Alien Cantik Penakluk Hati

Alien Cantik Penakluk Hati
Dikurung


__ADS_3

Devan yang terus saja berteriak meminta pertolongan kini dia pun ikut duduk disamping Agra, suaranya sudah habis sampai tenggorokannya sakit dan serak, dia sepertinya sudah menyerah karena tidak ada orang yang mendengar suara teriakannya.


"Ternyata memang tidak ada orang, kita harus bagaimana Ga?" Tanya Devan.


"Memang tidak ada orang, jadi buat apa kamu teriak-teriak? Menghabiskan tenagamu saja," jawab Agra datar.


"Aish, aku kan hanya sedang berusaha, siapa tau kan ada orang lewat meski hanya satu orang, namanya juga usaha," jawab Devan ketus.


"Sekarang masih ingin berteriak?" Tanya Agra.


"Tidak," jawab Devan singkat, ya… dia memang sudah kehabisan suaranya.


"Ga, menurut kamu kita nanti bakal diapain setelah dikurung begini?" Tanya Devan.


"Hhmm, mana aku tahu." Agra


Devan yang lelah mengajak Agra bicara pun dia akhirnya diam, memang temannya itu tidak bisa diajak berdiskusi sama sekali.


Agra kini menunduk merasakan ketidakberdayaannya, bukannya dia itu CEO yang biasanya mempunyai banyak ide dan kekuasaan.


Entahlah, dia menjadi lemah karena memikirkan istrinya, bahkan dia tidak punya cara untuk keluar dari tempat itu, biasanya dia akan teliti menilai orang, tapi kenapa dia bisa ditipu lelaki asing?.


Tak lama mereka mendengar suara pintu terbuka, ya.. pintu depan yang terbuka menandakan ada orang yang masuk ke rumah itu.


"Ga, dia datang," ucap Devan lalu berdiri, "hei keluarkan kami dari sini, kami akan berikan apapun asal kalian melepaskan kami dulu!" Teriak Devan.


Sementara Agra masih dalam posisinya, duduk menyender ke pintu.


"Siapa nama kalian, sebutkanlah! Katakan dengan jujur maka aku akan mempertimbangkannya," jawab lelaki itu.


"Oh astaga, sebenarnya apa yang dia inginkan?," Gumam Devan pelan, "apa kita harus menjawabnya dengan jujur Ga?" Tanya Devan yang kini berjongkok.


"Terserah!" Jawab Agra.


"Jawabanmu sama sekali tidak membantuku Ga," keluh Devan.

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


"Cepat katakan nama kalian!" Teriak lelaki itu.


"Oke, oke, setelah aku katakan ku harap kamu akan melepaskan kami, kami tidak mempunyai niat jahat sama sekali, namaku Devan dan nama temanku Agra," jawab Devan yang memilih berkata jujur.


Terdengar suara pintu dibuka, Agra pun mulai berdiri karena merasa bahwa mereka akan dikeluarkan dari tempat itu.


Ceklek


Saat pintu terbuka lebar Agra tiba-tiba mengeluarkan air mata yang tak bisa dia tahan lagi.


"Bintang," gumamnya pelan, dia langsung memeluk istrinya yang begitu dia rindukan. Dengan pelukan itu seketika membuat Bintang merasa lebih baik, dia lebih segar dari sebelumnya.


Devan yang kaget dan merasa salah menilai lelaki yang mengurungnya tadi, dia nampak diam, terharu menyaksikan pertemuan sepasang suami istri itu, dia tidak pernah membayangkan jika ini akan terjadi.


Mereka pun duduk di tengah rumah, Bu Wati dan suaminya sangat senang karena Bintang akhirnya bertemu suaminya, wanita itu akhirnya bisa pulang.


Flashback


"Ada apa Pak?" Tanya Bu Wati.


"Itu Bu, Bapak mengurung dua lelaki asing di rumah kayu,hah … hah…," jelas pak Haru mengatakan sambil terengah-engah karena kelelahan berlari.


