Alien Cantik Penakluk Hati

Alien Cantik Penakluk Hati
Pingsan


__ADS_3

Agra yang baru sampai di kantor, dia langsung berhadapan dengan sang ibu, "Jam segini baru datang, seharusnya kamu memberikan contoh yang baik untuk karyawanmu Ga..!" Lolita


"Iya Mah, lagi pula ini kan kantorku, aku bebas datang kapan saja," jawab Agra dengan malas, dia berniat duduk namun dia melihat seorang gadis di belakang ibunya yang sangat dia kenal.


"Kenapa dia ada disini?" Tanya Agra.


"Hmm, jangan begitu Ga, dia sekarang sekretaris barumu..!" Lolita


"Apa? aku gak mau Mah, apa mamah tau apa yang telah dia lakukan? Dia itu kan bekas narapidana, aku tidak akan sembarangan menerima pekerja." Agra


"Sudahlah, Mamah kira itu hanya kesalahpahaman kalian saja, buktinya Meira bisa bebas, berarti dia tidak bersalah, pokoknya Mamah mau dia bekerja sebagai sekretaris kamu, titik." Lolita


Agra yang malas berdebat, karena ibunya pasti ingin menang sendiri, dia pun menyerah, "terserah Mamah aja lah, aku pusing," jawab Agra lalu menuju tempat duduknya, dia fokus memandang layar laptopnya dan mulai bekerja, mengabaikan kedua wanita yang dianggapnya menyebalkan itu.


Sepertinya Mamah ingin aku bersama Meira, tidak Mah, tidak akan pernah. Pikir Agra


***


Bintang yang baru bangun, dia meraba ranjang disebelahnya namun dia tidak menemukan suaminya, dia bangkit karena penasaran dengan kemana perginya Agra, matanya kini fokus pada selembar surat diatas bantal.


"Surat apa itu? Padahal sekarang kan zaman modern dan sudah canggih," ucap Bintang lalu membaca isi surat itu, dia tersenyum tersipu malu.


Ternyata surat itu dari suaminya, Agra meneyelipkan kata-kata romantis di dalamnya, membuat Bintang merasa bahagia, aku tidak menyangka dibalik sikapnya yang dingin ternyata ada sisi romantis dari dirinya, batin Bintang.


Wanita itu melipat kertas itu dengan perlahan dan sangat hati-hati, dia menyimpannya di laci lemarinya.


Kemudian dia bergegas mandi dan membereskan kamar yang dibuatnya berantakan tadi, mengingat hal itu dia kembali merasa malu sendiri.


Untuk menyambut kedatangan suaminya, Bintang menyiapkan makan sore, agar saat pulang Agra bisa langsung makan bersamanya.


Tiba-tiba ponselnya berbunyi, menandakan ada pesan masuk, Bintang mencoba membuka pesan itu.


(Sayang, kamu sedang apa? Aku merindukanmu ♥️) Agra 


Bintang yang senang, dia sampai melompat kegirangan, dia duduk di sofa dengan santai dan mulai mencoba membalas pesan dari laki-laki yang manis itu, ya… Agra bukan lagi laki-laki yang menyebalkan di mata Bintang.


(Aku baru saja mau menyiapkan makanan untukmu, pulanglah lebih cepat..! ♥️) Bintang


(Oke, sayang… kamu jangan terlalu banyak bekerja, kalau lelah kamu bisa memesan makanan saja, aku tidak masalah..!) Agra

__ADS_1


(Iya, aku tidak papa kok, aku ingin memasak menggunakan tanganku sendiri, khusus untuk suamiku.. hmmm) Bintang 


(Hmm, kamu memang perhatian sayang, terimakasih.. i love you ♥️) Agra 


Bintang merasa malu untuk membalas ungkapan cinta dari Agra, dia kemudian membiarkan ponselnya dan melanjutkan aktivitas memasak lagi sambil bernyanyi.


***


Di kantor, Meira yang datang ke ruangan Agra dan tak sengaja melihat pria tampan di hadapannya tersenyum memandangi ponsel seperti anak remaja yang kasmaran.


Aku belum pernah melihatnya sebahagia itu, bahkan untuk sekedar tersenyum, aku tidak pernah melihatnya, baru kali ini aku melihat pemandangan langka ini. Pikir Meira


Tiba-tiba dia melihat Agra yang seakan gelisah, dia mengambil dan menaruh ponselnya lagi, terus saja seperti itu, dia benar-benar sedang gelisah menunggu balasan pesan dari Bintang sampai tidak menyadari kehadiran Meira.


"Ga, ini laporannya," ucap Meira mendekati lelaki itu.


