Arkana

Arkana
Bab 12. Wahyu baik?


__ADS_3

Kanaya pergi dari markas geng Arka dengan perasaan kesal dan kecewa yang amat mendalam, gadis itu sungguh tak percaya jika Arka akan tega melecehkannya di hadapan teman-temannya seperti tadi tanpa rasa bersalah sedikitpun. Kanaya pun menyesal karena sudah mau mengikuti kemauan pria itu untuk pulang bersamanya, dan ia berjanji tidak akan pernah memaafkan Arka sampai kapanpun setelah apa yang dilakukannya saat ini.


Di tengah perjalanan, Kanaya baru tersadar kalau ia tidak hafal jalanan menuju tempat tinggalnya. Terlebih ia juga tidak tahu ada dimana saat ini, karena memang baru beberapa hari saja Kanaya ada di kota tersebut. Kanaya pun tampak sangat bingung, ia terus celingak-celinguk ke kanan dan kiri demi mencari cara untuk bisa pulang ke tempat kostnya sesuai yang ia inginkan.


"Aduh, ini gue kemana ya? Jalanan Jakarta tuh bikin bingung banget deh, gimana cara gue bisa balik coba?" gumam Kanaya kebingungan.


Tak lama kemudian, tiba-tiba saja ia dipertemukan dengan Wahyu yang merupakan sahabat Arkana itu. Tampak sebuah motor berhenti tepat di hadapannya, sontak Kanaya turut menghentikan langkahnya karena merasa pemotor itu menghalangi jalannya. Ia pun menatap ke arah pemotor tersebut dengan tatapan bingung serta heran.


"Kanaya!" tanpa berlama-lama lagi, setelah turun dari motornya dan melepas helm, Wahyu pun bergegas menghampiri gadis itu sambil menyapanya.


"Loh lu lagi? Kok lu bisa ada disini? Oh gue tahu, pasti lu mau susulin sahabat lu yang kurang ajar itu ya? Markas dia kan ada di dekat sini, pantas aja lu ada disini juga," ujar Kanaya.


"Hah? Lo tahu Arka suka kumpul-kumpul di dekat sini? Dari siapa Kanaya?" kaget Wahyu.


"Ya dari dia sendiri lah, tadi dia bawa gue ke markasnya. Dia permalukan gue disana, di depan teman-temannya. Abis itu dia biarin gue pergi sendiri sekarang," jelas Kanaya.


Wahyu yang mendengar itu sontak terkejut dan mengernyitkan dahinya, "Lo serius, Nay? Lo gak lagi ngada-ngada atau ngarang cerita kan?" ujarnya.


"Cih, lu sama teman lu itu emang sama ya? Kalian berdua benar-benar bikin gue bete, udah sana ngapain sih lu malah berdiri di depan gue kayak gitu!" ucap Kanaya kesal.


"Eee gue tadi gak sengaja lihat lu, Nay. Makanya gue berhenti dan samperin lu," ucap Wahyu.


"Oh, terus kenapa lu masih disini?" tanya Kanaya.


"Gue minta maaf Nay atas sikap Arka ke lu, ya walau gue gak tahu dia udah ngapain aja sama lu tadi. Lu mau kan maafin dia?" ucap Wahyu.


Kanaya memalingkan wajahnya dan hendak pergi begitu saja tanpa berbicara apapun, namun Wahyu yang memang khawatir pun mencegah gadis itu dengan cara memegangi lengannya. Sontak Kanaya terpaksa berhenti dan kembali menatap wajah Wahyu dengan tampang kesal.


"Ma-maaf, gue cuma gak mau aja lu pergi sebelum jawab pertanyaan gue!" ucap Wahyu sembari melepas tangan gadis itu.

__ADS_1


"Gini ya Wahyu, sampai kapanpun gue gak akan pernah maafin si Arka itu, karena apa yang dia lakuin ke gue barusan itu udah masuk ke ranah pelecehan loh. Jelas lah gue gak terima!" geram Kanaya.


"Maksud lu gimana? Pelecehan apanya?" tanya Wahyu tampak penasaran.


"Ah udah lah, males gue jelasinnya ke lu! Pasti ujung-ujungnya lu bakal belain sahabat lu yang kurang ajar itu!" ucap Kanaya.


"Oke deh, terserah lu kalo gak mau cerita ke gue. Tapi, sekarang gue antar lu pulang ya?" ucap Wahyu.


"Hah? Antar gue? Ogah! Lo pikir gue bakal kejebak untuk yang kedua kalinya gitu? Gue masih waras kali," ucap Kanaya menolak tegas.


