Arkana

Arkana
Bab 29. Pukulan Kanaya


__ADS_3

Setibanya di kantin, Wahyu langsung mengajak Kanaya duduk bersamanya dan memesan minum untuk mereka sebagai penikmat. Tak lupa pria itu mulai membahas mengenai kejadian kemarin yang menimpa Kanaya, sebab sebelumnya Wahyu telah diberitahu oleh Arka kalau Kanaya sempat menjadi korban bullying di sekolahnya sampai gadis itu pingsan dan dirawat di UKS karena kondisinya yang cukup parah.


Ketika mendengar semuanya dari Arka, Wahyu langsung panik dan tidak bisa tenang kalau ia belum memastikan sendiri kondisi Kanaya. Maka dari itu, pagi ini ia memutuskan berangkat ke sekolah agar bisa bertemu dengan Kanaya disana dan membahas semuanya secara langsung. Meski Wahyu sadar bahwa dirinya tidak mungkin memiliki Kanaya, tetapi tetap saja ia tak ingin melihat gadis itu terluka.


Kanaya dengan santainya menceritakan semua yang ia alami kemarin kepada pria itu, tak ada satupun yang disembunyikan olehnya karena menurutnya semua itu pantas ia ceritakan. Wahyu langsung terkejut saat mengetahui bahwa Zee lah pelaku yang sudah membuat Kanaya seperti itu, satu tangannya terkepal hebat menahan amarah yang memuncak dan ingin membalas perbuatan gadis itu segera.


Untung saja Kanaya berhasil menahan emosi Wahyu yang meluap itu, Kanaya tidak mau Wahyu sampai membalas semua perbuatan Zee dan malah ikut dihukum nantinya seperti gadis itu. Kanaya juga tak ingin kehilangan pria sebaik Wahyu, apalagi belakangan ini Wahyu selalu membantunya baik dalam keadaan sulit maupun senang. Bagi Kanaya, Wahyu itu memang berbeda dari Arka dan ia sudah mulai percaya padanya sejak lama.


Kali ini Wahyu mengangguki permintaan Kanaya, ia tak memaksa untuk membalas semua perbuatan Zee pada gadis itu. Melihat Kanaya tersenyum saja sudah membuat amarah di dalam hati Wahyu padam, meskipun masih ada sedikit kekesalan yang tertanam dan rasa tidak terima yang dirasakannya karena tahu Kanaya dijahati oleh Zee. Namun, Wahyu berhasil menenangkan diri agar tak membuat Kanaya kecewa padanya, Wahyu tentu tidak ingin kehilangan sahabat sebaik Kanaya.


"Thanks ya, lu udah mau nurut sama gue! Jujur aja sebenarnya gue gak perduli lu pengen ngapain, tapi yang kali ini tuh emang gak boleh lu lakuin Wahyu!" ucap Kanaya.


Wahyu tersenyum menatap wajah gadis itu, rasanya ia tak ingin mengalihkan matanya dari wajah yang selalu membuatnya bahagia itu. Selama ini Wahyu memang sulit jatuh cinta pada seorang wanita, namun begitu bertemu dengan Kanaya semua itu seolah hilang karena sejak pertama kali melihatnya Wahyu sudah langsung berdebar-debar.


"Gue tahu, lu pasti takut gue kenapa-kenapa kan kalo gue balas si Zee?" ujar Wahyu.


Kanaya menggeleng pelan, "Gak gitu, ngapain juga gue perduli sama lu? Gue tuh gak mau aja masalah ini tambah ribet, nanti yang ada gue bisa kebawa-bawa lagi. Udah deh, katanya tadi lu mau nurut sama gue!" ucapnya kesal.


"Hehe, iya Kanaya iya. Yaudah, diminum dong itu minumannya biar lu lebih tenang! Atau mau gue bantu minum sekalian?" ucap Wahyu terkekeh.


"Ih apaan sih lu!" Kanaya menyentak kesal dan membuat Wahyu semakin tertawa lebar, gadis itu pun mengambil minumannya dan meminum sampai habis tak bersisa.


"Lo cantik deh Nay, gue heran kenapa Arka benci banget sama lu?" ucap Wahyu tiba-tiba.

__ADS_1


Ucapan Wahyu barusan berhasil membuat Kanaya merona dan terkejut seketika, bahkan gadis itu langsung memalingkan wajahnya karena tersipu dan bisa dilihat kalau saat ini pipi Kanaya sudah semerah udang rebus. Sedangkan Wahyu tersenyum menatap wajah Kanaya tanpa berkedip, ia memang bersungguh-sungguh mengatakan itu dan tidak ada niat untuk merayu atau gombal.




