Arkana

Arkana
Bab 6. Pemimpin di sekolah


__ADS_3

...Visual...


...•...


...KANAYA ELONICA...




Nama : Kanaya Nur Elonica


Umur : 17 tahun (2 SMA)


Tempat, tanggal lahir : Bandung, 8 Mei 2025


Hobi : Membaca novel


Cita-cita : Memberantas para geng motor


Sikap : Baik, tapi dendam pada geng motor


Pesan hidup : Teruslah semangat untuk berjuang, meski engkau terus-menerus tertimpa masalah


>>>


Kanaya, gadis cantik nan manis yang merupakan putri dari mendiang Tiffany Al-Ghifari ini harus mengalami penderitaan hidup yang amat sangat selama perjalanan usianya. Terlahir dari hasil pemerkosaan, membuat Kanaya tak mengetahui siapa ayah kandungnya sebenarnya. Sang ibu (Tiffany) pun tak dapat memastikan siapakah sosok ayah dari putrinya itu, karena memang kala itu Tiffany dipaksa melayani cukup banyak pria bejat.


Setelah kepergian ibunya itu, Kanaya kecil diasuh oleh Joshua yang tak lain adalah mantan kekasih Tiffany. Namun naas, umur Joshua juga tak lama sebab pria itu harus meregang nyawa di tangan rombongan gangster yang mencegatnya. Akhirnya Kanaya tinggal bersama orang tua Joshua serta adik perempuannya yang bernama Kinara, sejak itulah Kanaya tumbuh menjadi gadis yang penuh dendam dan bertekad akan membalaskan kematian ayah serta ibunya itu pada seluruh geng motor di kotanya.


...•...


...Episode 6. Kanaya tahu...


...•...


Wahyu yang masih mencari-cari keberadaan Kanaya pun akhirnya diberi secercah harapan saat ia berhasil menemukan gadis itu tengah berjalan di depannya dengan wajah sendu, sontak saja Wahyu segera menghampirinya untuk bisa membawa Kanaya ke markas dimana Arka sudah menunggu. Ya memang Wahyu adalah orang yang amanah, sehingga ia tidak mungkin melupakan perintah dari sahabatnya itu tadi.


Tanpa banyak basa-basi, pria itu langsung mendekati Kanaya dan berdiri tepat di hadapannya. Hal itu membuat Kanaya terkejut dan reflek berhenti, Kanaya pun menatap wajah Wahyu dengan bingung seolah bertanya-tanya ada apa. Sedangkan Wahyu yang masih ngos-ngosan hanya diam selama beberapa detik sembari mengambil nafas, barulah setelah itu Wahyu mulai tersenyum ke arahnya.


"Haaahhh haaahhh, akhirnya kita ketemu lagi Kanaya! Gue udah nyariin lu kemana-mana tau," ucap Wahyu dengan nafas tersengal-sengal.


Kanaya mengernyit penuh heran, "Lo kenapa sih? Ngapain lu nyariin gue coba?" tanyanya kebingungan.

__ADS_1


"Hehe, ikut gue yuk! Ada yang mau gue tunjukin sama lu, mumpung lu masih baru disini!" ucap Wahyu yang langsung mengajak Kanaya pergi.


"Hah? Kemana? Jangan ngada-ngada ya lu, gue bisa laporin lu ke guru loh!" ujar Kanaya.


"Hahaha, iya tenang aja Kanaya. Gue gak mungkin lah macam-macam sama anak baru, bisa habis gue. Gue cuma mau tunjukin sesuatu ke lu, please ikut dulu sebentar sama gue ya!" pinta Wahyu memohon.


"Emangnya apa sih yang mau lu tunjukin ke gue?" tanya Kanaya penasaran.


"Udah lu ikut aja dulu, nanti lu juga tahu kok!" ucap Wahyu memaksa.


Kanaya menghela nafasnya sejenak, ia juga berpikir apakah harus mengikuti kemauan Wahyu atau tetap disana mencari barangnya yang hilang. Namun karena penasaran, Kanaya akhirnya memilih mengangguk dan menyetujui ucapan Wahyu untuk ikut dengannya.


"Oke deh, gue mau ikut sama lu. Tapi, awas ya kalo lu macam-macam!" ucap Kanaya.


"Iya iya santai aja, udah ayo ikut sama gue!" ujar Wahyu.


Setelah mendapat persetujuan dari Kanaya, akhirnya Wahyu mulai melangkah bersama gadis itu menuju markas tempat dimana Arka berada. Walaupun begitu, Kanaya tampak masih menyimpan rasa khawatir dan ragu saat ia mengikuti langkah Wahyu yang mencurigakan, tapi karena penasaran yang memuncak Kanaya pun melupakan saja rasa itu.


"Huft, nih cowok aneh mau bawa gue kemana sih? Semoga aja gue gak diapa-apain sama dia!" gumam Kanaya di dalam hatinya.




