
Arka serta Kanaya telah berada di tempat parkir sekolah dan bersiap untuk pulang bersama sesuai permintaan pria itu, meski Kanaya tampak ragu tetapi pada akhirnya gadis itu tak memiliki pilihan lain karena menolak pun percuma lantaran Arka pasti akan terus memaksanya. Kini mereka pun tiba di tempat parkir motor, dan Arka sengaja menunjukkan motor besarnya kepada Kanaya.
Tentu saja reaksi Kanaya terlihat biasa-biasa saja, ia tak perduli sebagus apapun motor Arka karena yang ia inginkan hanya segera sampai di tempat kost. Namun, Arkana malah sengaja memperlambat waktu sehingga membuat Kanaya merasa jengkel dan menatap wajah pria di hadapannya itu dengan tatapan tajam sembari mengembungkan pipinya.
"Kenapa lu ngeliatin gue kayak gitu? Naksir?" tanya Arka sengaja menggodanya.
"Dih kepedean banget lu jadi cowok! Udah ayo buruan anterin gue balik, katanya tadi lu pengen nganterin gue kan!" sentak Kanaya.
"Iya iya, tapi sorry ya gue cuma bawa motor dan gak bawa mobil?" ucap Arka.
"Hadeh, udah deh lu gausah sok merendah gitu di depan gue! Gue tahu kok biarpun ini motor, tapi harganya tuh selangit dan malah lebih mahal daripada mobil. Ya kan?" ucap Kanaya tegas.
Arka terkekeh kecil dibuatnya, "Ya lu gak salah sih, tapi tetap aja biarpun harganya mahal lu bakal kepanasan juga," ucapnya.
"Gue udah biasa panas-panasan waktu di Bandung, sekarang lu jangan banyak omong dan ayo kita pergi sekarang!" ujar Kanaya.
"Kenapa sih buru-buru amat? Lo gak sabar banget ya kayaknya mau dibonceng sama gue? Pasti lu pengen peluk-peluk gue kan?" goda Arka.
Kanaya mengernyit tanda tak mengerti dengan kata-kata Arkana barusan, namun gadis hanya membuang muka sembari melipat kedua tangannya di depan dan menghela nafas kasar. Arka pun tersenyum dan meraih helm dari atas motor, lalu ia berikan helm itu kepada Kanaya dengan lembut.
"Nih lu pake helmnya biar kalo jatuh nanti gak sakit! Atau mau gue pakein?" ujar Arka.
"Ih gausah, gue bisa pake sendiri!" Kanaya langsung mengambil helm itu dan berusaha memakainya, tetapi ia cukup kesulitan saat hendak mengaitkan tali helm tersebut.
Arka pun hanya memandanginya dari dekat motor sambil sesekali tersenyum, ia yakin jika Kanaya pasti akan meminta bantuannya untuk mengaitkan tali helm itu dan ia menunggu momen tersebut terjadi saat ini. Tapi tampaknya Kanaya begitu sungkan meminta bantuan pada Arka, hingga ia terus berusaha sendiri walau tidak bisa-bisa.
Akhirnya Arka kembali menghampiri Kanaya dan berniat membantunya karena ia berpikir ini sudah cukup lama, pria itu menarik bahu Kanaya sembari mencengkeramnya erat dengan kedua tangan. Kanaya yang tengah sibuk memakai helm, dibuat kaget saat Arka tiba-tiba sudah berada di dekatnya dan tersenyum ke arahnya seperti itu.
"Lo mau ngapain? Jangan aneh-aneh ya Arka! Gue bisa nih teriak dan bilang kalau lu mau mesum ke gue!" ancam Kanaya.
__ADS_1
"Cih, siapa juga yang mau mesum sama lu? Laki-laki mana coba yang tertarik buat ngelakuin itu ke lu? Lu aja galak banget kayak gini, mending gue sewa cewek dari aplikasi," ucap Arka.
"Ih sialan lu! Yaudah lepasin!" sentak Kanaya.
"Bentar dulu, sini gue bantu biar cepat!" ucap Arka beralih memegang helm gadis itu.
"Okay," lirih Kanaya.
