Arkana

Arkana
Bab 36. Marah lagi


__ADS_3

Arka bergerak semakin mendekatinya, tangan pria itu perlahan menyentuh wajah cantiknya dan mulai mengusapnya lembut. Kanaya tampak hilang akal, ia justru menikmati setiap sentuhan Arka pada wajahnya yang terasa memabukkan. Lalu, Arka mencengkram rahang Kanaya dengan kuat sambil memperpendek jarak. Saat ini Kanaya sudah pasrah dengan apa yang dilakukan Arka selanjutnya, sebab gadis itu malah memejamkan matanya.


Arka yang melihatnya pun menyeringai, ia bertambah yakin kalau Kanaya memang merasa nyaman dengan perlakuannya saat ini. Pria itu pun meneruskan mengusap wajah Kanaya dengan lembut dan semakin membuat sang empu terlena, tak lupa juga hembusan nafas Arkana yang terasa jelas di kulit leher Kanaya turut menambah sensasi geli dan aneh yang belum pernah dirasakan oleh Kanaya sejak dulu.


"Lo masih gak percaya sama gue? Tapi, sekarang lu malah merem kayak gitu. Lo berharap apa sih dari gue, hm? Cium?" goda Arka.


Seketika Kanaya membuka mata dan melotot ke arah Arkana, "Sembarangan lu, gue tuh merem gara-gara panik aja! Lagian lu ngapain sih dekat-dekat? Lepas ah!" ucapnya grogi.


"Cie cie yang ngarep dicium, kalau mau mah tinggal bilang aja kali!" ujar Arka.


"Gausah ngada-ngada deh lu, gue mau turun duluan ajalah kalo gini!" ucap Kanaya kesal.


Kanaya yang merasa malu berniat keluar dari mobil itu dengan membuka pintu, namun Arka tentunya tak membiarkan hal itu terjadi begitu saja dan langsung menahan lengan Kanaya dengan kuat. Arka pun kembali mendekat sembari mengusap rambut gadis yang menarik perhatiannya itu, membuat Kanaya lagi-lagi harus berusaha menahan dirinya.


"Lo cantik banget Kanaya! Gue jadi pengen..." Arka sengaja menggantung ucapannya, perlahan ia memajukan wajahnya lebih dekat ke arah Kanaya.


TOK TOK TOK...


Disaat Arka hendak menyatukan bibirnya dengan milik Kanaya, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk kaca mobilnya dari luar dan membuat Arka menggeram kesal. Pria itu mengepalkan tangannya lalu mengumpat berkali-kali untuk melampiaskan emosi, sedangkan Kanaya masih diam tak berkutik atas apa yang hampir saja ia rasakan bersama Arkana.


"Ah rusuh banget sih tuh orang! Gak tahu apa orang lagi enak, baru juga gue mau berhasil dapetin bibir lu! Kalau kayak gini kan nanggung banget, sialan lah!" geram Arka.


"Gue baru tahu, ternyata lu itu mesum banget ya? Udah mending lu buka deh kacanya, lihat siapa yang datang!" ucap Kanaya.


"Berisik lu! Pake segala ngatain gue lagi, padahal lu sendiri tadi juga kepengen! Kalau bukan karena ada yang datang, pasti kita udah ciuman tadi!" ucap Arka kesal.


"Hah? Lo apaan sih Arka? Ngaco aja lu, sejak kapan gue kepengen ciuman sama lu?!" elak Kanaya.


Arka memutar bola matanya, kemudian membuka kaca mobil karena daritadi seseorang dari luar itu terus saja mengetuknya. Jujur Arka sangat kesal dengan orang itu, tapi ketika dilihat rupanya yang ada di luar sana adalah Fajri alias sahabatnya. Sontak kekesalan Arka tak mungkin ia luapkan saat ini, karena pastinya Fajri akan curiga nanti.


"Eh Ka, lu kenapa lama banget sih bukanya? Terus lu ngapain masih di mobil aja?" tanya Fajri yang belum menyadari keberadaan Kanaya.


"Eee gu-gue..."


