Alien Cantik Penakluk Hati

Alien Cantik Penakluk Hati
Panik


__ADS_3

Sementara ditempat lain Agra sedang mencari keberadaan istrinya itu, bahkan disana secara kebetulan ada Meira dan ibunya, Meira mencoba membantu Agra sementara Bu Lolita memilih pulang.


Agra begitu panik, dia hampir menyerah karena tidak menemukan sang istri, disaat genting seperti itu, Maxim datang.


"Bos, mobil anda hilang, saya yakin tadi hanya meninggalkan mobil itu sebentar, kuncinya pun ikut hilang, padahal tadi saya yakin menyimpannya di saku celana saya, maafkan saya Bos,," ucap Maxim sambil menundukan kepalanya, dia juga yakin jika dia akan dimarahi oleh Bosnya.


"Aku tidak peduli, yang kupedulikan adalah istriku, istriku juga hilang, cepat cari!" Teriak Agra yang membuat Maxim dengan cepat berlari sambil memanggil nama istri Bos nya.


"Mungkin Bintang pulang lebih dulu ke Apartemennya Ga, kamu gak usah sepanik itu..!" Meira


"Kamu benar, aku akan cek kesana," jawab Agra tanpa teringat untuk menghubungi Bintang lewat ponsel.


Sesampainya di Apartemen Agra tidak menemukan istrinya, Meira juga mencari kesana kemari, ya… Meira ikut karena dia yang memberikan tumpangan pada Agra.


"Tidak ada, kemana dia pergi?" Ucap Agra yang mulai frustasi dia duduk di sofa dengan wajah menunduk, Apa dia diculik lagi? Pikir Agra, yang kemudian menatap ke arah Meira dengan tatapan penuh amarah.


"Apa kamu yang menculiknya lagi hah?" Teriak Agra.


"Untuk kali ini aku tidak tahu Ga," jawab Meira.


"Kamu pasti bohong, dimana istriku?" Tanya Agra lagi, dia bahkan mulai menarik lengan Meira dengan kasar.


"Aku tidak tahu Ga, coba kamu telepon, siapa tahu diangkat..!" Saran Meira yang membuat lelaki itu memiliki sedikit harapan, kenapa aku baru terpikir untuk menelpon ya? batin Agra.


Dia melihat jika banyak panggilan tak terjawab dari istrinya, dia merasa heran karena dia tidak merasa ada panggilan masuk, ternyata handphone nya dalam keadaan silent, dan langsung menelpon balik namun kali ini ponsel Bintang lah yang tidak bisa dihubungi.


"Astaga, kenapa ponselnya jadi gak bisa dihubungi?" ucap Agra.


Agra terpikir untuk menyuruh seseorang mengurus masalah ini, dia mondar-mandir menunggu kabar dari suruhannya itu.

__ADS_1


"Hallo, bagaimana?" Tanya Agra.


"Bos, kami menemukan mobil bos masuk ke jurang, apa mungkin nyonya ada di dalam sana?"


"Apa? Tidak, tidak mungkin, aku akan kesana sekarang," jawab Agra lalu menutup teleponnya. Dia pergi bahkan meninggalkan Meira disana sendirian, Meira berteriak memanggil nama pria itu namun diacuhkan.


***


Sesampainya di lokasi, pria itu mendekati mobilnya yang sudah hancur, ya.. mobil itu meledak.


Agra menatap mobilnya yang hancur dengan tatapan sedih, bahkan kini tak terasa air matanya menetes, hatinya hancur, sehancur mobil yang ada didepan matanya, "apa kamu yakin dia ada di dalam?" Tanya Agra pada Maxim.


"Aku tidak tahu Bos siapa yang membawa mobil itu, tapi apa iya mobil itu bergerak sendiri?" Jawab Maxim.


Agra terdiam, "pastikan dengan cepat! Aku berharap tidak ada jasad istriku di dalam sana."


