
Bintang panik, dia mengkhawatirkan kondisi nenek Gina yang masih kurang sehat, dia mencoba menelepon Agra suaminya.
"Hallo, sayang, nenek dimana? Apa dia bersamamu?" Tanya Bintang panik.
"Nenek? Bukannya dia ada di Mansion? Dia tidak ada disini, aku kan pergi bekerja, oke..., aku akan menelpon nenek, siapa tahu nenek pulang bersama Fitri pulang ke Mansionnya," ucap Agra.
Tut…
Agra langsung menutup teleponnya, dia panik, dia dengan cepat menghubungi sang nenek namun tidak diangkat.
Dia menghubungi nomor Rumah, dan berhasil diangkat oleh salah satu pelayan.
"Hallo, apa nenek ada di Mansion?" Tanya Agra.
"Ada tuan, Nyonya besar sedang istirahat dikamarnya, sejak kedatangannya tadi pagi, Nyonya belum keluar dari kamarnya, apa perlu saya panggilkan dokter?" Tanya Dini salah satu pelayan di Mansion.
"Tidak, tunggu sampai saya datang, kamu antar makanan saja ke kamar nenek, pastikan nenek makan dengan benar..!" Ucap Agra.
"Baik Tuan." Jawab Dini.
Tut…
Panggilan pun berakhir, Agra dengan cepat membawa tasnya , dia menyerahkan semua pekerjaan pada Maxim, dia lebih mengkhawatirkan nenek Gina.
"Aku percayakan semuanya padamu ya Maxim..!" ucap Agra berlalu pergi.
Maksim mau tidak mau mengangguk, dia harus bisa menyelsaikan pekerjaannya yang dipastikan akan menumpuk hari ini.
***
__ADS_1
Selama diperjalanan Agra mendapatkan telepon dari Bintang berkali-kali, hingga akhirnya Agra mengangkatnya.
"Bagaimana, apa nenek ada di Mansionnya?" Tanya Bintang.
"Ada, kamu tidak usah khawatir..!" Agra
"Apa aku boleh menemui nenek ke Mansionnya?" Tanya Bintang.
"Seharusnya begitu, dan kamu harus menjelaskan semuanya agar nenek tidak bingung..!" Ucap Agra
"Baiklah, aku akan segera kesana," jawab Bintang.
Tut…
Agra tiba lebih dulu, dia langsung menemui sang nenek, Agra mengomeli neneknya seperti mengomeli anak kecil, "nenek kenapa pulang tapi gak bilang dulu sama aku Nek? aku khawatir saat tahu nenek tidak ada di Mansion, Agra harap Nenek tidak mengulanginya lagi..!"
"Hmm, nenek kan pulang ke Mansion nenek, apa yang dikhawatirkan?" Jawab nenek Gina.
"Nenek tidak lapar," jawab nenek Gina singkat.
"Ayolah, tapi aku lapar Nek, temenin aku ya..!" Agra mulai memaksa, membuat sang nenek turun dari ranjang empuknya.
Agra membatu nenek Gina berjalan menuju meja makan, mereka pun duduk dan mulai makan, meski nenek Gina makan sedikit tapi setidaknya neneknya itu sudah lebih baik, mau keluar kamar serta makan sendiri, tanpa perlu disuapi.
Bintang datang bersama Langit, nenek Gina tersenyum pada Langit, namun dia mengabaikan Bintang.
Agra yang berusaha menghibur sang nenek dia melakukan hal lucu bersama baby L, terkadang Langit jatuh karena dia oleng saat berjalan, dan terkadang Agra juga pura-pura jatuh seperti Langit, tentu itu berhasil membuat nenek Gina tertawa.
***
__ADS_1
Langit yang kelelahan, siang itu dia tertidur pulas, Agra menyuruh Bintang untuk mulai berbicara pada sang nenek yang kini berniat memasuki kamarnya.
"Nek, biar Bintang bantu ya?" Ucap Bintang, dia langsung memegangi lengan sang nenek.
"Hmm," nenek Gina tidak menolak, dia membiarkan Bintang membantunya karena dia sedikit lemas dan tak mampu menopang tubuhnya sendiri.
Nenek Gina berbaring di ranjangnya, "Nenek mau istirahat, kamu boleh keluar sekarang..!" Ucap nenek Gina pada Bintang, namun wanita itu malah duduk dipinggir ranjang.
"Nek, maafin Bintang ya? Nenek tidak berhalusinasi, aku hanya mencoba menolong nenek waktu itu, aku panik dan menggunakan kekuatanku agar kita bisa langsung brpindah ke dalam mobil, dan pengendara itu akhirnya menabrak pohon bukan nenek, aku memang bukan manusia Nek, tapi Nenek gak usah khawatir, aku tidak punya niat buruk sama sekali," ucap Bintang panjang lebar, sebisa mungkin dia menjelaskan semuanya.
Nenek Gina membalikan badannya, dia menatap Bintang dengan tatapan tak percaya, "kalau kamu bukan manusia, lalu kamu itu apa?" Tanya nenek Gina yang seketika bangkit dari posisi yang sebelumnya berbaring.
"A–aku hanya makhluk dari planet lain, aku sama seperti kalian, hanya saja aku mempunyai kelebihan yaitu kekuatan menghilang," jawab Bintang.
"Kenapa kamu mau menikah dengan cucuku?" Tanya nenek Gina penasaran.
"Karena Agra tahu kalau aku bukan manusia normal sejak awal Nek, dia menerima aku apa adanya dan aku membutuhkan Agra untuk mengisi energiku," jawab Bintang.
"Mengisi energi bagaimana?" Tanya nenek Gina tidak mengerti.
"Hmm, biar Agra yang menjelaskan sisanya Nek, nenek bisa bertanya pada cucu Nenek tentang aku..!" Ucap Bintang kemudian dia bangun dan berteleportasi sampai ke Mansionnya, dia bahkan melupakan Langit yang tertinggal disana.
Bintang berhasil mendarat dikamarnya, dia menangis sejadi-jadinya, dia seperti bersiap-siap kalau sebentar lagi nenek Gina akan membuangnya, mengasingkannya, melarang Agra dekat dengannya.
"Di, di–dia menghilang?" Gumam nenek Gina tak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan.
Apa dia benar-benar bukan manusia? lalu Langit cucuku, bagaimana dengannya? pikir nenek Gina.
"Agra…, Agra….," Teriak nenek Gina yang mampu didengar pelayan, membuat Agra kini masuk dengan rasa khawatir.
__ADS_1
Bersambung…