"Eh bentar bentar, lah kok ada Kanaya disini? Ohh, jadi lu berangkat bareng Kanaya bray? Waduh makin dekat aja ya kalian, pantesan lu betah amat di dalam mobil daritadi!" sela Fajri.


"Apaan sih lu? Gue cuma gak sengaja ketemu Kanaya di jalan tadi, yaudah gue ajak dia buat bareng deh. Terus ini tuh gue sama Kanaya lagi ngobrol santai, jadi tolong lu jangan bikin gosip gak jelas deh!" bohong Arka.


Fajri tertawa dibuatnya, "Hahaha, ya terserah lu deh. Udah yuk buruan turun, jangan diem disitu aja ntar jadi demen!" ucapnya.


"Iya iya, udah sana lu duluan! Gue masih mau ngobrol sebentar sama Kanaya," ujar Arka.


"Cie cie, waktu itu katanya lu gak suka sama Kanaya. Eh kok sekarang malah jadi deket banget sama dia?" goda Fajri.


"Diem lu!" bentak Arka.


Fajri hanya tertawa puas mendengar ucapan Arka barusan, setelahnya ia pun beranjak pergi dari sana dan membiarkan Arka berdua dengan Kanaya sampai puas. Ya kini Arka kembali menutup kaca mobilnya, lalu menatap Kanaya yang berada di sebelahnya sambil tersenyum menyeringai. Rupanya pria itu berniat melanjutkan apa yang tadi sempat tertunda, namun Kanaya langsung saja menolaknya.

__ADS_1


"Lo jangan macam-macam deh, Ka! Gue gak mau lu lanjutin itu, gue pengen turun aja!" tegas Kanaya.


"Kenapa sih Nay? Tadi nanggung loh, yakin lu gak mau lanjutin sama gue? Bukannya lu juga kepengen ya?" goda Arka.


Plaaakk


Kanaya justru menampar wajah Arka dengan keras sampai pria itu terkejut dan menganga lebar sambil memegangi pipinya, tampaknya Kanaya benar-benar emosi dengan sikap Arka yang mesum seperti itu. Padahal sebelumnya Kanaya sudah mulai merasa nyaman berada di dekat pria itu, tapi Arka malah merusak semuanya sendiri kali ini.


"Lo cium aja tuh jok mobil! Emangnya lu kira gue cewek apaan, ha? Gue paling gak suka lihat cowok mesum kayak lu, jadi awas ya kalo lu dekat-dekat lagi sama gue!" sentak Kanaya.


"Tapi Nay, tadi itu nanggung banget tau. Ekspresi lu juga nunjukin kalau lu mau kok," ucap Arka.


"Bodoamat!" kesal Kanaya.


Akhirnya gadis itu keluar dari mobil lebih dulu dan tidak bisa ditahan lagi oleh Arka, sebab pria itu masih menahan perih di pipinya akibat tamparan Kanaya. Arka pun hanya bisa berteriak, namun Kanaya tak memperdulikannya dan terus melangkah menjauh dari pria tersebut. Kini Arka juga ikut turun dari mobilnya, berusaha mengejar Kanaya dan meminta gadis itu berhenti.


"Kanaya tunggu! Please Nay, gue minta maaf sama lu! Okay, gue ngaku salah dan gue janji gak akan begitu lagi!" teriak Arka.


Namun, Kanaya memilih menghindar dan tetap berjalan dengan cepat meninggalkan tempat itu. Sedangkan Arkana juga tampak menyerah untuk mengejar gadis itu, ia pun bersandar pada badan mobil sembari meluapkan kekesalannya dengan cara berteriak kencang. Arka tak percaya jika usaha yang sudah ia lakukan sejak lama, harus gagal hanya karena kesalahan yang ia perbuat sendiri tadi.


"Sialan emang! Kenapa sih Kanaya malah tolak gue? Padahal jelas-jelas tadi dia diam dan nurut, gue kira dia emang mau gue cium. Ah kalau tahu bakal gini, pasti gue tadi tahan diri!" geram Arka.


"Ah yaudah deh, gue bakal coba deketin Kanaya lagi lain kali!" sambungnya.


