
Tin Tin Tin...
Berkali-kali Wahyu membunyikan klakson motornya saat mengejar mobil yang ditumpangi Zee serta teman-temannya, pria itu memang berniat menemui Zee dan rombongannya karena ia masih tak terima dengan apa yang mereka lakukan kepada Kanaya. Bagi Wahyu, masalah itu tidak bisa selesai begitu saja sebelum Zee menerima akibatnya.
Akhirnya mobil Zee terpaksa meilipir sejenak ke pinggir karena tak ada pilihan lain, ia bersama Gloria pun turun dari mobil dan menemui Wahyu yang baru saja melepas helmnya. Begitu menyadari yang mencegat mereka adalah Wahyu, sontak kedua gadis itu langsung tercengang tak percaya. Terutama bagi Gloria, sebab gadis itu amat menyukai Wahyu dan ingin bersamanya.
"Eh Wahyu, lu ngapain cegat mobil kita sih? Kalau lu mau ketemu sama gue, kan bisa chat lewat wa. