
Keesokan harinya sesuai janjinya Fenina datang menjemput Langit, mereka berangkat bersama dengan baju yang senada, mereka tampak kompak sekali.
Nenek Gina melambaikan tangannya pada Langit sambil tersenyum, sementara anak lelaki itu hanya melambaikan tangan tanpa ekspresi apapun, Langit tetap saja memikirkan ibunya yang menghilang.
Apa mamah meninggal? Tapi kenapa cara mamah meninggal tidak seperti yang lain, bukankah kalau ada orang meninggal akan ada pemakaman? Sebenarnya mamah pergi kemana? Pikir Langit yang bingung.
"Langit, acaranya dimulai jam berapa?" Tanya Fenina.
"Emm, gak tahu Tante, langit gak baca suratnya, tapi papah baca," jawab Langit.
"Oh, yaudah Gapapa, Tante harap kita gak terlambat ya," ucap Fenina, karena dia tidak yakin, dia takut salah mendengar apa yang dikatakan bos nya semalam lewat telepon, karena waktu itu ia dalam keadaan sangat mengantuk.
Mereka pun sampai di sekolah, sudah banyak teman-teman langit yang berkumpul, mereka datang bersama ibu mereka, membuat Langit merasa iri.
"Langit, kamu kenapa sayang?" Tanya Fenina.
"Gapapa Tante, ayo …!" Ajak Langit berjalan masuk, mencari tempat duduk.
Semua anak bernyanyi diatas panggung, mereka menyanyikan lagu kasih ibu.
Langit adalah salah satu diantara anak itu, dia bahkan bernyanyi sambil menangis, ya… dia seketika mengingat masa dimana ibunya masih ada, masih selalu menemaninya, seketika rasa sedihnya memuncak.
Setelah nyanyian itu selesai, para siswa dipersilahkan turun dari panggung untuk menemui ibu mereka dan memberikan sekuntum mawar merah yang mereka pegang lalu memeluk sang ibu.
Langit sungguh bingung, apa bunga ini kuberikan pada Tante Fenina saja? Batin Langit.
__ADS_1
Namun Langit membeku di atas panggung, dia terkejut menatap seorang wanita yang berada diantara semua ibu-ibu di sana, dia melihat sosok wanita yang mirip sekali dengan ibunya, bahkan tersenyum padanya.
Mamah…., Batin Langit.
Dia mengucek matanya, dia berpikir jika itu hanya halusinasinya saja karena dia terlalu merindukan ibunya, aku pasti berkhayal, gak mungkin mamah ada disini, Pikirnya.
Namun wanita itu masih ada menampakan dirinya, tersenyum, bahkan merentangkan kedua tangannya seakan menyambut Langit, anak lelaki itu pun berlari sekuat tenaga sambil menangis, dia tidak peduli jika itu hanya hayalan, yang penting dia bisa melihat bayangan ibunya dengan jelas.
Aku berharap ini nyata, semoga nyata, batin Langit sambil berlari.
"Mamah….," Ucap Langit sambil memeluk wanita itu.
"Maafkan Mamah yang datang terlambat Langit," ucap Bintang yang memeluk erat tubuh anaknya itu.
Fenina yang melihat itu pun tak kalah terkejut, dia tersenyum senang melihat momen indah Langit hari ini, dia bahkan mulai merekam video mereka lalu mengirimkannya pada Bos nya.
Sementara ditempat lain, Agra yang terkejut dengan video yang dikirimkan sekretarisnya itu, dia langsung pergi mengendarai mobilnya, dia merasa bahagia, dia sampai meneteskan air matanya.
Apakah kamu benar-benar pulang sayang? Syukurlah jika kamu baik-baik saja, tunggu aku disana Bintang..! Batin Agra.
Sesampainya dia di sekolah Langit dia berlari kesana kemari mencari keberadaan anaknya di dalam kerumunan.
"Dimana mereka?" Gumam Agra.
Hingga Agra terpaku saat melihat wanita yang sangat dia rindukan, dia berjalan perlahan seolah belum percaya dengan apa yang dilihatnya, dia berjalan sambil menahan tangis bahagianya.
__ADS_1
Fenina juga sudah menatap Agra dengan senyuman, dia bahkan menepuk pundak Bintang agar menoleh pada sang suami, bintang tersenyum, dia melambaikan tangannya pada lelaki itu, Langit juga ikut melambaikan tangannya.
Agra berjongkok di hadapan Bintang dan Langit yang sedang duduk, "apa benar ini kamu? Aku tidak bermimpi kan?" Tanya Agra pada Bintang yang kini ada dihadapannya, namun wanita itu hanya tersenyum.
Agra mulai memegang tangan itu, dia merasakan jika itu nyata, "Aku bisa merasakannya, aku tahu jika kamu pasti kembali," ucap Agra yang kini bangkit dan memeluk Bintang.
"Aku juga ingin dipeluk," protes Langit saat melihat mereka berpelukan.
"Iya sayang, kemarilah..!" Ucap Bintang lalu memeluk dua lelaki yang dia rindukan.
"Maafkan aku, karena datang terlambat," bisik Bintang ditelinga Agra
"Tidak masalah, asalkan kamu baik-baik saja dan kembali memeluk kami lagi seperti ini..!" Jawab Agra di telinga istrinya.
Selama ini Bintang berada di planetnya untuk memulihkan kondisinya yang lemah, ya… Bintang yang sekarat membuat sinyal perlindungan diri otomatis bekerja, membuatnya menghilang dan kembali ke tempat asalnya.
Disana Bintang disambut hangat oleh keluarga aslinya, Bintang dirawat sampai benar-benar sembuh, namun dia merindukan keluarga kecilnya, hari-harinya begitu hampa, orangtua Bintang yang melihat itu, mereka pun mengizinkan Bintang kembali ke bumi dengan membawa kalung ajaib, kalung yang bisa membawanya pergi ke planetnya untuk mengisi charger.
Kali ini Bintang tidak perlu mengkhawatirkan hal lain, dia tidak perlu mengkhawatirkan nyawanya yang terancam.
Bintang kini bisa hidup nyaman bersama keluarga kecilnya dibumi dan masih bisa bertemu orang tuanya di planet lain .
...Tamat...
...Terimakasih untuk kalian yang telah setia menemani saya di karya novel ALIEN CANTIK PENAKLUK HATI, jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya..!...
__ADS_1
...Pembaca setia adalah hal paling berharga yang dimiliki seorang penulis, tanpa kalian.. para penulis bukanlah apa-apa. thanks... ♥️♥️♥️♥️🙏...
...Follow icha_violet 💜🙏...