Alien Cantik Penakluk Hati

Alien Cantik Penakluk Hati
Mabuk Kendaraan


__ADS_3

Selama di dalam mobil Bintang sudah berkali-kali protes, "hati-hati Ga, jangan ngebut begini!".


Agra tidak mau mengatakan jika Langit sedang bermasalah, dia tidak mau Bintang ikut panik dan berteleportasi langsung ke Mansion, itu akan menambah masalah baru.


Dia Fokus agar tidak mengatakan apapun di dalam hati dan pikirannya agar tidak terdengar oleh istrinya, dan sepertinya karena panik Bintang pun tidak terlalu menajamkan pendengarannya.


"Iya, ini tidak begitu cepat, ini masih normal," jawab Agra.


"Normal apanya? Ga kamu jangan main-main!" Teriak Bintang.


Dan akhirnya mereka sampai di Mansion, Bintang keluar dengan kepala yang sedikit pusing, bahkan dia merasa mual karena cara Agra membawa kendaraan yang ugal-ugalan.


Bintang tertinggal, kini Agra sudah jauh dari pandangannya, "sebenarnya ada apa sih sampai-sampai dia mengabaikanku?" Protes Bintang, dia bertanya pada dirinya sendiri.


Bintang mencoba menyusul Agra dengan keadaan yang bisa dibilang kacau, dia berjalan cepat dengan memegang kepalanya dan mulutnya yang seakan ingin mengeluarkan semua makanan tadi.


Saat dia sampai di dalam rumah, dia melihat Langit yang berdiri memegang ujung bagian pinggir sofa, dia bahkan tertawa sambil berkata, "ma-ma-mah, Pah..."


Bintang yang terkejut, dia sampai membuka mulutnya, dia menangis terharu karena baru kali ini Langit bisa memanggilnya mamah dengan jelas, lalu dia menghampiri Langit perlahan karena takut membuatnya kaget.


"Sayang…," ucap Bintang Lalu memeluk anak lelakinya yang berusia sekitar 8 bulan namun perkembangannya lumayan cepat.


"Nenek, lain kali jangan buat aku panik lagi..!" Protes Agra pada sang Nenek.


"Nenek hanya terlalu terkejut karena saking senangnya," jawab nenek Gina.


"Iya, tapi aku mengira ada sesuatu yang buruk yang terjadi pada Langit, bahkan aku membawa mobil tanpa memikirkan nyawaku Nek," keluh Agra.


"Iya maafkan nenek," ucap sang nenek sambil memalingkan wajahnya, nenek Gina memang terkesan memiliki harga diri yang tinggi.


Oh jadi ini penyebab Agra bersikap aneh, membawa mobil ngebut-ngebutan dan membuatku hampir pingsan karena pusing dan mual, batin Bintang.


Tapi Bintang merasa senang karena ternyata tidak ada hal yang serius yang terjadi pada Langit dan dia malah mendapatkan kejutan.


"Sudahlah sayang, jangan begitu terus pada nenek..!" Ucap Bintang menenangkan suaminya.


Agra yang masih banyak pekerjaan, dia kembali setelah 15 menit bermain dengan Langit disana, sementara Bintang memilih diam dirumah karena masih merasa pusing.

__ADS_1


Sepertinya aku membutuhkan minuman segar, pikir Bintang.


"Bi, buatkan aku jus mangga ya.. yang sedikit asam kalau bisa..!" Pinta Bintang.


"Kamu kenapa?" Tanya nenek Gina saat melihat Bintang memijat-mijat kepalanya.


"Gapapa Nek, aku hanya mual dan pusing saja," jawab Bintang.


"Apa kamu hamil lagi?" Tanya sang nenek yang kini duduk disebelah menantu anaknya itu.


"Hehehe, sepertinya bukan Nek, aku hanya–," belum sempat Bintang melanjutkan ucapannya, nenek Gina beranjak dari sana, dia pergi menelpon Devan.


Astaga, aku cuma mabuk kendaraan bukan hamil, batin Bintang.


****


Setengah jam berlalu kini Devan sudah ada di Mansion, dia tersenyum pada Bintang.


