Alien Cantik Penakluk Hati

Alien Cantik Penakluk Hati
Menikah


__ADS_3

Agra membacanya dan mulai mengerutkan dahinya karena merasa aneh.


"Hmm, kenapa dia meminta syarat aneh begini," gumam Agra.


"Tapi menurut saya itu tidak merugikan anda Tuan, setujui saja, saya lihat dia wanita yang cantik dan juga pemberani," jawab Maxim, ya.. dia pemberani sampai berani memaki ku. Batinnya


"Iya , suruh dia keruanganku setelah jam kantor selesai..!" Agra


"Baik Tuan," jawab Maxim dengan bernafas lega, akhirnya dia tidak perlu lembur mencari wanita yang cocok untuk Bosnya itu, dia yakin kalau Bos nya itu selektif dan akan menyusahkannya.


***


Bintang kini sudah ada di ruangan Agra, dia tampak diam menunggu Bosnya itu berbicara,karena sedari tadi Agra hanya fokus pada layar laptopnya. Apa aku ini patung? Aku harap bisa menyelesaikan tanda tangan kontrak ini dengan cepat, batin Bintang.


"Hmm, apakah kamu serius mau menjalankan pernikahan ini? Waktunya lumayan lama satu tahun," tanya Agra kini menatap gadis cantik itu.


"Saya yakin asalkan Bos mau menerima beberapa syarat dari saya," jawab Bintang dengan yakin.


"Oke, aku setuju, kalau begitu silahkan baca perjanjian itu, mulai sekarang panggil aku Agra saja, dan kamu jangan terlalu canggung padaku..!" Agra


Benar juga sih, mana mungkin seorang yang sudah menikah memanggil suaminya Tuan atau Bos. Pikir Bintang


Bintang mengangguk, dia membaca isi kontrak yang harus dijalani selama setahun itu, lalu menandatangani ya dengan yakin karena itulah salah satu cara agar bisa mencharger kekuatannya terus menerus tanpa rasa khawatir.


***


Dua Minggu kemudian mereka mengadakan acara pernikahan, Bintang yang memang tidak mempunyai keluarga di bumi, dia mengaku jika tidak mempunyai keluarga, dan dia dibesarkan di panti asuhan.


Pernikahan itu memang diadakan secara besar-besaran, karena mengingat jika Agra ini CEO muda yang terkenal, dia juga ingin merasakan ketenangan, karena jika semua orang tau kalau dia sudah menikah maka tidak akan ada yang akan menawarkan anak gadisnya lagi padanya.


Acara itu juga bertujuan untuk meyakinkan ibunya Lolita bahwa dia sungguh-sungguh menikahi wanita pilihannya, yang dia cintai dan memperlakukan Bintang layaknya ratu.


Bintang dan Agra mulai berakting seperti sepasang suami istri yang baru sah menikah, mereka tampak malu-malu dan mulai mesra di hadapan semua orang.


"Berakting lah dengan benar..!" Bisik Agra ditelinga Bintang.

__ADS_1


"Iya aku tahu, kamu yang seharusnya lebih natural, jangan kaku begitu, masa memperlakukan istri sendiri kasar begini, seharusnya lemah lembut dong..!" Bisik Bintang di telinga suaminya.


"Kamu mulai berani berkata begitu padaku, ingat aku atasanmu!" Bisik Agra lagi.


"Tentu saja, status ku juga sekarang kan istrimu," bisik Bintang lagi dengan senyum kemenangan.


Para tamu begitu iri, mengira sepasang pengantin itu sedang berbisik saling menyatakan perasaan, saling melempar kata-kata manis.


Lolita tidak menyukai Bintang, dia dan Meira kini melihat Bintang dengan tatapan penuh kebencian, lihat saja seberapa lama kamu bertahan menjadi menantuku, pikir Lolita.


Oke, ini bukan kemenangan yang abadi, aku yakin hubungan mereka pasti akan berakhir. Pikir Meira


***


Malam itu mereka menginap di kediaman Darmaja, dengan kamar yang khusus dipersiapkan untuk sepasang pengantin, ada bunga mawar dan aroma kamar yang sangat menenangkan, ya... semua orang tentu mempersiapkan ini semua untuk menyambut pengantin baru.


