Alien Cantik Penakluk Hati

Alien Cantik Penakluk Hati
Harus Pergi


__ADS_3

Setelah kepergian mereka berdua, Agra mulai berdiskusi dengan Istrinya, "kita sebaiknya pindah rumah saja sayang, aku tidak mau kalau mereka datang lagi..!" 


"Tapi…, hmm… baiklah kalau memang itu bisa membuatmu lebih nyaman, aku juga sepertinya butuh rumah dengan taman, banyak bunga juga, sepertinya akan menyenangkan," ucap Bintang.


Tanpa pikir panjang lagi, Agra langsung memberi tugas kepada asistennya untuk mencari mansion yang sempurna menurutnya, dia juga meminta lokasinya tidak jauh dari keluarganya karena Langit pasti perlu kunjungan dari nenek dan kakeknya juga.


Langit mulai menangis, dia sepertinya ingin ASI sehingga membuat Bintang kini fokus pada bayinya.


Semoga kamu sepenuhnya menjadi manusia Langit, agar kamu bisa bertahan hidup di bumi ini, ibu tidak akan tega melihat kamu menderita, batin Bintang sambil mengusap rambut tipis sang bayi.


Flashback


Suatu hari karena kecerobohan Bintang dan keingintahuan yang menggebu, wanita itu mengendarai kendaraan luar angkasa tanpa izin ayah dan ibunya, dia menjelajah alam semesta, dia terus saja menjalankan kendaraannya, merasa takjub dengan dunia luar yang baru dia lihat.


"Aku belum pernah melihat ini semua, waw... ini keren," ucap Bintang.


Dia melihat banyak planet, kendaraan itu berjalan terlalu jauh sehingga radar komunikasi didalam alat itupun tidak bisa digunakan.


"Kenapa ini bisa mati? Aku tidak bisa menghubungi ayah, sebaiknya aku kembali sebelum ayah memergokiku menggunakan kendaraannya," gumam Bintang berniat membelokan kendaraannya.


Namun dia melihat planet berwarna biru, warna yang menarik untuknya, "Sangat indah…, aku penasaran apakah disana ada kehidupan? Sebaiknya aku melihat-lihat sebentar sebelum pulang," ucap Bintang dan melaju bersama kendaraannya ke planet itu tanpa berpikir panjang.

__ADS_1


Dia tak bisa mengendalikan laju kendaraannya, ternyata ada semacam tarikan yang menyebabkan kendaraan yang Bintang tumpangi terjatuh dan terdampar di planet itu, kendaraannya hancur namun dia ternyata selamat karena terlempar ke luar sebelum kendaraan itu meledak.


"Aku selamat? Astaga badanku sakit semua, tapi dimana aku? Dan… dan dimana kalungku?" Ucap Bintang yang kaget, dia juga kini merasa bingung, dia memaksakan diri untuk bangun dan mencari kalung yang menjadi alat komunikasinya, alat satu-satunya yang menjadi harapannya yang mungkin akan berguna saat ini.


Hingga dia kelelahan, dia pun merasa putus asa, dia menangis sendirian, dia tidak bisa menemukan kalungnya.


"Dimana aku? Ayah, ibu tolong aku..! Hiks…," Bintang benar-benar merasa menyesal telah bertindak ceroboh.


Dua hari dia diam disana, mencari makan seadanya dari hutan, hingga dia bertekad untuk bertahan hidup, dia berjalan dan terus berjalan hingga dia menemukan sebuah perkampungan.


Setiap hari Bintang belajar dan belajar memahami planet yang kini dia tinggali, dia juga mempelajari semua tentang manusia hingga dia berpindah ke wilayah yang lebih menarik untuknya.


Dia pindah ke pusat kota. Dia membaca semua buku di perpustakaan besar, membuatnya mengetahui semua hal tentang planet biru itu yang ternyata bernama bumi, dan akhirnya dia memilih bekerja menjadi dosen di sebuah kampus, dengan kekuatannya dia bisa membuat identitas palsu dan masuk begitu mudah.


Flashback off


***


"Hey, kamu melamun sayang?" Tanya Agra sambil menepuk pundak sang istri membuat bayangan masa lalu itu buyar seketika.


"Hmm, tidak…, aku ingin mandi, kamu jagain Langit dulu ya..!" Ucap Bintang yang beranjak dari sofa menuju box bayi Langit, menidurkan bayinya yang sedari tadi memang sudah terlelap.

__ADS_1


Agra memperhatikan bayinya sambil membaca laporan keuangan perusahaan, dia begitu fokus kali ini karena perusahaan mengalami beberapa masalah yang harus segera diselesaikan.


Bintang kembali dengan badan yang sudah segar, dia mendengar pikiran Agra yang sedang bingung karena harus pergi ke luar negeri tapi tidak tega meninggalkan anak dan istrinya.


Bintang bergegas berpakaian, setelah itu mendekati sang suami, "pergilah jika itu sangat penting..!"


"Tapi aku mengkhawatirkan kalian, apalagi kamu yang selalu membutuhkan energi," ucap  Agra memandang wajah Bintang.


"Tidak apa-apa jika itu hanya beberapa hari saja, aku akan menunggumu," jawab Bintang dengan tatapan meyakinkan.


"Kamu serius?" Tanya Agra.


"Iya, aku akan baik-baik saja, kamu terlalu khawatir sayang..!" ucap Bintang sambil tersenyum.


Mereka pun berpelukan, "terimakasih…," Agra berbisik di telinga istrinya, Agra memang harus pergi ke luar negeri dan tidak bisa digantikan oleh siapapun, ini masalah perusahaan yang harus diselesaikan secepat mungkin.


"Sama-sama sayang," bisik Bintang di telinga suaminya.


Aku tidak tahu bisa bertahan atau tidak selama kamu pergi, tapi aku tidak mau menjadi beban dan penghalang disetiap langkahmu, batin Bintang.


Mereka melepaskan pelukan itu saat mendengar suara tangisan bayi, "sepertinya dia tidak rela berbagi kasih sayang ibunya, hehe…," ucap Agra yang mampu membuat Bintang tersenyum, memang sekarang dia harus membagi cintanya pada sang buah hati dan suaminya.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2