Melihat Kanaya yang menghentikan langkahnya, Wahyu terpaksa mundur kembali untuk menemui gadis itu dan bertanya ada apa. Tentunya tak mungkin jika Wahyu terus berjalan tanpa Kanaya, karena ia sudah berjanji akan membawa gadis itu ke hadapan Arkana.


"Eh Kanaya, lu ngapa berhenti sih? Ayo maju sedikit lagi itu kita sampai!" ucap Wahyu keheranan.


Kanaya menggeleng, "Gue heran aja, itu kenapa mereka pada kasih uang mereka ke orang itu?" ucapnya lirih.


"Hah? Ohh, jadi lu mendadak diam tuh karena ngeliat itu? Yah elah Kanaya, itu mah hal yang wajar disini. Nanti lama-lama lu juga bakal ngerti kok kalau udah beberapa hari sekolah disini," ucap Wahyu.


"Bukan gitu, tapi gue mau tau siapa orang yang duduk di kursi itu. Kenapa dia bertindak seolah-olah dia itu pemimpin disini?" ucap Kanaya.


"Itu sih simpel, dia begitu ya karena dia anaknya pemilik sekolah ini. Makanya siapapun yang sekolah disini, pasti diminta buat tunduk sama dia kayak gitu," jawab Wahyu.


Kanaya langsung melotot tak menyangka, "Serius? Terus mereka mau-mau aja gitu?" tanyanya.


Wahyu mengangguk pelan, "Iyalah harus, kalau mereka nolak yang ada mereka bakal dihajar sama dia!" jawabnya.


"Dih, berarti lu juga tunduk dong sama dia?" tanya Kanaya lagi.


Kali ini Wahyu menggelengkan kepalanya, "Enggak, kalo gue mah beda. Gue sama Arka udah kenal dan temenan dari kecil, jadinya ya dia gak mungkin bertindak kayak gitu ke gue," jawabnya.

__ADS_1


"Arka?" Kanaya tampak terkejut saat mendengar Wahyu menyebut nama Arka.


"Iya Arka, itu nama si cowok yang duduk di kursi. Sekarang lu udah tahu semua kan? Yuk gue kenalin lu sama dia!" ucap Wahyu seraya menggandeng tangan Kanaya.


"Ih apa-apaan!" sentak Kanaya sembari menepis tangan lelaki itu.


"Kenapa sih Kanaya? Lu gak mau ikut sama gue buat kenalan sama si Arka?" tanya Wahyu.


"Bukan, tapi tangan lu itu jangan nakal deh! Gue gak suka ya!" ketus Kanaya.


Wahyu tersenyum lebar hingga memperlihatkan gigi-giginya, dan kemudian Kanaya melangkah lebih dulu melewatinya tanpa berkata apa-apa. Sontak Wahyu berteriak keheranan, lalu menyusul gadis itu agar tidak ada anak buah Arka yang bertindak kasar padanya nanti.


"KANAYA TUNGGU!" teriak Wahyu cukup keras.




"Heh stop!" sesampainya di depan kursi yang diduduki oleh Arka, gadis itu pun langsung menegur mereka semua disana dengan suara kerasnya.


Arkana cukup terkejut mendengarnya, ia mulai mengarahkan pandangan ke asal suara dan menemukan sosok gadis cantik tengah berdiri di dekatnya sambil menatap penuh kesal. Tentu saja Arka terlihat tak percaya dengan kehadiran Kanaya disana, ia langsung bangkit dari tempat duduknya dan berupaya menghampiri gadis itu.


"Loh lu?" lirih Arka dengan tangan menunjuk tubuh Kanaya masih sambil terkejut.


"Ternyata benar dugaan gue, Arka ini orang yang sama dengan yang udah tolongin gue tadi. Tapi, kenapa dia bisa sejahat ini ya?" gumam Kanaya dalam hati.


"Eh Arka," tiba-tiba saja Wahyu datang menyela disertai senyum lebarnya dan mendekati mereka.


Sontak Arka beralih menatap sahabatnya itu, "Wahyu, ngapain lu kesini?" tanyanya bingung.


"Loh kok kenapa? Ini gue tepati janji gue buat bawa cewek yang gue maksud tadi, dan ini dia orangnya!" jawab Wahyu dengan santai.


"Apa??" Arka tersentak kaget dan tak percaya.


"Lah lu ngapa sih bro? Kaget ya karena sangking cantiknya? Kan gue bilang tadi bro, murid barunya itu luar biasa cantik. Lu sih gak percaya sama gue," ujar Wahyu.


Arka mengacungkan jari telunjuk ke arah Wahyu seolah memintanya berhenti bicara, "Diam dulu, gue mau bicara sama nih cewek!" ucapnya.


"Ah siap!" Wahyu menurut dan mundur perlahan.


Sementara Arka kini kembali menatap gadis di depannya itu dan perlahan mendekatinya, sedangkan Kanaya tetap pada ekspresi pertamanya, yakni tegas dan berani, meski di dalam hatinya ia sangat merasa takut karena ia tahu kalau Arka adalah laki-laki yang kejam dan sadis.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2