
Bintang seolah tak percaya wajah tampan yang kaku itu berubah menjadi wajah yang manis sekali, membuat Bintang bahkan gemas ingin mencubit pipi suaminya, namun sebisa mungkin Bintang menahan keinginannya itu.
Agra yang sadar, dia mulai mendorong Bintang dan lekas berdiri, "maaf, dan terimakasih karena telah menolongku," ucap Agra yang sedikit salting itu.
Bintang pun bangun, dia bangun sendiri karena suaminya tidak peka bahkan hanya untuk mengulurkan tangannya.
"Sama-sama, kita mau kemana lagi? Mau ngapain?" tanya Bintang.
"Kita bermain volly saja di pinggir pantai, kamu bisa kan?" Tanya Agra sedikit menatap dengan tatapan meremehkan.
"Tentu saja aku bisa," jawab Bintang yakin.
***
Sementara ditempat lain, Meira sedang bersama Daniel, dia memarahi temannya yang gagal dengan rencana mereka.
"Kamu kenapa bisa gagal? kerja gitu doang gak bisa." Meira
"Aku gak tahu kalau dia bisa menemukanku secepat itu," ucap Daniel yang teringat jika Agra tiba-tiba muncul dibelakangnya dan memukulnya, dia tahu Agra seseorang yang mempunyai banyak keahlian dan koneksi yang dapat menemukannya, namun dia tidak berpikir akan secepat itu.
"Kamu aja yang cari tempat sembunyi terlalu mudah." Meira
"Sudahlah, kalau kamu cuma mau marah-marah, lebih baik kamu pulang sana!," ucap Daniel kesal.
"Hmm," Meira memilih duduk dan diam, dia sedang memikirkan rencana lain dan tentunya dia akan membutuhkan bantuan Daniel.
***
Sementara ditempat lain, Bintang dan Agra ereka sedang asyik bermain volly, ternyata memang benar Bintang jago dalam olahraga itu, mereka lawan yang sebanding membuat mereka kini berkeringat karena bermain cukup lama.
Bintang menepi, dia mengambil air minum mineral yang dia bawa.
"Apa kamu cuma membawa satu botol minuman?" Tanya Agra.
"Iya, kalau kamu mau, ya minum saja punyaku..!" Bintang menyodorkan air mineralnya yang belum habis.
"Tidak perlu, aku tidak meminum bekas orang lain," jawab Agra.
"Hahaha, baiklah lebih baik aku habiskan saja," ucap Bintang yang baru saja mau meneguk minuman itu lagi, namun Agra merebutnya dan menghabiskan air itu.
__ADS_1
Bintang yang kaget, dia tampak diam, memperhatikan lelaki yang berhasil merebut minumannya secara kasar, astaga… tadi dia bilang tidak mau, dasar..., batin Bintang.
Mereka kembali ke rumah besar itu untuk beristirahat sejenak dan makan siang, namun Bintang yang belum ingin makan, dia malah berenang di kolam renang yang tersedia di rumah itu.
Agra hanya memperhatikan Bintang sambil meneguk minumannya, dia melihat setiap gerak-gerik istrinya, melihat bagaimana cara wanita itu berenang.
"Sepertinya dia suka olahraga, dia mahir diberbagai bidang olahraga pantas saja tubuhnya bagus," gumam Agra.
Saat Bintang selesai, dia berusaha naik dan menyudahi olahraga itu, dia kini berdiri dengan pakaian dan rambut yang basah. Penampilannya membuat Agra sedikit tertarik, Agra memikirkan sesuatu rencana.
Mereka pun makan bersama, tentunya setelah Agra selesai mandi. Bintang sekarang lebih banyak tersenyum, tidak seperti biasanya, dia begitu menikmati suasana indah disana.
"Hmm, apa kamu suka tinggal disini?" Tanya Agra yang tiba-tiba membuyarkan lamunannya.
"Tentu, disini indah," Jawab Bintang singkat, tapi aku lebih suka kembali ke planetku karena aku merindukan keluargaku, batin Bintang.
Seketika wajah Bintang berubah sedih, itu membuat Agra bingung. Bukannya dia bilang suka, kenapa dia sedih? Pikir Agra.
