Alien Cantik Penakluk Hati

Alien Cantik Penakluk Hati
Mencari Wanita itu


__ADS_3

Sejak hari itu Bintang terlihat tidak ceria seperti biasanya, "sayang…, kamu jangan terlalu memikirkan apa yang dikatakan nenek..! Lama-lama juga dia akan bersikap seperti biasa lagi, dia juga mana tahan tidak bertemu Langit berhari-hari," ucap Agra pagi itu, dia sedang sarapan.


"Hmm, iya nanti nenek kemari hanya menemui Langit dan mengacuhkanku," jawab Bintang dengan lesu.


"Iya, meski begitu, jika kamu terus bersikap baik, nenek juga pasti akan luluh," ucap Agra.


"Iya, oh iya bagaimana masalah wanita yang kena racun itu?" Tanya Bintang.


"Masih diselidiki, tapi menurut Maxim kemungkinan dia ada di daerah xxx, dia kembali ke kampung halamannya," jawab Agra.


"Kapan kamu mau pergi kesana? Aku ingin ikut, aku bosan jika di Mansion terus, lagipula kekuatanku akan berguna nanti, dan ini adalah kasus yang membahayakan nenek aku harus terlibat dalam memecahkan kasus ini," ucap Bintang, dia ingin menyelesaikan kasus nenek Gina, setidaknya agar neneknya tahu kalau Bintang sangat peduli padanya.


"Oke, kita bernagkat minggu depan saja saat aku libur bekerja, dan daerah sana juga terkenal sangat asri dan ada beberapa penginapan tradisional, kita sekalian liburan saja disana," jawab Agra.


Bintang pun mengangguk, dia sedikit bersemangat karena hal itu.


***


Seminggupun berlalu, Bintang sudah tak sabar ingin pergi, dia begitu ingin menangkap wanita itu dan membuktikan pada sang nenek bahwa dia peduli dan memang sayang padanya.


Langit juga sudah siap, dia begitu tampan, dia mirip Ayahnya, Langit sudah bisa berjalan meski beberapa langkah saja, dia kini sudah menginjak usia 11 bulan.


Selama di dalam mobil, Langit menikmati perjalanannya, dia begitu sibuk dengan cemilan khusus balita yang dibelikan ibunya, dengan berbagai rasa dan bentuk yang menarik.


"Apakah masih lama?" Tanya Bintang.


"Lumayan, satu jam lagi sayang, kamu bisa tidur bersama Langit di bagian belakang, bukannya disana kalian bisa nyaman untuk beristirahat," ucap Agra.


Bintang pun setuju, "baiklah, aku akan menidurkan Langit, kamu ajak Boy mengobrol saja biar dia tidak mengantuk saat menyetir..!"


Agra tersenyum, dia mengangkat satu jempol tangan kanannya.


Bintang pun mengajak Langit tidur, dia memberi ASI untuk anak balitanya itu sampai dia tertidur.

__ADS_1


Akhirnya mereka sampai ditempat tujuan, mereka memesan tempat penginapan yang nyaman untuk bertiga, yang nyaman untuk Langit juga.


Boy dan Ben menginap disana juga, tentunya dengan kamar yang berbeda.


Cuaca disini sangatlah dingin, maklum saja suasana yang masih asri dan serba hijau membuat cuaca menjadi lebih dingin namun sejuk untuk pernapasan karena banyak mengandung oksigen dari tanaman hijau.


Langit bahkan memakai baju hangat yang cukup tebal, "apakah Langit akan baik-baik saja dengan cuaca sedingin ini?" Tanya Bintang pada Agra.


"Gapapa sayang, kita lihat saja, kalau besok Langit demam atau flu, lebih baik kita pulang dan membiarkan Boy dan Ben membereskan masalah wanita itu," ucap Agra.


Bintang mengangguk, dia berharap Langit akan menyesuaikan diri dengan baik, dia ingin lebih lama di tempat indah seperti itu, dia juga ingin ikut andil di dalam masalah racun kemarin.


***


Keesokan harinya mereka bangun pagi, mereka dapat melihat embun di pagi hari, kabut putih yang tebal, dan udara yang dingin. Bintang begitu menikmatinya, selama di kota dia tidak mendapatkan udara sesegar ini, sementara dua lelaki yang dia sayangi masih tidur dengan selimut tebal mereka, "mereka malas sekali, anak dan ayah sama saja," gumam Bintang saat melihat keduanya diatas tempat tidur.


