Alien Cantik Penakluk Hati

Alien Cantik Penakluk Hati
Pernikahan Meira


__ADS_3

Nenek Gina menggendong baby L yang terbangun karen gelas yang pecah tadi, sementara Bintang mencoba bertanya kepada suaminya tentang penyebab gelas itu pecah.


"Aku hanya tak sengaja menjatuhkannya," jawab Agra.


Dia kembali, pikir Agra.


Tentu saja Bintang bisa mendengarnya, "bukankah aku sudah bilang jika kamu tidak akan bisa menyembunyikan rahasia dari ku Ga, siapa yang kembali?" Tanya Bintang yang penasaran.


Agra menatap ke arah nenek Gina, dia ragu untuk mengatakan ini saat ada sang Nenek, Nanti aku akan menjelaskannya saat nenek tidak ada, batin Agra.


Bintang mengangguk mengerti, mungkin pembicaraan ini memang sedikit rahasia dan nenek Gina tidak boleh tahu menurut pemikiran Bintang.


Setelah kejadian itu Agra tampak diam, tidak seceria biasanya, bahkan dia tidak menggendong Baby L, dia memilih keluar kamar, mengerjakan pekerjaan yang belum diselesaikan saat di kantor.


Setelah nenek Gina terlihat masuk ke dalam kamar, Agra mulai menghampiri sang istri dan buah hatinya.


"Sebenarnya kamu itu kenapa sayang?" Tanya Bintang.


"Aku hanya kaget saja mendengar kabar seseorang yang telah kembali dari luar negri," jawab Agra.


"Memangnya orang itu penting? Apa dia seorang wanita dan lebih cantik dariku?" Tanya Bintang sambil memajukan bibirnya, dia merasa sedikit cemburu.


"Hmm, kamu cemburu? Lucu sekali, hehe… bukan perempuan, mereka sebenarnya om tiriku dan sepupu tiriku, keluarga kami sudah lama berselisih dengan mereka, apalagi Nenek begitu sangat membenci om mereka karena beberapa kali mencoba mencelakai ayahku dan juga aku," jawab Agra.


"Astaga, jadi kakekmu dulu punya istri dua?" Bintang tampak kaget, dia bahkan menutup mulut dengan kedua tangannya, jangan sampai sifat itu menurun pada Agra, aku tidak mau dimadu, batin Bintang.

__ADS_1


"Iya, itu masa lalu kakekku yang telah lama meninggal, aku tidak mau membuat nenek teringat kembali masa itu dan dia sedih," ucap Agra.


"Lalu dimana mereka sekarang? Apa mereka mengganggumu?" Tanya Bintang begitu khawatir.


"Ya, justru mereka yang telah membebaskan Meira dengan kelicikan yang mereka punya," jawab Agra lalu duduk ditepi ranjang dengan wajah kesal.


"Aku akan berusaha membantumu dengan kekuatanku, kamu jangan khawatir ya..,!" Ucap Bintang menepuk pundak suaminya.


"Hahaha, kenapa aku jadi dilindungi istriku? Itu terbalik sayang, kamu ini," ucap Agra yang gemas lalu mencubit kedua pipi Bintang yang mengembang itu.


"Ini sakit…," keluh Bintang.


"Pipimu semakin lucu, aku suka pipimu yang semakin besar," Agra mengatakannya dengan jujur.


Namun bintang yang merasa dirinya disebut gemuk oleh Agra, dia menjadi kesal, dia sekarang mendiamkan suaminya, membuat Agra bingung karena tidak mengerti letak kesalahannya dimana.


Seminggu kemudian Meira mengadakan acara pernikahan, tentu saja pernikahan yang tidak diinginkan, dia tidak menyukai pria itu, dia masih tetap menyimpan nama Agra dihatinya.


Acara itu diadakan secara mewah di atas kapal pesiar namun hanya mengundang beberapa orang yang dianggap dekat saja dari dua belah pihak keluarga mengingat Meira yang baru saja keluar dari penjara, Meira tidak mau bertemu banyak orang.


Bukankah itu Agra? Tapi aku tidak mengundangnya, pikir Meira.


"Selamat atas pernikahanmu kak," ucap Agra yang bahkan menekankan kata Kak pada Farhan yang membuat Meira kaget.


"Kakak, apa dia kakakmu Ga?" Tanya Meira pada Agra.

__ADS_1


"Hmm, lebih tepatnya kakak sepupu sekaligus musuh," jawab Farhan dengan memelankan suaranya hingga hanya mereka yang bisa mendengarnya, termasuk Bintang yang ada disana.


Bintang memaksa ikut meski dia belum pulih sepenuhnya, wanita itu terlalu pencemburu sehingga tidak membiarkan suaminya pergi sendirian, sementara Langit dititipkan pada nenek Gina dan Fitri, dia juga menyetok banyak ASI di dalam kulkas.


Meira mengerutkan keningnya, setahu dia Agra itu anak tunggal, dan aneh saja jika seorang kakak namun bisa sekaligus menjadi musuh, dia benar-benar tidak mengerti.


Bintang menggandeng tangan suaminya, dia lekas menyalami kedua mempelai kemudian berlalu pergi.


"Sudahlah, untuk apa kita berlama-lama disini?" Ucap Bintang sambil menarik lengan Agra.


"Aku hanya ingin menampilkan Agra yang baru padanya," jawab Agra.


"Maksud kamu? Aku tidak mengerti dengan hubungan kalian, tapi yang jelas aku bisa merasakan kalau dia manusia jahat, kamu tidak boleh berurusan dengannya sayang..!" Ucap Bintang menasehati sang suami, namun tatapan Agra begitu tajam menatap lelaki bernama Farhan itu dari kejauhan dan mengabaikan ucapan sang istri karena terlalu fokus pada Kakak tirinya.


Aku bukan Agra yang dulu, lihat saja nanti! Batin Agra


"Sayang … sudahlah, tidak baik menyimpan dendam begitu..!" Ucap Bintang yang mendengar kata hati suaminya.


"Kamu tidak akan mengerti kepedihan apa yang aku alami saat aku masih kecil, dan itu karena orang itu," jawab Agra dengan lirikan mata mengarah ke Farhan.


Segitu bencinya dia pada lelaki itu? Aku jadi penasaran dengan masa lalu mereka, pikir Bintang.


Agra juga sempat melihat om tirinya, membuat dia emosi dan Bintang bersusah payah menenangkan suaminya.


Hingga akhirnya mereka pulang karena nenek Gina menelepon karena Langit rewel dan sepertinya merindukan orang tuanya.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2