Aku Yang Menolak Cinta

Aku Yang Menolak Cinta
Episode 5


__ADS_3

Satu bulan berlalu, Aida masih berkirim pesan dengan Jay meski tak setiap hari juga tak tentu kapan waktunya karena Jay yang sangat sibuk dengan pekerjaannya sebagai Asisten CEO dari Askara Group. Jay juga hanya bisa sesekali menyempatkan diri untuk bertemu dengan Aida meski hanya diwaktu jam makan siang itu pun bisa dihitung jari karena hanya dua sampai 3 kali dalam seminggu bahkan dia masih belum menaggih janji Aida yang ingin mentraktirnya makan. Sementara Bobi mulai rutin menyapa dan menunggu kedatangan Aida di kampus sejak Aida yang pada akhirnya setuju untuk berteman dengan laki-laki yang sukarela membantu pekerjaan Aida tanpa diminta..


" Ai! dia gak ada kerjaan lain apa selain buntutin kamu?." Tanya Nura berbisik, dia mulai jenggah dengan keberadaan Bobi disekitarnya dan juga Aida.


Aida mengangkat kedua bahunya, " Aku harus gimana?." Tanya Aida balik pada Nura yang menghela napas panjang.


" AI! apa ada yang bisa aku bantu?. Tanya Bobi yang mengikuti kedua gadis berjalan di lorong kampus sedari tadi.


" Ada! sebaiknya kamu pergi dari sini, kita mau masuk kelas." Sahut Nura yang terlanjur kesal dan tak habis pikir dengan Bobi menempel pada Aida seperti prangko.


Bobi tak mengubris perkataan Nura, dia hanya ingin Aida yang bicara padanya. Akhirnya Aida meminta Bobi untuk pergi ke kelasnya sendiri karena mereka berbeda kelas dan juga berbeda fakultas di kampus tempat mereka menuntut ilmu selama 2 tahun terakhir. Bobi pun menuruti permintaan Aida karena sebentar lagi dia juga ada kelas untuk mata kuliah pertama pagi ini. Hanya saja sebelumnya Bobi bermaksud mengantarkan Aida sampai di depan kelasnya baru dia akan pergi.


" Sampai jumpa, Ai." Bobi berpamitan.


" Sampai jumpa." Ucap Aida lalu tersenyum melepas perginya Bobi.


Aida dan Nura memasukki kelas mereka dengan perasaan tenang, apalagi Nura bisa bernapas lega usai Bobi pergi menghilang dari padangannya. Tak masalah bagi Nura sebenarnya jika Bobi ingin berteman dengan Aida yang merupakan sahabat baiknya, hanya saja laki-laki satu ini terkesan berlebihan meski terkadang keberadaan Bobi cukup membantu Aida jika dia banyak mendapat orderan jasa titip dari para pelanggannya.


" Ai! kamu harus tegas sama Bobi, aku curiga dia punya maksud lain deketin kamu." Selidik Nura setelah menilai perilaku Bobi selama ini.


" Emhhh... Awalnya aku risih tapi makin kesini jadi biasa aja, apalagi dia banyak membantu." Ungkap Aida.


" Bisa jadi karena dia suka sama kamu, coba aja kamu perhatiin." Jelas Nura memberi saran untuk sahabatnya.


Aida juga menduga hal yang sama tapi bagaimana dia harus menyikapi perilaku Bobi, dia takut menyinggung perasaan orang lain. Apalagi jika sampai nantinya menimbulkan masalah. Tapi, benar kata Nura, Aida harus tegas pada Bobi sebelum terlampau jauh.


Sampai saat ini Aida belum berkeinginan menjalin hubungan dengan seseorang karena fokusnya hanya pada kuliah dan belajar. Pekerjaannya saat ini selain karena hobinya membantu orang lain Aida juga ingin mencari pengalaman sebelum terjun kedunia kerja setelah lulus kuliah nanti. Entah itu mencari pekerjaan di perusahaan atau melebarkan sayap jasa titip order yang sekarang dia tekuni.


.


Mata kuliah pertama di kelas Aida dan mahasiswa lainnya telah dimulai, dosen memberikan materi dan tugas yang harus dikerjakan oleh mereka. Dosen memberikan pertanyanya berupa soal yang harus dijawab mahasiswa yang ditunjuknya.


Aida selalu mendapat giliran pertama diantara mahasiswa yang lain, sang dosen sangat percaya pada kemampuan Aida yang selalu bisa mengerjakan setiap soal dengan benar dan tepat. Dengan kepintarannya Aida menjadi salah satu mahasiswi yang dikategorikan cerdas dan berprestasi di kampus. Cantik, pintar, baik hati, rajin dan pekerja keras menjadikan sosok Aida dikenal baik oleh teman-teman di dalam dan luar kelas.


.


Hari ini ada dua mata kuliah di kelas Aida berada dan semua telah selesai, Aidan dan Nura keluar dari ruang kelas. Mereka akan menuju ke kantin kampus untuk membeli makan siang. Sambil berjalan Aida mengeluarkan ponsel yang dia aktifkan mode heningnya  selama kelas berlangsung dari dalam tas tote bag yang dia gunakan.


