
Waktu demi waktu berlalu, dan kini Arkana pun mengantarkan Kanaya kembali ke kostnya setelah seharian ini gadis itu terus menemaninya mengisi hari yang menyedihkan. Untungnya Kanaya bersedia melakukan itu untuknya, karena jika tidak mungkin saja Arka akan terus bersedih memikirkan masalah yang tengah menimpa hidupnya dan belum terselesaikan hingga kini.
Keduanya turun dari mobil, terlihat jelas kalau Kanaya membawa cukup banyak barang belanjaan yang ia dapatkan dari pasar malam tadi. Tentunya semua barang itu adalah pemberian Arka, termasuk juga makanan yang sedang ia pegang. Meski Kanaya sudah menolak awalnya, namun Arka terus saja memaksa dan membuat Kanaya tak memiliki pilihan lain selain mengiyakan saja tawaran itu.
"Arka, thanks ya udah anterin gue balik! Thanks juga nih sama semua yang lu beliin buat gue, gue gak nyangka ternyata lu bisa baik juga!" ucap Kanaya.
"Hm, sekarang lu baru tau kan gue kayak gimana. Makanya lain kali tuh lu selidiki dulu seseorang yang baru kenal sampai ke akar-akarnya, jangan main nilai gak bener aja!" ucap Arka menyindir.
"Yeh jangan kepedean deh lu! Gue bilang lu baik khusus buat malam ini doang, karena aslinya lu itu kan busuk!" cibir Kanaya.
Entah kenapa Arka malah terkekeh mendengar ucapan Kanaya barusan, "Ahaha, iya deh gue mah manut aja sama kata-kata lu. Intinya makasih banyak ya udah mau temenin gue hari ini!" ucapnya.
"Sama-sama, sekarang lu bisa kan hapus video gue dari hp lu?" pinta Kanaya.
"Umm, itu sih belum bisa untuk sekarang. Gue masih butuh video itu buat nekan lu, karena gue gak mau lu ikut campur urusan gue terus di sekolah!" ucap Arka.
"Ya ampun, baru aja gue bilang lu baik, eh udah balik aja sikap asli lu," ucap Kanaya.
"Sorry Nay, gue emang gak mau ada orang yang ikut campur ke dalam urusan gue," ucap Arka.
"Iya iya, gue ngerti maksud lu. Yaudah, gue mau masuk dulu. Sekali lagi makasih udah mau anterin gue sampai ke rumah!" ucap Kanaya.
"Yap," singkat Arka sambil menganggukkan kepalanya.
Setelahnya, Kanaya pun memutar tubuhnya dan masuk ke dalam wilayah kost tempat dimana ia tinggal. Sedangkan Arka masih menetap disana sembari memandangi punggung Kanaya yang perlahan menghilang, tanpa sadar laki-laki itu tersenyum mengingat momen kebersamaan mereka saat di danau dan pasar malam tadi.
"Haish, lu gak boleh terjebak sama pesona tuh cewek, Arka! Ingat, cewek itu bisa bikin hidup lu gak bener dan rusak!" ujar Arkana.
__ADS_1
Berkali-kali Arka memukul keningnya untuk menyadarkan dirinya dari kekhilafan akibat senyum manis Kanaya, pria itu memang bertekad untuk tidak lagi tergoda pada pesona wanita sejak terakhir kali ia disakiti oleh wanita. Akhirnya Arka masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari tempat itu dengan cepat, membuat Kanaya yang masih mengintip dari balik jendela merasa kecewa.
Ya Kanaya memang masih memantau keberadaan Arka hingga kini, gadis itu tampak cemberut saat Arka melaju pergi bersama mobilnya. Padahal Kanaya berharap Arka akan menyusulnya masuk ke area kost tersebut, tapi justru pria itu pergi begitu saja tanpa berpamitan atau setidaknya mengatakan sesuatu padanya.
"Ih si Arka nyebelin banget! Kok dia gak seromantis di danau tadi ya?" gumam Kanaya kecewa.
Namun, sesaat kemudian Kanaya tersadar bahwa apa yang ia bayangkan itu salah. "Haish Kanaya, lu itu kenapa sih? Ngapain coba lu ngarep Arka nyusul lu kesini? Hadeh, dasar aneh!" ujarnya pelan.
