Alien Cantik Penakluk Hati

Alien Cantik Penakluk Hati
Kekuatan Menguping


__ADS_3

"Kenapa kamu masih disini? Kamu boleh pulang..!" Ucap Agra.


Anton yang mulai sadar, dia berdiri dan menunduk sebagai tanda hormat, dia pun pergi dari ruangan yang mencekam itu.


"Jadi kamu mendengar apa isi pikiran orang itu? Kamu mendengar isi hatinya? Apa benar Farhan?" Tanya Agra yang kini mulai berbicara serius memandang sang istri.


"Iya tentu saja aku memanfaatkan kekuatanku, memang Farhan pelakunya, tapi kenapa dia berbuat jahat begitu, memangnya kalian bermusuhan sejak kapan?" Tanya Bintang.


"Sudah lama sekali, saat nenek tahu kalau selama ini kakek menduakannya, aku jelas tidak suka dengan keluarga mereka termasuk Farhan begitu pula sebaliknya, ditambah lagi masalah harta waris kakek yang tentu saja jatuh pada ayahku semuanya karena pernikahan kedua kakekku itu tidak sah di mata negara," jawab Agra.


"Emm soal harta, memang sensitif sih, tapi kan memang begitu aturannya." Bintang


"Iya, tapi dulu nenek terlampau sakit hati sehingga tidak memberikan sepeserpun uang pada mereka bahkan saat mereka datang meminta dengan memohon mohon, mereka bilang sih untuk operasi adiknya Farhan tapi aku tidak tahu itu benar atau tidak dan lagi pula aku masih kecil waktu itu," jawab Agra.


"Emm, kalau memang mereka jujur setidaknya nenekmu, mmm…, sudahlah kita fokus pada Farhan saja, karena kita tidak bersalah atas masa lalu nenekmu dan neneknya," jawab Bintang, dia tidak mau menilai nenek Gina sekilas tanpa tahu cerita lengkapnya.


"Iya, kita harus berhasil membuat Farhan masuk penjara..!" Ucap Agra yakin.


Bintang mengangguk, dia pun setuju.


***


Sore itu mereka pulang bersama, mereka begitu ingin secepatnya sampai di Mansion, mereka merindukan Langit.


"Langit…. Mamah pulang…," teriak Bintang yang baru datang.


"Ssttt…, dia baru saja tidur..!" Ucap nenek Gina sambil menimang baby L, sang nenek tidak mau jika usaha kerasnya menidurkan cicitnya itu sia-sia.


Bintang menunduk lesu, padahal dia berharap bisa bermain dengan anaknya dan melepaskan penat di hari ini.


"Jangan sedih, kamu kan bisa bermain denganku di ranjang, hehe…," bisik Agra di telinga istrinya itu, Agra menggoda istrinya namun itu membuat Bintang semakin kesal.

__ADS_1


Kalau bermain dengan Agra bukannya menghilangkan rasa lelah tapi malah bertambah lelah, dasar…, batin Bintang.


Bintang memalingkan wajahnya, dia bergegas ke kamarnya berniat mandi dan berganti pakaian, berbarengan dengan sang nenek yang akan menidurkan Langit di box bayinya.


Agra menatap kepergian sang istri dengan rasa kecewa karena istrinya hanya ingin bermain dengan baby L saja.


"Padahal aku ingin berniat baik, memberinya energi yang banyak," guamam Agra lalu duduk disofa.


***


Sudah seminggu ini Bintang menjadi sekretaris suaminya, dia seperti detektif yang mencari tahu tentang orang yang dicurigai, dia bahkan memakai telinga supernya dimanapun dia berada, dia tidak mau melewatkan satupun isi pikiran dan hati mereka.


Agra melihat sang istri yang sedang duduk disofa sambil memegang kepalanya.


"Kamu kenapa sayang? Kalau sakit, kamu istirahat saja dirumah..!" Ucap Agra lalu menghampiri Bintang, duduk disampingnya lalu berusaha memijat kepalanya.


"Ini lumayan, lebih pelan sedikit sayang..! Tanganmu bertenaga sekali, kalau terlalu keras bukannya sembuh tapi malah tambah sakit," keluh Bintang.


"Ah kamu benar, aku lupa melakukan itu karena terlalu sibuk," jawab Bintang.


"Sibuk apa?" Tanya Agra penasaran, karena dia tidak memberikan istrinya banyak pekerjaan karena sebenarnya ada sekretaris lainnya.


"Sibuk seperti hari sebelumnya, menguping, hehe…," bisik Bintang ditelinga Agra.


Agra menggeleng-gelengkan kepalanya, dia tidak menyangka istrinya akan bekerja keras, menguping setiap hari bahkan hampir semua orang yang dia temui dia curigai.


"Kamu jangan memaksakan diri, lagipula nanti juga ketahuan, sepandai pandainya tupai melompat pasti jatuh juga kan? yang jahat pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal, kita cukup berbuat baik saja pada semua orang selama mereka tidak mengusik hidup kita," jawab Agra.


"Mmmm…, kamu memang baik," ucap Bintang memuji suaminya, dia mulai berpikir untuk tidak terlalu curigaan, dia akan menghentikan aktivitas menguping ya itu.


"Iya dong, ya sudah cepat sana pompa ASI mu, sayang..!, apa kamu mau bajumu basah semua?" Ucap Agra.

__ADS_1


Bintang dengan segera berlari ke ruangan khusus.


Tok


Tok


Tok


"Sayang, apa kamu sudah selesai?" Agra


"Iya sebentar lagi," teriak Bintang.


Setelah itu Bintang keluar dan di meja sana sudah tersedia banyak makanan, membuat Bintang bersemangat untuk makan. Agra tidak pernah mengeluh dengan berat badan istrinya yang bertambah dan terus bertambah, karena menurutnya ASI untuk Langit lebih penting.


"Ngomong-ngomong bagaimana kasus kebakaran itu?" Tanya Bintang.


"Sedang dalam proses, aku juga tidak mengerti kenapa mereka kerjanya lambat sekali, dan selalu saja ada bukti yang kurang, itu membuatku jengkel dan ingin menyerah saja, sepertinya Farhan memang mempunyai orang dalam, dia sulit dipenjarakan, bukankah Meira juga bisa keluar karena dia," jawab Agra.


Bintang mengangguk, dia mengerti memang hukum terkadang bisa dibeli juga.


"Yang penting kita sudah berusaha untuk keadilan kita, jika itu tidak berhasil, ya sudahlah, nanti akan ada karmanya juga, bukankah sistem tabur tuai masih berlaku?" Ucap Bintang.


"Iya," jawab Agra singkat, dia langsung mengangkat telepon yang berdering.


"Agra, mana Bintang? Suruh dia cepat pulang sekarang, Langit Ga, cepat..!" Ucap nenek Gina dengan nada cepat.


Seketika Agra menarik tangan Bintang menuju mansion, dia takut anaknya kenapa-kenapa.


"Kita mau kemana?" tanya Bintang yang kaget dengan perlakuan suaminya itu, namun Agra tak menjawab, dia seperti tidak mendengar pertanyaan istrinya itu karena dia sangat panik.


Bersambung …..

__ADS_1


__ADS_2