Agra kini duduk di tanah dengan menundukan kepalanya, dia sedang merasa gelisah dan sedih, namun dia masih memiliki harapan kecil, berharap tidak ada istrinya di dalam mobil, dan dia bisa mencari istrinya lagi.


"Apa kamu benar-benar pergi? Kenapa secepat ini? Kenapa kamu tega padaku? Bukankah kita berjanji untuk merawat bayi kita bersama?," Gumam Agra pelan dikamar sendirian.


Keesokan harinya Agra tidak ingin pergi ke kantor, dia hanya berbaring di kamar sambil memeluk selimut yang biasa mereka pakai, selimut yang hangat dan masih tercium wangi khas parfum istrinya, membuat pria itu bisa sedikit mengobati kerinduannya, dia sangat betah berlama-lama disana.


"Jika dia selamat, aku akan lebih menjaganya, aku berjanji akan mengalah padanya, membahagiakannya, jika kamu ada diluar sana, maka bertahanlah sayang… sampai aku menemukanmu..!" Gumam Agra pelan.


Agra memang sangat khawatir mengingat keadaan Bintang semakin lemah semenjak hamil, dia pasti memerlukan energi sentuhan dari suaminya.


Nenek Gina bahkan datang untuk menemani cucunya, membuat cucunya tenang dan menemaninya menghadapi cobaan ini.


"Terimakasih Nek, tapi aku tidak mau makan," jawab Agra.

__ADS_1


"Kamu harus makan, nanti Bintang pasti ketemu dan kalau dia melihatmu kurus dan tidak tampan lagi, pasti dia kecewa, bahkan mungkin meninggalaknmu, hmm...," bujuk sang nenek.


Agra pun mau makan meski hanya beberapa sendok saja, kemudian tak berselang lama dia mendapatkan info dari Maxim.


"Apa kamu serius?" Tanya Agra.


"Iya Bos, tidak ada korban jiwa di dalam mobil itu, mungkin sang pengemudi selamat dengan cara melompat dari mobil," jawab Maxim.


"Apa ada CCTV yang memperlihatkan siapa pengemudi mobil ku? Bisa saja kan pencuri bukan istriku?" Tanya Agra.


"Maaf Bos kami belum mendapatkannya, secepatnya kami akan laporkan jika sudah ada bukti lain." Maxim


"Baiklah, terimakasih." Agra


Dengan berbekal info itu, siang itu Agra mulai mencari Bintang lagi, bahkan nenek Gina ikut dengan sang cucu.


Flashback on


Bintang yang telah sadar, dia tiba-tiba berada di sebuah mobil, dia duduk di kursi depan lengkap dengan memakai sabuk pengaman, "kenapa aku bisa ada disini? Dan mobil ini melaju ke arah jurang, bagaimana ini? Rem nya juga blong, astaga apa yang harus aku lakukan?" Gumam Bintang.


Bintang berpikir untuk menggunakan kekuatannya, tapi dia tidak yakin bisa atau tidak mengingat keadaannya sedang lemah.


Tapi Bintang tidak mau menyerah demi sang buah hati, dia memaksakan diri untuk berteleportasi sampai ke Apartemennya.


Mobil itu melaju semakin mendekati tepi jurang, teleportasi diaktifkan, aku ingin segera berada di Apartemenku, batin Bintang.


Untunglah kekuatannya bekerja, hingga yang jatuh ke jurang hanyalah mobil Agra saja.


Bintang akhirnya bisa bernafas lega, "dimana aku?" Tanya Bintang dengan suara pelan, dia mendarat entah dimana, mungkin karena kekuatannya yang lemah, dia tidak sampai ditempat yang diinginkan, tempat itu asing. Dia merogoh ponselnya yang ada di dalam saku, dia mencoba menelpon suaminya namun tidak diangkat, berkali-kali dia coba, namun hasilnya tetap sama.

__ADS_1


Flashback off


Bersambung …


__ADS_2