Karena dirasa sudah tidak ada yang bisa dirinya lakukan lagi, Arka pun memilih ikut pergi dari sana dan masuk ke sekolahnya melalui jalur belakang. Sambil berjalan pria itu terus berpikir keras apa yang harus ia lakukan selanjutnya demi memuluskan rencananya, sebab Arka tidak akan menyerah begitu saja sebelum berhasil mendapatkan Kanaya.




Tiba-tiba Kanaya malah bertemu Wahyu saat hendak menaiki tangga, gadis itu pun terpaksa berhenti sejenak karena Wahyu memanggil namanya. Kanaya beralih menatap pria itu dan tersenyum lebar, begitu juga dengan Wahyu yang ikut memberikan senyumnya sambil berhenti tepat di hadapan gadis itu. Tampak Wahyu terus celingak-celinguk ke arah belakang dan samping, membuat Kanaya kebingungan tak mengerti melihatnya.


"Wahyu, lu ngapain celingak-celinguk kayak gitu? Nyariin siapa sih, ha?" tanya Kanaya keheranan.


"Eee Arka, gue nyari Arka. Tadi kata si Fajri, lu kesini bareng sama Arka. Makanya gue heran waktu lihat lu sendirian, apa jangan-jangan dia lu tinggalin gitu aja di parkiran ya?" jelas Wahyu.


"Hah? Gu-gue gak tahu, mungkin iya dia masih di parkiran. Tapi, sekarang gue pengen ke kelas. Sorry ya gue gak bisa lama-lama?" ucap Kanaya.


"Nay, sebentar dulu! Gue masih pengen bicara sama lu, kenapa sih lu selalu menghindar gitu tiap gue deketin lu? Apa karena gue teman Arka, terus lu anggap gue sama kayak dia?" ujar Wahyu.


"Gak juga, gue tuh gak menghindar dari lu ataupun Arka. Gue cuma pengen ke kelas," elak Kanaya.


Wahyu pun meraih satu tangan Kanaya dan menggenggamnya kuat, "Itu sama aja, lu menghindar namanya. Lagian bukannya hubungan lu sama Arka udah membaik ya? Buktinya tadi aja kalian datang bareng," ucapnya.


"Ish, apaan sih? Gue bareng Arka kesini karena terpaksa dan gak ada pilihan lain!" sentak Kanaya sembari melepaskan tangannya.


Pria itu terkejut dengan sikap Kanaya, ia yakin kali ini pasti ada sesuatu yang terjadi pada Kanaya. Ya Wahyu menduga jika Arka telah melakukan sesuatu yang buruk pada gadis itu, tapi ia tak tahu apa yang dilakukan Arka karena memang tadi ia tidak berada di dekat mereka. Kini Wahyu coba mendekati Kanaya dan menenangkannya untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


"Lo lagi kesel ya sama Arka? Emang dia ngapain aja sih selama di mobil? Dia gak bertindak yang aneh-aneh kan sama lu?" tanya Wahyu penasaran.


"Bisa gak lu gausah kepo sama urusan orang? Lu temuin aja tuh teman lu sana, terus tanya langsung sama dia! Gue harus ke kelas sekarang, lu jangan halangi gue!" kesal Kanaya.


Kanaya berniat melangkah melewati pria itu, tetapi Wahyu lagi-lagi menghalangi langkahnya dan membuat Kanaya merasa jengah. Wahyu memang tak membiarkan Kanaya pergi begitu saja, ia malah kembali menggenggam tangan Kanaya dan mengajaknya pergi ke kantin agar mereka bisa bicara berdua disana.


"Lo ikut sama gue sekarang, kita bicara di kantin supaya gue tahu dengan jelas apa masalah yang lu alami sekarang! Gue soalnya tahu banget, lu pasti lagi ada masalah kan?" ucap Wahyu.


Kanaya menurut saja walau tak menjawab, akhirnya gadis itu pergi bersama Wahyu menuju kantin. Tanpa disadari oleh keduanya, tampak Zee dengan sengaja memotret kejadian tersebut dimana Wahyu menggandeng tangan Kanaya dan berjalan bersama. Tentunya Zee sengaja melakukan itu untuk membuat Kanaya dijauhi oleh Arka, sebab ia masih tak rela melihat Arka terus mendekati gadis itu.