"Lalu kenapa kamu sedih?" Tanya Agra.
"Aku hanya teringat jika aku tidak punya siapa-siapa dan tidak punya keluarga," jawab Bintang yang menatap ke arah luar.
Apa dia punya keluarga di planetnya? Ya, dia pasti kesepian. Pikir Agra
"Tapi pernikahan ini hanyalah pura-pura, aku juga takut nantinya akan membuat nenekmu kecewa." Bintang
Sontak jawaban itu membuat Agra kaget, dia baru sadar jika semua ini terbongkar maka hati yang paling terluka adalah hati neneknya dan Agra tentu peduli, bagaimana kalau nenek syok? , kalau tentang ibu dan ayahnya dia sama sekali tidak peduli karena memang kedua orangtuanya sejak dulu sibuk bekerja tidak ada waktu untuk Agra membuatnya kini jauh dari mereka, seakan tidak ada ikatan antara orang tua dan anak.
Kini mereka saling diam dengan lamunannya masing-masing.
***
Ketika malam datang Agra yang mengantuk dia berniat tidur namun Bintang mengunci pintu kamarnya.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
Ceklek
"Ada apa?" Tanya Bintang.
"Ada apa katamu, aku mau tidur, aku ngantuk," jawab Agra dengan kesal karena pertanyaan Bintang.
"Tapi perjanjiannya kan berubah, aku hanya akan tidur denganmu selama dua malam sekali," keluh Bintang menahan tubuh Agra.
"Lalu, aku tidur dimana? Kan aku bilang nenek mengunci semua kamar disini," Agra kini semakin merasa kesal.
"Terserah, itu urusanmu." Bintang
Saat Bintang ingin menutup pintu, Agra menahannya. "Tolonglah jangan seperti ini, aku tidak suka tidur di sofa."
Agra masuk dengan cepat, dia bahkan berbaring lebih dulu, Bintang pun naik ke ranjang dan mulai bergeser ke arah Agra mendorongnya dengan punggungnya. "Geser dong..!"
"Bukannya ranjang ini besar? Kenapa kamu terus bergeser kearahku?," Keluh Agra yang tak mau kalah, dia pun menggeser punggungnya ke arah yang berlawanan.
Malam itu mereka malah saling merebut kekuasaan, ingin bagian tempat tidur yang paling luas.
"Berhentilah..! Kalau seperti ini terus, kapan kita tidur?" Agra lalu bangkit, dia berjalan mengelilingi ranjang dan dia menghempaskan tubuhnya, dia menindih tubuh Bintang.
"Aku tidur begini saja," jawab Agra tanpa rasa bersalah, dia tidak tahu kalau badannya berat dan menindih Bintang yang bertubuh ramping.
Deg
Deg
Deg
Namun keduanya tampak diam, Bintang sedikit gugup namun dia juga tidak menolak jika dia mendapatkan energi tambahan lagi karena tadi dia telah menggunakan kekuatannya, Maslah tubuh Agra yang berat sebenarnya bintang tidak masalah, dia bukan manusia biasa, dia bisa menahan beban itu.
Agra memeluk Bintang semakin erat, dia merubah posisinya, kini dia berada disamping wanita itu.
Dia menatap dalam bola mata indah Bintang, "Sebenarnya aku mau jika hubungan kontrak ini kita akhiri saja, kita mulai dari awal dengan saling mengenal dan memahami satu sama lain, aku mulai tertarik denganmu, aku akan benar-benar menjadikanmu keluarga Darmaja dan nenekku tentu tidak akan kecewa bukan? Bagaimana?" Tanya Agra dengan masih menatap Bintang tanpa berkedip.
Bintang bingung harus menjawab apa, itu memang uang dia inginkan, mengikat Agra agar menjadi miliknya , dia membutuhkan energi Agra dan juga sebagai teman hidup dibumi, namun dia tidak mau jika nanti Agra kecewa karena dirinya.
Bintang menghela nafasnya pelan, "aku memang tidak mau nenek kecewa, tapi--- ,"
__ADS_1
"Tapi apa? kau menolakku?" tanya Agra yang kemudian melepaskan pelukannya.
Bersambung...