Baru saja Kanaya hendak kembali ke kelasnya, namun tanpa diduga ia justru bertemu dengan Arka di dekat tangga yang tengah bersama temannya. Tentu saja Kanaya terkejut, apalagi Arka seperti sengaja menghalangi jalannya dengan menggunakan tubuhnya yang besar dan kekar itu. Sehingga Kanaya tidak bisa melewatinya, karena tubuhnya yang kecil dan kalah besar.


Tampak Arka menatapnya disertai senyuman tipis dan tatapan dingin, seolah-olah menunjukkan kalau Arka tidak suka dengan kehadiran Kanaya disana saat ini. Kanaya terus berusaha menghindar darinya, sebab ia tak mau akan membuat masalah dengan para wanita yang mengidolai pria itu. Tapi lagi-lagi Arka menahannya, dia memang tidak mengizinkan Kanaya untuk lewat dan mencengkram lengannya.


"Mau kemana sih, hm? Lu tuh kenapa susah banget nurut sama gue sih? Gue udah bilang istirahat dulu, ngapain lu malah sekolah coba?" geram Arka.


"Apaan sih Arka? Gue mau sekolah atau enggak itu terserah gue dong, kenapa jadi lu yang repot? Lagian lu itu bukan siapa-siapa gue, lu gak berhak atur-atur hidup gue!" sentak Kanaya.


"Gue berhak, karena gue ini orang yang perduli sama lu. Masih mending ada yang mau kasih perhatian ke lu, harusnya lu bersyukur!" ucap Arka.


"Lah kok lu jadi nyalahin gue?" heran Arka.


Kanaya menghentak tangannya hingga terlepas dari genggaman pria itu, "Lo pikir aja sendiri, udah ah gue mau lewat!" ucapnya kesal.


Namun, bukan Arka namanya jika menyerah dan membiarkan Kanaya lewat begitu saja. Kali ini pria itu menahan tubuh Kanaya dan mendorongnya hingga menyentuh tembok, lalu tanpa basa-basi Arka juga mengungkung Kanaya disana dengan dua tangannya dan menatap wajahnya dari jarak dekat disertai seringaian tipis yang membuat Kanaya berdebar-debar tak karuan.


"Ish, lu mau ngapain? Jangan gila ya Arka, lepasin gue!" ucap Kanaya meronta-ronta.

__ADS_1


Arka hanya tersenyum tak menjawab, ia dapat melihat kecemasan di wajah gadis itu dan itu amat membuatnya bahagia. Fajri yang ada bersamanya juga ikut senyum-senyum melihat kelakuan sahabatnya, tidak biasanya memang Arka bertindak seperti itu pada seorang perempuan setelah terakhir kali ia putus dengan mantan kekasihnya.


"Dengar ya Kanaya, gue udah sering main sama cewek-cewek di sekolah ini. Tapi, tinggal lu doang yang belum pernah gue cobain. Sekarang lu mau kan main sama gue?" ucap Arka sensual.


Plaaakk


"Dasar kurang ajar! Lo pikir gue cewek apaan? Ogah banget gue main sama lu, jangan mimpi jadi cowok!" sentak Kanaya sembari melayangkan tamparan keras ke wajah si pria.


Fajri yang menyaksikan itu dibuat melongok dan tidak percaya, sahabatnya yang dikenal garang itu justru ditampar oleh seorang gadis yang baru beberapa sekolah disana. Tentu sebuah pemandangan yang langka, sebab tidak ada wanita manapun yang berani melakukan itu pada Arka kecuali Kanaya seorang.


"Lo boleh tampar gue, tapi paling nanti lu bakal kejar-kejar gue dan minta itu secara langsung dari gue," ucap Arka tersenyum smirk.


Kanaya menggeleng dengan mata melotot tajam, "Gue gak akan pernah kayak gitu, tolong jangan samain gue sama cewek-cewek yang udah pernah lu pake!" ucapnya tegas.


"Iya iya, lu itu emang beda kok. Makanya gue jadi penasaran pengen nyobain punya lu, kayaknya sih sempit dan enak," goda Arka.


Bugghhh


Lagi, kali ini bagian bawah Arka yang menjadi sasaran amuk Kanaya. Ya gadis itu merasa geram dan langsung memukul milik Arka menggunakan lututnya, sontak Arka terkejut dan melemas dibuatnya karena bagian berharga miliknya baru saja dihajar oleh Kanaya. Arka pun perlahan-lahan menjauh, tubuhnya lemas merasakan rasa sakit yang amat sangat itu.


"Rasain tuh, dasar cowok mesum!" umpat Kanaya sembari berjalan menaiki tangga meninggalkan Arka begitu saja.


Sementara Arka masih menahan sakitnya disana sambil tersungkur di lantai, pria itu tak menyangka jika Kanaya memiliki keberanian untuk melakukan itu padanya. Sungguh di luar dugaan, Arka si badboy sekolah ternyata tumbang di tangan gadis Bandung yang baru beberapa hari bersekolah disana.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2