Iqbal tersenyum dan berjalan mendekati gadisnya, ia langsung memeluk gadis itu dengan erat seraya mengusap punggungnya. Iqbal memang sangat menyayangi Cempaka sejak dulu, hanya saja ia memiliki alasan tersendiri mengapa ia harus menyembunyikan hubungan mereka ini di depan teman-temannya. Dan menurut Iqbal, semua itu belum dapat diketahui oleh Cempaka.


Sejujurnya Iqbal memang tak ingin melakukan semuanya seperti ini, namun ia terpaksa karena ini merupakan aturan yang diberikan Arka bagi setiap teman-temannya. Jika Iqbal melanggar, maka dapat dipastikan kalau Arka akan sangat emosi padanya. Kini ia hanya tinggal menunggu Arka merubah aturan itu, sebab ia tahu kalau Arka saat ini sedang mengincar gadis junior mereka di sekolah.


"Kamu yang sabar ya cantik, ada saatnya nanti aku bakal kasih tahu ke semuanya kalau kita ini pacaran!" ucap Iqbal menenangkan.


"Halah kamu mah selalu bilang begitu, tapi nyatanya gak pernah terwujud!" ujar Cempaka.


"Iya iya, yaudah sekarang duduk yuk biar gak pegal! Kasihan kan pacar aku yang cantik dan manja ini kalau kecapekan berdiri terus, yuk duduk yuk!" ucap Iqbal.


Cempaka akhirnya dapat tersenyum setelah diperlakukan dengan lembut oleh kekasihnya itu, kini gadis itu mau ikut duduk bersama Iqbal disana dan masih terus saling berpelukan. Sesekali Iqbal juga mencuri kecupan di wajah sang kekasih, dia memang suka sekali melakukan itu, tapi Iqbal masih dapat menahan diri untuk tidak berbuat lebih. Salah satunya adalah mencium bibir Cempaka, karena menurutnya semua itu belum boleh dilakukannya.


"Aku sayang banget sama kamu, Cempaka! Aku gak akan pernah tinggalin kamu!" ucap Iqbal.


"Iya, aku juga sayang kamu. Terus ini ada apa kamu ajak aku ketemuan disini sayang? Kamu mau ngomongin soal apa?" tanya Cempaka keheranan.


"Eee..." Iqbal terlihat ragu dan bingung saat hendak menjelaskannya pada Cempaka, ia menggaruk kening sembari berpikir dengan keras.


"Jadi begini sayang, aku itu niatnya mau ketemu sama orang tua kamu untuk bahas hubungan kita ini. Karena aku pengen berlanjut ke jenjang yang lebih serius," sambungnya dengan tegas.


Deg!


Cempaka begitu terkejut mendengarnya, ia tak percaya kalau Iqbal akan secepat itu mengatakan bahwa dirinya ingin melanjutkan hubungan mereka ke yang lebih serius. Padahal selama ini saja Iqbal selalu meminta padanya untuk menyembunyikan status mereka, dan sekarang secara mendadak Iqbal malah ingin menemui orangtuanya.


"Ka-kamu serius bilang begitu sayang? Hubungan kita aja masih backstreet, terus sekarang kamu bilang mau temuin orang tua aku? Aku kok gak percaya ya sama kata-kata kamu?" ucap Cempaka.


"Kenapa sih sayang? Kamu percaya dong sama aku, aku ini serius loh! Aku belum pernah sampai seserius ini sama perempuan," ucap Iqbal.


"Oh ya? Tapi, kita kan masih sekolah sayang. Pasti aku gak bakal dibolehin buat nikah muda sama orang tua aku," ucap Cempaka.


Iqbal terkekeh dibuatnya, "Gak ada yang ajak kamu nikah muda kok sayang, aku cuma mau tunangan biar bisa ikat kamu," ucapnya.


"Tunangan??" kaget Cempaka.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2