Aida membuka WhatsApp dan melihat ada beberapa panggilan tak terjawab dan beberapa pesan masuk, salah satu yang menarik perhatiannya semua panggilan tak terjawab berasal dari kontak Jay. Segera Aida membuka deretan pesan masuk dari Jay yang belum terbaca.

__ADS_1


" Ai! bisa kita bertemu hari ini?."


" Kabari kakak."


" Bisa kita bertemu jam makan siang?."


" Apa kamu sedang kuliah?."


" Aku menunggumu di depan kampus."


Baris pesan terakhir yang dikirim sepuluh menit lalu oleh Jay membuat Aida terkejut dan segera membalas pesannya.


" Maaf! Kak, aku baru selesai kuliah. Kakak, dimana sekarang?." -Aida-


Langkah Aida yang hendak menuju kantin jadi terhenti.


" Ai! jadi ke kantin gak?. Tanya Nura.


" Sebentar, Ra. Aku balas pesan dulu penting." Jawab Aida.


.


" Masih di depan kampus, kamu kesini." -Jay-


.


" Ra! aku pulang sekarang ya ada janji, maaf kita gak jadi ke kantin bareng." Ucap Aida


" Gak apa-apa, kamu pergi aja. Aku ke kantin sendiri. Cepet jalannya biar gak ketemu si buntut." Jelas Nura pada sahabatnya.


" Dahhh.. Sampai ketemu besok." Aida pamit melambaikan tangannya.


" Dahhh.. Ai." Nura juga melambaikan tangannya.


Nura dan Aida melangkahkan kaki berbeda arah jalan.


.


Benar saja perkiraan Nura begitu dia sampai di kantin, Bobi yang juga baru datang langsung menghapirinya menanyakan keberadaan Aida. Nura menjawab sekenanya, dia sangkat tidak suka dengan Bobi yang gencar mendekati sahabatnya.

__ADS_1


" Dimana, Aida?." Tanya Bobi pada Nura.


" Dia udah pulang duluan. Minggir! aku mau ke kantin." Jawab Nura


" Jangan bohong kamu pasti sembunyikan dia, beritahu aku." Ucap Bobi lagi berperasangka.


" Kamu punya ponsel, gunakan itu." Nura melanjutkan langkah kakinya menyenggol bahu Bobi dengan sengaja membuat laki-laki itu sedikit bergeser dari tempatnya.


Bobi tak terima dia berteriak memanggil Nura yang sama sekali tak bergeming, bagi Nura meladeni Bobi hanya akan membuatnya kesal. Entah kenapa sejak awal dimatanya Bobi begitu menyebalkan meskipun sahabatnya bisa menerima dengan senang hati untuk berteman.


" Ckk! Dasar gadis menyebalkan, jauh banget sikapnya sama Aida." Gerutu Bobi melihat kepergian Nura menuju kantin.


Mengambil ponsel dari saku celananya Bobi segera mengirim pesan pada Aida untuk mencari tahu keberadaan gadis yang disukainya. Bobi kemudian pergi dari tempatnya berada untuk bertemu temen-temannya.


Aida setengah berlari untuk bisa segera sampai di depan kampus, sungguh dia tak enak hati karena membuat Jay menunggunya cukup lama. Karena bagimana pun ponsel jadi benda terlarang untuk diaktifkan suaranya selama mata kuliah sedang berlangsung.


" Kak! dimana? -Aida-


" Mobil putih." -Jay-


Jay duduk di atas kap mobil, dia sudah melihat keberadaan Aida sebelum membalas pesannya.


Mata Aida menyapu ke sekitar kampus sampai dia menemukan mobil berwarna putih yang dimaksud Jay, begitu juga melihat pemiliknya yang duduk sambil melipat kedua lengannya ke depan.


Aida berjalan cepat menghampiri Jay, dia tak ingin membuat pria yang menjadi hero baginya itu menunggu lebih lama lagi.


" Hai! Kak, Maaf ya aku..." Sapa Aida yang terputus.


" Kita lanjut bicara dalam mobil." Jay berdiri melangkahkan kaki membuka pintu mobil untuk Aida, "Masuk!." Ucap Jay lagi. Aida Mengangguk melangkahkan kaki lalu masuk ke dalam mobil.


Jay mengitari mobil lalu membuka pintu dan duduk di kursi pengemudi.


" Maaf ya, Kak! hari ini aku ada dua mata kuliah." Aida menjelaskan juga kalau ponselnya harus dalam mode hening jika sedang kuliah.


Jay tersenyum sambil sedikit mengacak rambut Aida, " Santai, jadi kita mau kemana? hari ini kamu harus teraktir kakak." Aida tersenyum.


Syukurlah Jay tak marah pada Aida. Padahal sejak keluar dari kampus tadi jantungnya tak berhenti berdebar takut dia membuat Jay kecewa karena lama menunggunya.


" Aku tahu tempat makan yang enak, kakak mau coba?." Tanya Aida.

__ADS_1


" Boleh! kamu kasih tahu jalannya." Jawab Jay meneriwa tawaran gadis cantik yang duduk disampingnya.


Jay menyalakan mesin mobil lalu menginjak pedal gas melajukan mobilnya mengarah ke jalan raya, ikut memecah ramainya jalanan ibukota di siang hari.


__ADS_2