucap Ben dingin.


" Baik, Tuan Muda." Jay tak mau menanyakan alasannya melihat sikap Ben yang dingin tak seperti biasanya.


Sepanjang hari Ben disibukkan dengan berkas-berkas penting yang harus dia tanda tangani dan rapat lanjutan membahas pertemuan bisnis di Amerika yang akan berlangsung selama satu minggu.


Ben yang di temani Jay, bertemu dengan rekan bisnis pada jam makan siang di sebuah restaurant membahas kerja sama dan setelahnya mereka menikmati makan bersama.


.


.


.


Aida kembali dengan aktivitasnya selesai kuliah pagi, dia mendapat banyak orderan untuk membelikan makan siang dan beberapa barang lainnya yang di pesan teman-teman di kampusnya.


" Pesanan atas nama Aida." Panggil seorang kasir di restaurant.


" Ya!." Aida bangkit dari tempat duduknya untuk mengambil pesanan.


Setelah membayar pesanan miliknya Aida berbalik badan hendak pergi. Namun, Aida mendapati Jay sudah berdiri di depannya.


" Kak Jay." Sapa Aida tersenyum.


" Hai! Ai." Sapa balik Jay.


" Kakak makan siang disini?." Tanya Aida.


" Iya, tunggu sebentar. Kakak mau bayar billnya dulu." Ucap Jay. Aida mengangguk.


Jay berdiri di depan kasih membayar bill makanan dengan kartu debit atas nama perusahaan Askara Grup. Aida menunggunya sampai selesai.


" Kamu mau pulang, Ai?." Tanya Jay.


" Belum, Kak. Aku mau antar orderan dulu." Jawab Aida menunjukkan plastik berisi makanan yang di pesan teman-teman kampusnya.


" Jadi itu orderan." Ucap Jay, " Maaf Kakak gak bisa antar kamu sekarang." Lanjut 'Jay.


" Gak apa-apa, Kak. Aku pesan ojek online aja." Jawab Aida.

__ADS_1


" Kamu hati-hati di jalan." Ucap Jay.


" Iya, Kak. Aku pergi dulu." Aida pamit berbalik badan.


" Tunggu, Ai." Ucap Jay menghentikan langkah Aida.


Aida berbalik badan, " Ada apa, Kak?." Tanya Aida kembali mendekati Jay.


" Hari ini Kakak mau ajak kamu makan malam, bisa?." Tanya Jay.


" Emhhh! Aku harus minta izin Kakek dan Nenek ku dulu." Jawab Aida.


" Apa orangtua yang Kakak lihat itu...." Ucap Jay.


" Iya Kak, itu Kakek dan Nenekku, hanya mereka keluarga yang aku punya." Jelas Aida.


Sebenarnya Jay sudah mengetahui jika Aida hanya tinggal bersama Kakek dan Neneknya sejak kedua orangtuannya sudah meninggal dunia. Jay hanya ingin terkesan tidak mengetahui apapun tentang Aida gadis pujaan hatinya.


" Ok! Kakak tunggu kabar darimu." Ucap Jay.


" Iya, Kak." Aku pergi sekarang ya, ojek onlinenya udah datang." Aida harus pamit mengatar orderan.


" Iya, sampai jumpa." Jay melambaikan tangan, dalam hati dia berharap Aida bisa makan malam dengannya.


Aida tersenyum dan melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahan dengan Jay.


.


.


.


" Jay! Kau sudah mempersiapkan semuanya?. Tanya Ben.


" Sudah Tuan Muda." Jawab Jay.


" Selain pertemuan bisnis aku ingin kau mengecek cabang perusahaan mie instan kita disana, kirim laporannya padaku langsung via email." Perintah Ben.


" Baik, Tuan Muda." Jawab Jay singkat.


" Kembalilah dalam dua minggu." Pinta Ben.


" Siap! Tuan Muda." Jay harus melaksanakan tugas pentingnya sebagai asisten pribadi Ben Askara.


Selama di luar negeri yang artinya dia tidak akam bertemu dengan Aida dalam kurun waktu dua minggu ke depan karena itu sebelum keberangkatannya, Jay ingin mengajak Aida makan malam.


.


.


.


Aida sampai di rumahnya sore hari setelah menyelesaikan pekerjaannya.


" Aida pulang." Seru Aida masuk ke dalam rumah.