"Sayang bangun…! Ini sudah pagi," Bintang mengguncang-guncangkan tubuh sang suami.


"Hmm, ini kan hari libur, aku ingin bangun nanti saja saat matahari sudah diatas, aku masih ngantuk sayang," jawab Agra.


"Makanannya pun sedikit berbeda, ini makanan khas orang sini mungkin ya," gumam Bintang.


Saat Bintang mulai menyuapkan suapan pertama, dia mendengar suara tangisan Langit, dia pun menggendong baby L, dia menyusui anaknya terlebih dahulu lalu dia makan dengan lahap sambil memperhatikan anaknya yang sedang bermain.


Setelah itu dia memandikan Langit dengan air hangat, kini langit sudah tampan melebihi ayahnya, karena ayahnya masih dalam keadaan kacau di atas tempat tidur.


Bintang keluar bersama Langit, melihat sekeliling penginapan, terlihat ada kebun bunga, di sana juga ada kebun teh yang sangat luas, karena cuaca yang dingin, Bintang tidak bisa berlama-lama diluar saat pagi hari, dia memutuskan untuk masuk kembali.


"Sayang… aku lapar," keluh Agra yang baru bangun.


"Astaga, kamu mengagetkanku saja, cuci muka dulu dan gosok gigi..! masa mau makan dalam keadaan seperti itu," keluh Bintang.


Agra melangkahkan kakinya dengan malas ke kamar mandi, setelah itu dia mulai sarapan.

__ADS_1


Tak berselang lama Boy datang, dia memberi tahu kalau dia sudah menemukan dimana tempat tinggal wanita itu.


Siang itu pun mereka berangkat berniat menemuinya, mereka melihat rumah yang sederhana.


***


"Permisi, apakah kalian kenal dengan wanita ini?" Tanya Bintang dengan menunjukan wajah wanita yang dia cari.


"Tidak, disini tidak ada wanita itu, kalian bisa mencarinya di tempat lain..!" Ucap wanita tua itu, dia sedikit terlihat gelisah.


Aku harus segera memberitahu Lisna, dia tidak boleh sampai tertangkap, dia pasti membuat masalah lagi, pikir wanita itu yang mampu didengar oleh Bintang.


"Bu, apa anda yakin tidak mengenali wanita ini? Saya hanya ingin menanyakan beberapa hal saja, dan saya akan memberikan imbalan uang untuk itu," ucap Bintang.


Wanita itu membalikan badannya, sepertinya dia membutuhkan uang dan mengira jika Bintang dan Agra tidak berniat jahat ataupun menangkap anaknya yang sering memebuat masalah.


"Menanyakan hal apa?" Tanya wanita itu.


"Perkenalkan saya Bintang, saya dari kota, nama ibu siapa?" Tanya Bintang berusaha mendekati wanita itu.


"Saya Mina, kalau kalian hanya akan membuat anak saya tertekan dengan perjanjian yang kalian lakukan sebaiknya pergilah, jika memang hanya bertanya dan akan membantu keuangan kami, saya akan menerima kalian dengan senang hati," ucap Bu Mina, dia sedikitnya tahu tentang perjanjian yang dilakuakan anaknya dengan seseorang, meski dia tidak tahu apa isi perjanjian itu.


"Hmm, kami tidak akan macam-macam, hanya bertanya beberapa hal saja, kami janji tidak akan ada kekerasan," jawab Bintang.


"Baiklah, tunggu sebentar lagi..! Biasanya dia akan pulang," jawab bu Mina.


Benar saja anaknya yang bernama Lisna itu datang, namun dia terkejut saat melihat wajah Bintang dan Agra, Lisna mengenali mereka, anak itu berniat kembali , namun diluar ada Boy dan Ben yang berjaga.


"Kalian, minggirlah!" Teriak Lisna.


Namun Boy dan Ben menghalangi mereka dengan badan kekarnya, Bintang pun menghampiri Lisna, mencoba membujuknya.


"Lisna tenanglah, kami hanya akan bertanya beberapa hal saja, kami tidak akan menyalahkanmu apalagi menangkapmu, kami butuh bantuanmu," ucap Bintang.

__ADS_1


Namun Lisna memberontak, dia ingin berlari dari tempat itu dengan segera, dia berusaha dengan sekuat tenaga agar bisa melewati dua bodyguard di depannya.


Bersambung…..


__ADS_2