"Wah… ternyata Agra perkasa juga ya? Coba aku periksa sudah berapa bulan kandunganmu?" Tanya Devan lalu duduk di sofa diseberang Bintang.


"Hahaha… dua–," Bintang


Kenapa semua orang suka sekali memotong pembicaraanku, pikir Bintang.


"Dua piring maksudnya, bukan dua bulan," jawab Bintang.


Devan sama sekali tidak mengerti, dia tidak tertawa sama sekali, dia seperti kebingungan karena jelas-jelas nenek Gina memberitahunya kalau Bintang hamil lagi.


"Sebentar, aku tidak mengerti," keluh Devan.


"Aku tidak hamil, aku tadi mabuk kendaraan saja, nenek salah paham," jawab Bintang.


"Oh, aku kira akan ada bayi lagi," jawab Devan dengan nada kecewa.


Karena Devan terlanjur datang, dia memeriksa keadaan Bintang, dia memberi vitamin dan obat pereda mual.


"Terimakasih ya," ucap Bintang.

__ADS_1


"Sama-sama, aku akan pergi sekarang karena aku dokter tampan yang sibuk," jawab Devan dengan senyuman dan gaya so nya itu.


Bintang hanya tersenyum kecil lalu menggendong Langit untuk mengajaknya bermain di tempat lain.


Devan yang berniat pulang mendapatkan banyak pertanyaan dari nenek Gina, namun dia menjelaskan hal yang sebenarnya jika Bintang tidak hamil, terlihat wajah kecewa dari sang nenek, sepertinya dia begitu menginginkan cicit lagi.


***


Hari ini Agra libur, dia mengajak Langit dan Bintang berjalan-jalan, berbelanja apa yang mereka butuhkan, Bintang juga perlu dibawa keluar dari Mansion agar dia tidak bosan.


Langit yang mulai aktif memang memerlukan pengawasan lebih, kini Langit digendong oleh sang ayah membawanya berkeliling untuk membeli baju baru, baju yang lebih besar untuk Langit karena baju sebelumnya yang mereka beli sudah tidak muat lagi.


"Langit begitu cepat tumbuh besar, sampai bajunya tak ada yang muat, aku semakin gemas dengan pipinya yang mengembang," ucap Bintang ingin rasanya mencubit pipi anaknya itu, namun Agra menjauhkan Langit agar pipi mulus dan kenyal Langit itu selamat.


"Sayang, kasihan kan…," ucap Agra.


"Aku mencubitnya pelan, pelan sekali, lagi pula dia anakku," keluh Bintang, namun seketika dia berlari menuju jejeran baju bayi yang lucu-lucu di seberang sana.


"Astaga, ibumu mulai lagi, dia akan membeli banyak baju untukmu, dan akan memakaikannya bergantian setiap hari," ucap Agra pada Langit.


Agra menyusul sang istri dengan Langit yang dia gendong.


"Sayang, bagus yang ini atau yang itu?" Tanya Bintang menunjukan dua pasang baju bayi laki-laki.


"Emm aku tidak tahu, yang jelas dua-duanya lucu, kamu beli saja semuanya..!" Ucap Agra.


Bintang tersenyum senang, dia langsung membeli banyak pakaian.


"Astaga, banyak sekali, lebih baik aku membeli toko bajunya saja daripada kamu harus membawa baju sebanyak itu ke Mansion kita," keluh Agra.


"Tapi semuanya lucu …," jawab Bintang merengek.


"Langit saja yang mau beli baju dia diam, kenapa malah kamu yang merengek? hmm... Ambilah beberapa baju saja, kita bisa mampir ke toko lain juga..!" Ucap Agra.


Bintang dengan susah payah memilih beberapa baju yang paling bagus dan lucu menurutnya, meski dia merasa kesulitan memilih, hingga mereka selesai dan Agra mengajak istrinya untuk makan lebih dulu.


Namun tak disangka tatapan Agra tiba-tiba berubah saat dia melihat seseorang yang kini ada dihadapannya.

__ADS_1


Aku tak menyangka akan bertemu dengannya disini, batin Agra.


Bersambung …..


__ADS_2