"Maksud lu gimana sih?" tanya Wahyu tak mengerti.


Bukannya menjawab, Kanaya malah pergi begitu saja meninggalkan Wahyu dan berniat mencari taksi di sekitar sana. Sontak Wahyu berusaha mengejar gadis itu karena dia sungguh khawatir padanya, dia tahu kalau Kanaya baru beberapa hari saja tinggal di Jakarta dan pastinya Kanaya akan kesulitan untuk bisa kembali ke rumahnya kali ini.


"Nay, Kanaya tunggu dong! Please Nay, lu bareng sama gue aja ya pulangnya!" bujuk Wahyu.


"Huft, lu apaan sih? Gue gak mau bareng sama lu, nanti yang ada gue dikerjain lagi kayak si Arka barusan!" ucap Kanaya.


"Masa?" Kanaya tak percaya dan sengaja meledek pria itu.


"Iya serius Naya, kalau lu gak percaya lu boleh tanya ke orang-orang di sekolah. Selama ini gue selalu bantu mereka yang ditindas sama Arka kok, coba sana lu tanya aja!" jawab Wahyu.


"Yaudah, gue mau bareng sama lu. Tapi, awas ya kalo lu ngerjain gue lagi!" ucap Kanaya.


Wahyu mengembangkan senyumnya dan mendekati Kanaya, "Makasih ya Nay? Gue janji gue gak akan bikin lu kecewa!" ucapnya antusias.


"Okay, sekarang mana helm gue?" tanya Kanaya.


"Ahaha, nih khusus buat wanita cantik kayak lu!" jawab Wahyu seraya menyerahkan helmnya kepada gadis itu.

__ADS_1


Kanaya hanya diam dan mengenakan helm itu sembari berjalan mendekati motor Wahyu, tentu saja Wahyu tampak antusias karena akhirnya ia berhasil membuat Kanaya mau menurutinya. Mereka pun sama-sama naik ke atas motor dan bergegas melaju menuju tempat tinggal gadis itu.




Sementara itu, Kinara sampai lebih dulu di kost tempat tinggal Kanaya bersama Cahaya yang mengkhawatirkan gadis itu. Akan tetapi, mereka baru sadar kalau ternyata Kanaya belum sampai disana, sebab kamar kost gadis itu masih tampak kosong tak berpenghuni.


Tentu saja Cahaya dibuat semakin panik, ia khawatir Kanaya dibawa pergi oleh lelaki tadi ke tempat yang berbahaya. Perasaan Cahaya jadi tidak tenang karena itu, ia terus memikirkan Kanaya dan berharap gadis itu baik-baik saja. Kinara pun juga berusaha menenangkan Cahaya agar tidak terlalu panik.


"Aduh, Kanaya kemana ya ini? Dia kok belum sampai juga di kostnya? Padahal tadi dia jalan duluan, terus dia kan pakai motor. Masa iya malah kita duluan yang sampai disini?" cemas Cahaya.


"Tenang Aya! Mungkin aja mereka mampir dulu, makan siang atau apa gitu. Ya kan? Kamu kan pernah muda, kayak gak tahu aja kebiasaan anak muda itu gimana? Udah deh gausah berlebihan gitu!" ucap Kinara santai.


"Ish, kok kamu bisa sih santai banget kayak gitu? Keponakan kita lagi dalam bahaya loh ini, Nara!" ucap Cahaya tegang.


"Hahaha, santai aja kali Aya! Bahaya gimana coba? Emang Kanaya diculik? Enggak kan?" kekeh Kinara.


"Ya emang enggak, tapi dia kan pergi sama cowok tadi. Aku khawatir aja dia dibawa ke tempat yang enggak-enggak sama cowok itu," ucap Cahaya.


"Tenang aja, kita tunggu dulu selama beberapa menit! Siapa tahu Kanaya nanti sampai disini," ucap Kinara menenangkan.


"Okay." Cahaya menurut saja padanya.


Bermenit-menit mereka menunggu disana, akhirnya muncul sebuah motor yang diyakini oleh Kinara bahwa itu adalah Kanaya. Sontak Kinara bergegas memberitahu Cahaya, tapi tanpa diduga Cahaya malah pergi dari sana mencari tempat bersembunyi karena takut Kanaya akan melihatnya.


Kinara tampak heran dengan tingkah Cahaya, ia tak mengerti mengapa wanita itu masih saja menghindar dari Kanaya. Padahal sedari tadi Cahaya selalu saja mengkhawatirkan gadis itu, namun justru saat ini Cahaya malah bersembunyi seolah tidak ingin bertemu dengan Kanaya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2