Kanaya membiarkan saja Arka membantunya mengaitkan tali helm, meski ia sedikit merasa gugup saat pria itu berada cukup dekat dengannya. Bahkan tampak wajah mereka saling berdekatan kali ini, sehingga Kanaya tak berani menatap wajah Arka yang berada tepat di depannya.
"Nah udah nih, kayak gini aja repot lu. Yuk ah kita ke motor sekarang!" ucap Arka mengajak gadis itu.
Kanaya mengangguk perlahan, kemudian ikut naik ke atas motor sesuai perintah Arkana. Tanpa menunggu lama, Arka langsung melajukan mobilnya keluar dari parkiran sekolah. Namun, pria itu malah kembali menghentikan motornya secara tiba-tiba dan membuat Kanaya penasaran.
"Ish, ada apaan sih pake berhenti segala? Ayo buruan jalan lagi, gue udah pengen tiduran tau di rumah!" sentak Kanaya.
"Ih apaan sih? Bilang aja lu mau modus kan sama gue!" kesal Kanaya.
"Enggak, udah nurut aja!" pinta Arka sambil tersenyum.
Mau tidak mau, Kanaya pun terpaksa menurut saja dengan perkataan Arka agar semuanya cepat berlalu. Walau tentunya Kanaya merasa risih harus memeluk pinggang Arka seperti ini.
•
•
Disisi lain, Cahaya bersama Kinara sudah berada di sekolah tempat Kanaya berada. Mereka sengaja datang kesana untuk melihat Kanaya dari jauh sesuai permintaan Cahaya, ya wanita itu ingin melihat seperti apa keadaan Kanaya saat ini yang sudah lama tak ia temui sejak terakhir kali ketika gadis itu masih kecil.
Tak lama kemudian, mereka pun melihat Kanaya muncul dan tengah berboncengan motor dengan seorang lelaki yang tentunya adalah Arkana. Cahaya terlihat heran ketika melihat Kanaya bersama lelaki yang tak ia kenali, sontak Cahaya langsung menatap ke arah Kinara dengan wajah kebingungan.
__ADS_1
"Loh Nara, beneran itu Kanaya? Dia kok boncengan sama cowok sih? Siapa cowok itu?" tanya Cahaya terheran-heran.
Kinara malah tersenyum dan menatapnya dengan santai, "Iya itu benar Kanaya kok, soal siapa cowok yang bonceng dia ya aku juga gak tahu. Mungkin aja itu temannya, ya kan?" jawabnya santai.
"Bisa jadi sih, tapi hebat dong ya baru sehari sekolah disini Kanaya udah bisa gaet cowok tampan kayak gitu?" ujar Cahaya.
"Ya jelas lah Aya, toh Kanaya kan emang pada dasarnya cantik. Dia sama kayak ibunya dulu, terus tantenya ini nih yang gak ada obat," ucap Kinara.
"Apaan sih kamu, Nara? Udah ah kita pergi aja yuk! Lagian Kanaya nya juga udah gak kelihatan lagi tuh," ucap Cahaya.
"Iya, ayo!" singkat Kinara setuju.
Kedua wanita itu beralih masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana, namun tampak kalau Cahaya masih khawatir dengan kondisi Kanaya saat ini yang pergi bersama lelaki. Hingga kini memang Cahaya belum dapat melupakan sakitnya hati saat berpisah dengan mantan kekasihnya dulu, dan ia cemas kalau Kanaya juga akan mengalami hal itu.
"Cahaya, kamu tuh kenapa sih? Lagi mikirin apa coba?" tanya Kinara dengan heran.
"Umm entahlah, aku kayaknya khawatir deh sama Kanaya. Ada baiknya kita susulin dia deh, aku takut dia diapa-apain sama cowok itu," jawab Cahaya tampak panik.
"Oh gitu, pantas kamu kelihatan khawatir banget. Yaudah, ayo kita ikutin mereka buat mastiin kalau Kanaya diantar ke kostan nya!" ucap Kinara.
"Iya iya, makasih ya Kinara? Tolong cepetan kamu kejar motor tadi!" ujar Cahaya.
Kinara mengangguk dan kemudian melajukan mobilnya menyusul motor Arkana sesuai permintaan Cahaya, mereka hendak memastikan kalau Kanaya memang dibawa ke tempat tinggalnya dan tidak kenapa-napa seperti dugaan Cahaya tadi.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...♥️...
__ADS_1