Kanaya pun berlanjut melangkah dan menutup gorden jendelanya dengan sedikit kasar, ia lalu terduduk pada sofa sambil memandang foto sang ibu yang sengaja ia pajang disana agar bisa terus mengingatnya setiap saat. Gadis itu mendekat dan mengambil bingkai foto tersebut dengan tangannya, Kanaya juga tampak mengusap foto mendiang ibunya itu sambil menitikkan air mata.
"Mama, maafin Naya ya? Harusnya tadi Naya gak terima ajakan cowok itu buat pergi, hampir aja Naya lupa sama misi awal Naya!" gumam Kanaya.
•
•
Singkat cerita, sekolah kembali dimulai dan Kanaya kini telah tiba disana seperti biasa dengan menggunakan ojek tumpangannya. Gadis itu langsung melangkah masuk ke dalam lobi, tak lupa ia memberikan sapaan berupa senyum kepada guru piket yang berada disana.
"Eh Cempaka, ya kenapa?" tanya Kanaya pada sahabatnya dengan santai.
"Eee gapapa sih, gue cuma mau nanya aja sama lu," ucap Cempaka ngos-ngosan.
"Hm, tanya soal apa?" Kanaya terlihat penasaran, ia sampai mengernyitkan dahi serta menyipitkan matanya karena ingin tahu.
"Sebentar." Cempaka terlihat membuka tasnya dan mengambil handphone miliknya dari sana.
"Nih ini nih yang gue mau tanyain, beneran gak sih ini lu sama kak Arka?" ucap Cempaka bertanya sembari menunjukkan sebuah foto di hp nya.
__ADS_1
Deg!
Saat itu juga Kanaya terkejut, foto yang ada di layar ponsel Cempaka itu adalah foto dirinya saat bersama Kanaya di danau kemarin. Sungguh Kanaya tak percaya, ternyata ada seseorang yang memotret kebersamaan mereka saat itu. Namun, Kanaya tidak tahu siapa orang tersebut.
"Kok bisa sih lu dapat foto ini? Dari siapa?" tanya Kanaya pada sahabatnya.
"Eee sorry banget Nay, tapi foto ini tuh udah kesebar di semua grup sekolah. Pengirimnya gue gak tahu siapa, karena tiba-tiba aja tuh orang masuk grup dan langsung kirim foto ini," jawab Cempaka.
"Apa? Misterius banget sih tuh orang, terus apa maksudnya coba dia foto gue diem-diem kayak gitu?" ujar Kanaya keheranan.
"Duh, gak tahu deh Nay. Ya mungkin aja orang itu mau mecah belah lu, secara kan banyak yang suka sama kak Arka. Jadi dengan foto ini, pasti bakal banyak juga yang benci lu," ucap Cempaka menduga.
"Oh iya lu bener, kurang ajar banget dong orang ini! Dia mau adu domba gue, huh gue harus cari nih siapa pelakunya!" geram Kanaya.
"Eh Naya tunggu!" Cempaka mencekal lengan gadis itu dan menahannya.
"Haish, apa sih Cempaka? Gue gak terima nih kalau kayak gini, bisa-bisa gue bakal dimusuhin sama semua cewek disini!" ujar Kanaya.
"Ya gue ngerti, tapi emang lu mau cari kemana? Lu tahu gitu siapa orangnya?" tanya Cempaka.
"Enggak lah, kalau gue tau ya gak mungkin gue cari dia. Pasti langsung gue temuin terus gue hajar dia saat itu juga!" jawab Kanaya.
"Nah, terus lu mau cari kemana?" tanya Cempaka.
Kanaya menggeleng dengan bibir mengerucut, ia juga bingung harus mencari kemana siapa sosok yang memfoto dirinya saat sedang bersama Arka di danau kemarin. Padahal seingatnya, hanya ada ia dan Arka saja disana. Namun, nyatanya kali ini ia harus melihat foto tersebut yang entah siapa pelakunya pun ia tidak tahu.
"Heh!" baru saja mereka menduga, rombongan wanita-wanita kelas atas di sekolah itu langsung mendatangi mereka dan menegur gadis itu.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...