Bintang duduk ditepi ranjang, aku tak percaya aku menikah dengan manusia, jangan sampai Agra tahu siapa aku yang sebenarnya, batin Bintang.


"Ingat, ini hanya pernikahan kontrak, kamu tidak boleh mencari kesempatan dan merayuku!" Ucap Agra sinis menatap Bintang, meski dia mengakui jika hari ini Bintang sangatlah cantik dengan gaun putih itu, membuat dia tergoda namun dia kembali teringat Nadia.


"Iya, tentu saja tapi harus ada guling diantara kita..!" Agra


"Hahahaha, kamu pikir aku tertarik padamu?" Keluh Bintang.


"Lalu, untuk apa kau ingin tidur sambil menggenggam tanganku?" Tanya Agra.


"Itu, aku hanya takut di tempat asing, aku hanya memastikan jika saat malam tiba kamu tetap disini," Bintang beralasan.


"Benarkah?" Tanya Agra lagi, dia merasa jika Bintang menyembunyikan sesuatu.


Bintang mengangguk, kemudian dia pergi ke kamar mandi dengan membawa baju gantinya.


Agra diam, dia bingung karena dia kini harus berbagi ranjang dengan gadis itu, dia lebih suka sendirian, dia tidak mau diganggu orang lain, dia terbiasa melakukan apapun sendiri, dia merasa jika kehadiran Bintang sangat mengganggunya.


Mereka pun tidur dengan saling berpegangan tangan dengan guling diantara mereka, ya… itu syarat yang diberikan oleh Bintang, dia ingin memastikan jika setiap malamnya dia akan menerima energi dari sentuhan Agra hingga dia tidak mengkhawatirkan kekuatannya lagi, itu seperti chargeran rutin untuk Bintang.

__ADS_1


***


Saat pagi datang, mereka sudah tidur dengan posisi saling berpelukan, entah kemana guling yang menjadi pembatas sebelumnya.


Agra yang pertama bangun, langsung kaget bahkan dia mendorong Bintang, membuat gadis itu terjatuh dari atas ranjang.


"Aduh… kamu apa-apan sih?" Keluh Bintang sambil memegang bagian badannya yang terasa sakit.


"Kemana guling semalam?" Tanya Agra.


"Astaga, bukannya menolong atau meminta maaf, kamu malah menanyakan hal yang tidak penting," keluh Bintang.


"Masalahnya guling itu hilang dan kamu malah tidur sambil memelukku, dasar bisa-bisanya kamu mencari kesempatan," Agra marah.


Bintang berdiri, dia melihat guling itu di lantai dan mengambilnya, dia melemparkan guling itu tepat di wajah Agra. "Ambilah guling berhargamu itu!"


Saat Agra ingin marah dan melemparkan guling itu kembali, Bintang menghentikan waktu, memang tubuh Agra sempat kaku namun di menit kemudian dia bisa sadar, Bintang tidak menyadari hal itu, dia mendekati Agra dan mulai memaki sambil mencubit pipi Agra.


"Kamu itu manusia paling menyebalkan tau! Aku benci, tapi aku membutuhkan energimu untuk bertahan hidup," ucap Bintang sambil mencolek hidung Agra.


Itu sedikit membuat Agra ingin bersin, namun dia tahan, dia ingin tahu lebih banyak apa yang diinginkan Bintang.


"Ya, aku tak punya pilihan, sepertinya kamu memang jodohku, dan aku harus bisa membuatmu bersikap manis padaku, agar aku merasa lebih baik." Bintang


Bintang pergi ke kamar mandi dan mulai membuat waktu berjalan seperti semula, semntara Agra yang memang sudah sadar dari tadi, dia mulai mencerna apa yang dikatakan Bintang.


"Sepertinya dia memang bukan makhluk jahat, tapi sebaiknya aku harus waspada terus, aku tidak tahu apakah energi yang dia maksud akan membuat aku mati? Bisa saja bukan dia mengambil energiku dan membuatku mati lebih cepat," gumam Agra pelan, dia masih belum yakin jika Bintang makhluk yang baik.


Tok


Tok


Tok


Terdengar suara ketukan pintu yang membuat Agra heran, "siapa yang mengganggu pengantin baru?" Gumamnya pelan, dia berdiri mendekati pintu besar itu.

__ADS_1


Bersambung ….


__ADS_2