Aida mencium punggung tangan sang nenek yang menyambut kepulangannya.


" Kamu udah makan, Ai?." Tanya Nenek Miranti.


" Sudah, Nek." Jawab Aida.

__ADS_1


Aida mengajak neneknya duduk di sofa ruang tamu karena ada yang ingin di sampaikannya.


Namun, belum sempat mengutarakan apapun ponsel Aida berbunyi notifikasi ada pesan whatsApp yang masuk.


Pesan dari seorang pelanggan baru yang menamai dirinya Tuan B, memesan untuk di belikan makan malam dan diantarkan ke apartement mewahnya pukul 7 malam. Aida pun menerima orderannya.


Ada juga pesan lain yang masuk dari Rena yang meminta Aida menemaninya untuk menginap, sebab temannya itu hanya sendirian di rumah.


" Ada apa, Ai?." Tanya Nenek pada cucu kesayangannya.


" Apa Aida boleh menginap di rumah Rena, Nek? Tapi sebelum itu Aida mau makan malam sama Kak Jay." Ungkap Aida.


" Kamu sudah pacaran dengannya, Ai? Tanya Kakek yang datang ikut duduk di sofa.


" Belum, Kek." Jawab Aida jujur.


Nenek dan kakek sudah terbiasa jika Aida sesekali menginap di rumah temannya, apalagi jika di rumah Nura sahabatnya jadi tak ada masalah.


" Inget! Kalau sudah selesai makan malamnya kamu langsung ke rumah Rena." Kakek Rianto memberi izin cucunya.


" Jadi, Aida dapat izin?." Tanya Aida memastikan.


" Kalau Kakekmu sudah bicara begitu, kami mengizinkan." Jawab Nenek Miranti tersenyum.


" Makasih ya Nek, Kek." Aida memeluk sang nenek.


" Iya, jaga dirimu." Nenek Miranti mengelus lembut kepala cucunya.


" Siap! Ibu Ratuku tersayang." Ucap Aida tersenyum senang.


.


Aida mengirim pesan pada Rena kalau dirinya akan datang meninap dan memberi kabar pada Jay kalau dirinya bisa makan malam bersama. Kemudian dia beristirahat lebih dulu di kamar tidurnya sebelum pergi mandi dan bersiap untuk membeli mengantarkan orderan pelanggannya lebih dulu karena dia tak mau menolak pesanan dari pelanggan barunya dan makan malam dengan Jay.


.


Sebelum hari berganti malam Aida sudah menyiapkan keperluannya untuk menginap di rumah Rena.


Aida juga sudah selesai bersiap, di depan cermin Aida yang mengenakan atasan kemeja lengan pendek di padupadankan dengan rok panjang selutut belum lagi riasan tipis diwajah yang semakin mempercantik dirinya sedang berkaca.


" Semoga Kak Jay, suka melihat penampilanku nanti." Aida penuh harap.


Aida yang sudah memesan taksi online keluar dari kamarnya untuk berpamitan dengan kakek dan neneknya.


" Aida berangkay ya Kek, Nek." Aida mencium punggung tangan kakek dan nenekmya bergantian.


Aida memilih menggunakan taksi online sebagai modal transportasi menuju restaurant untuk membeli pesanan pelanggannya dan bertemu dengan Jay nanti. Aida tak masalah meski dia harus merogok kocek lebih dalam demi menjaga penampilannya.


Sesampainya di restauran Aida memesan beberapa menu makanan dan minuman sesuai orderan yang diterimanya.


Setelah cukup lama menunggu pesanan take away Aida datang dan dia langsung membayarnya dan kembali memesan taksi online menuju sebuah apartement mewah.


" Aku harus segera mengatarkan pesanan ini supaya gak terlambat bertemu Kak.Jay." Ucap Aida.


Di dalam taksi Aida berkirim pesan dengan Rena kalau dia harus menyelesaikan pekerjaannya dan pergi makan malam dulu bersama seseorang sebelum datang ke rumah temannya.


" Sebentar lagi sampai, Mba." Ucap Supir taksi online.


" Iya, Pak." Sahut Aida.


Taksi online yang ditumpangi Aida berhenti tepat di lobby apartement mewah. Aida turun dari mobil usai membayar ongkosnya dengan uang tunai.

__ADS_1


__ADS_2