"Pencuri pak?" Tanya bu Wati panik.


"Bukan Bu, mereka mencari wanita yang hilang, dan ketika bapak lihat ada foto Nak Bintang, bapak cuma takut kalau mereka berniat jahat pada Bintang tapi bapak juga ingin memastikan apa mereka benar keluarga Nak Bintang atau bukan, jadi bapak kurang dulu mereka disana." Pak Haru


"Astaga Pak, terus gimana?" Tanya Bu Wati.


"Ya, kita bawa nak Bintang kesana, kita tanya nama mereka dan jika Nak Bintang mengenali suaranya maka kita buka saja pintunya." Pak Haru

__ADS_1


"Tapi Nak Bintang masih lemah Pak," Jawab Bu Wati.


"Hmm, tapi kan Bu jarak ke rumah kayu itu dekat, kita bantu Nak Bintang berjalan sampai kesana untuk memastikan saja..!" Pak Haru.


Mereka pun menceritakan semuanya pada Bintang yang terbaring di ranjang, namun Bintang yang sangat berharap itu adalah suaminya atau setidaknya suruhan suaminya, membuat dia semangat.


Bintang menyetujui saran Pak Haru, dia berjalan perlahan dibantu Bu Wati sampai ke rumah kayu yang jaraknya memang tidak terlalu jauh.


Bintang yang berdiri tepat di depan pintu itu merasa gelisah, dia sedikit takut jika orang itu ternyata suruhan Meira atau orang jahat lainnya.


Namun saat mendengar suara Devan yang dia kenal dia tersenyum, apalagi mendengar nama Agra disebutnya.


Bintang mengangguk sambil tersenyum pada Bu Wati dan Pak Haru, membuat mereka juga ikut senang dan membuat pintunya dengan senang hati.


Ceklek


Tepat saat pintu dibuka, Bintang bisa melihat wajah suaminya lagi, dia menangis, dia langsung mendapatkan pelukan hangat dari sang suami yang bahkan membuat energinya kembali.


"Syukurlah kamu selamat sayang," bisik Agra ditelinga Bintang dengan masih memeluknya dengan erat seakan dia tidak mau kehilangan Bintang lagi.


Flashback off


Mereka yang berniat pulang akhirnya menginap dulu di rumah Bu Wati mengingat hari sudah sore. Perjalanan menuju mobil Agra pun sangat jauh, Bintang yang sudah pulih sebenarnya bisa berteleportasi hingga sampai ke Apartemen, tapi bagaimana dengan Devan? Akhirnya mereka mengalah.


"Andai si Devan tidak ikut, kita bisa menghilang berdua sampai ke Apartemen kita, mendarat di kasur empuk dan memelukmu sampai puas," keluh Agra.


"Sstt… jangan begitu, dia kan temanmu yang juga membantumu..!" Jawab Bintang membela Devan.


"Hmm, iya.. iya, bagaimana keadaanmu? Dan bagaimana bisa kamu sampai ada ditempat ini?" Tanya Agra penasaran.


"Aku akan menceritakannya nanti, aku hanya ingin memelukmu saat ini," ucap Bintang dengan manja yang mampu membuat Agra tersenyum.


sementara disebrang sana, ada mata yang seakan iri, ya.. Devan iri dengan kemesraan mereka karena mengingat dia bahkan tidak punya kekasih karena kesibukannya.


"Apa mereka tidak melihat jika aku disini sendirian?" keluh Devan, karena pak Haru dan bu Wati juga sedang memasak berdua dengan saling menggoda satu sama lain, membuat Devan merasa iri benar-benar iri.

__ADS_1


Devan mulai berpikir untuk mulai mencari pasangan, dia ingin cepat kembali pulang agar bisa bekerja seperti biasanya, dia tidak mau berlama-lama bersama dua pasangan suami istri yang bermesraan itu.


Bersambung…


__ADS_2