Alien Cantik Penakluk Hati

Alien Cantik Penakluk Hati
Langit Suka Ice Cream


__ADS_3

Akhirnya Bintang sadar, semua orang begitu senang, dia mulai bisa berbicara.


"Terimakasih karena sudah bertahan sayang," ucap Agra mencium punggung istrinya.


"Iya," jawab Bintang singkat, dia merasa lemas sampai dia tak mampu mengucapkan kata yang terlalu banyak.


"Langit," ucap Bintang yang kedua kalinya saat dia ingat dengan anak lelakinya.


Agra langsung membawa Langit ke hadapan sang istri, Bintang tersenyum, begitupun Langit yang gembira, "ma-mah, " satu kata yang keluar dari mulut Langit mampu membuat Bintang terharu, dia tersenyum namun matanya meloloskan beberapa tetes air mata.


Selama dia koma, dia bermimpi kembali ke dunianya, dia bertemu keluarganya, dia senang, dia bahkan mendapatkan pelukan hangat dari sang ibu, begitu nyaman, begitu damai.


Entah mengapa Bintang mendadak gelisah saat dia mendengar tangisan Langit yang terus menerus, dia mencari sumber suara itu tapi tak menemukan Langit dimanapun, dia terus mencari sampai dia menemukan Langit, anak itu mengulurkan tangannya, membawa Bintang kembali sadar, membuat Bintang kini bisa melihat Agra dan keluarga besarnya di bumi.


Hati Bintang yang egois menginginkan keluarganya dan keluarga Agra bersatu, bisa hidup berdampingan layaknya keluarga normal.


"Kamu kenapa menangis?" Tanya Agra pada Bintang.


"A-aku senang," jawab Bintang, ya.. dia senang karena bisa kembali melihat Langit anaknya.


"Kamu jangan banyak bicara dulu, istirahatlah dulu..!" Ucap Agra.


Bintang mulai memejamkan matanya, dia merasa lelah, lemas, ingin rasanya dia tertidur tapi dia takut kalau dia tidak bisa kembali lagi menemui Langit, dia mencoba membuka matanya kembali, dia menahan diri agar tidak tertidur.


"Kamu kenapa sayang? Apakah ada yang sakit? Apa kamu mau makan sesuatu?" Tanya Agra yang melihat sikap Bintang yang aneh.


Bintang menggelengkan kepalanya.


***


Seminggu setelah sadar, keadaan Bintang semakin membaik, nenek Gina yang merasa bersalah, dia terus setia menemani Bintang, dia bahkan memindahkan baju-bajunya ke Mansion milik Agra.


"Makasih Nek," ucap Bintang saat dia selesai dengan makanannya.


"Makanlah yang banyak..! Apa kamu mau nambah lagi?" Tanya nenek Gina.

__ADS_1


"Tidak usah Nek, perutku sudah kenyang, makanan Nenek memang sangat lezat," puji Bintang.


Nenek Gina tersenyum, dia senang melihat keadaan Bintang yang semakin hari semakin membaik.


***


Minggu berganti Minggu, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun.


Langit kini sudah mulai sekolah di Taman Kanak-kanak, Bintang setiap hari akan mengantar Langit, membuatnya mempunyai aktivitas, dia tidak terlalu merasa jenuh di setiap harinya.


Siang itu mereka pulang bersama, "Mah, Langit ingin beli ice cream, boleh ya?" Bujuk Langit pada ibunya dengan senyuman manisnya yang membuat Bintang tak bisa menolaknya.


"Hmm, boleh... asal kamu satu kotak dan Mamah dua kotak, bagaimana?" Tanya Bintang.


"Itu tidak adil Mah," protes Langit.


"Hahaha, jadi menurutmu yang adil itu bagaimana?" Tanya Bintang.


"Kalau Mamah dua kotak, aku juga dua kotak dong Mah," keluh Langit.


***


Sesampainya di Mansion, Langit dengan terburu-buru mengeluarkan ice cream dan memakannya satu kotak, sisa tiga kotak dan Bintang pun menyimpannya.


"Nenek? Sudah lama disini Nek?" Tanya Bintang kaget.


"Baru datang, Nenek sengaja menunggu kedatangan kamu," ucap Nenek Gina.


"Hmm, ada apa Nek?" Tanya Bintang heran, karena neneknya sudah jarang mengunjunginya akhir-akhir ini.


"Nenek mau mengajakmu bertemu klien bisnis, nenek mau bisnis kecantikan, nenek mau bisnis berbagai tempat SPA yang terkenal, tapi nenek butuh kamu," ucap nenek Gina.


"Aku tidak terlalu pintar masalah kosmetik dan skin care Nek, pokoknya masalah kecantikan gitu aku tidak terlalu mengerti mana yang bagus dan tidak," jawab Bintang.


"Bukan itu, Nenek butuh penguping handal sepertimu, Nenek tidak mau tertipu bisnis, bagaimana? Hehe…," ucap nenek Gina sambil tersenyum, mengingat itu hanya menguping, tentu tidak akan membuat Bintang sampai pingsan seperti kejadian dimasa lalu.

__ADS_1


"Nenek…," keluh Bintang, dia merasa tidak enak saja dipanggil penguping, namun karena itu masalah bisnis, Bintang pun menyetujuinya.


Namun sekali membantu, nenek Gina ketagihan, dia mengajak Bintang bertemu beberapa teman sosialitanya, meminta Bintang membaca isi hati mereka dan memilah mana teman yang baik dan mana yang harus nenek Gina jauhi.


Karena seringnya Bintang keluar bersama sang nenek, membuat Agra mengeluh, karena saat Agra pulang terkadang Bintang tidak ada untuk menyambutnya.


"Memangnya kenapa kalau nenek pergi bersama Bintang, apa tidak boleh?" Nenek Gina


"Boleh Nek, tapi kan ini terlalu sering, aku jadi tidak kebagian waktu luangnya Nek," protes Agra.


"Apa kamu cemburu pada Nenekmu ini?" Tanya nenek Gina dengan nada kesal.


"Bukan begitu Nek," jawab Agra, dia bingung cara menjelaskannya, dia juga takut Bintang sakit lagi, namun jika disinggung masalah sakit, dia takut membuat neneknya tersinggung dan mengingat kejadian masa lalu, sungguh serba salah.


***


Di waktu libur sekolah, Langit meminta untuk piknik, dia sibuk menyiapkan makanan dan barang-barang yang akan dibawa.


"Kita pergi ke villa saja, bagaimana?" Tanya Agra.


"Sepertinya itu seru," jawab Bintang.


Nenek Gina yang tidak mau ketinggalan, dia pun ikut bersama mereka, meramaikan suasana.


Sesampainya disana Langit begitu merasa senang, dia menata makanan di halaman depan yang asri itu, semuanya serba hijau, udaranya juga sejuk.


Langit juga bermain bola bersama sang ayah, mereka begitu lincah, nenek Gina dan Bintang pun bersorak,


riang, mereka mendapat kabar kalau Lolita dan Darmaja akan menyusul keesokan harinya, mereka membayangkan jika liburan itu akan semakin seru.


Tiba-tiba Agra mendapatkan telepon, dia harus secepatnya kembali ke kota, dia meninggalkan mereka di sana tentu dengan Boy dan Ben yang ikut menjaga mereka.


"Sebenarnya ada apa? Apa yang terjadi? Tanya Bintang dengan nada panik.


"Gapapa, aku bisa mengatasinya, sepertinya kalian akan sedikit lebih lama tinggal disini," ucap Agra berlalu pergi.

__ADS_1


Bersambung…..


__ADS_2