"Simpan saja di meja!" Jawab Agra ketus, dia memang tidak suka dengan Meira.


"Kamu sepertinya sedang senang? Ada kabar bahagia apa?" Tanya Meira.


"Tentu saja aku bahagia, aku kan pengantin baru, kalau sudah tidak ada hal lain lagi, silahkan keluar dari ruangan ku..!" Ucap Agra sinis.


Meira nampak kesal, dia keluar ruangan dengan kaki yang bahkan beberapa kali dia hentakan dilantai.


Apa aku telpon saja ya? Emm... tidak. Aku tidak boleh mengganggunya, tadi dia bilang mau memasak, lagi pula ada Boy dan Ben berjaga disana, pikir Agra.


***


Akhirnya Agra bisa pulang, dia membereskan semua barang-barangnya, dia sudah tidak sabar untuk pulang dan bertemu istri yang dia rindukan.


"Ga, kita makan dulu yu, mampir di restoran dan memesan makanan kesukaanmu..!" Ajak Meira bahkan dia merangkul lengan atas Agra.


Agra perlahan melepaskan tangan yang menggelayut manja itu, "aku sibuk," jawab Agra dan bergegas pergi dengan langkah cepat dia tidak mau Meira menyusulnya. 


Agra sampai di Apartemen secepat yang dia bisa, dia disambut hangat oleh sang istri yang memakai celemek, menurut Agra itu penampilan tercantik Bintang, karena melayaninya dengan sepenuh hati, merekapun makan bersama.


***


Hari-hari mereka lewati dengan bahagia, mereka menjalani sebuah keluarga yang harmonis. Setiap sore Bintang menyambut suaminya sepulang kerja, hingga suatu hari Bintang pingsan dihadapan Agra.

__ADS_1


"Kamu kenapa sayang..? Bangunlah.., jangan membuatku khawatir..!" Ucap Agra lalu membopong tubuh istrinya, memindahkannya ke atas ranjang.


Aku harus bagaimana? Tidak mungkin bukan jika aku membawanya ke Rumah Sakit? Pikir Agra


Dia mondar mandir tidak jelas, kemudian dia teringat satu nama, ya.. Devan, aku bisa meminta bantuannya, pikir Agra.


Dia segera mengambil ponselnya, "hallo… kamu lagi dimana?" Tanya Agra.


"Wah, wah, wah, sungguh suatu kehormatan aku mendapatkan telepon darimu, memangnya kenapa? Seharusnya kamu bertanya dulu tentang kabarku dulu..!" Devan


"Aku sedang tidak ingin basa-basi, cepatlah datang ke Apartemenku, istriku pingsan!" Ucap Agra kesal.


"Aku lagi ada tugas, kamu bisa membawa istrimu ke Rumah Sakit..!" Devan.


"Tidak bisa, cepatlah datang, aku akan membayarmu 100 kali lipat!" Perintah Agra.


"Baiklah jika ini keadaan darurat," jawab Devan menyetujuinya, dia menyerahkan tugasnya pada dokter lain.


Sesampainya di alamat yang diberikan Agra, Devan langsung masuk dan bahkan dia ditarik oleh Agra, dia langsung memeriksa keadaan Bintang.


"Bagaimana keadaannya?" Tanya Agra.


"Aku sedikit tidak mengerti dengan keadaan istrimu, sepertinya dia hanya kelelahan, ini ada beberapa vitamin dan coba nanti saat dia bangun kamu suruh istrimu melakukan testpack..!" Devan


Testpack, apa dia hamil? Pikir Agra.


"Baiklah, aku akan menuruti apa yang kau sarankan, aku berharap kamu mau menjadi dokter pribadi istriku, bagaimana?" tanya Agra.


"Tergantung bayarannya, hmmm..." jawab Devan.


"Tak masalah," jawab Agra yakin.


Bintang yang mulai membuka matanya, dia menurunkan kedua kakinya, dia kini duduk ditepi ranjang. Agra yang baru menyadarinya dia langsung menghampiri istrinya itu, membantu Bintang ke kamar mandi karena dia merasa mual.


"Sepertinya dugaanku benar, sebaiknya kamu menjaga istrimu lebih baik lagi..! aku pergi dulu, karena banyak pasien menungguku," ucap Devan lalu membereskan barang-barangnya.


"Terimakasih dokter...," ucap Bintang dengan suara lemah.


"Sama-sama." Devan

__ADS_1


Setelah kepergian Devan, Bintang makan disuapi Agra, lalu meminum beberapa vitamin, dan kini dia sedang dikamar mandi untuk melakukan testpack, Agra menunggu didepan pintu kamar mandi dengan jantung berdetak tak karuan.


Bersambung...


__ADS_2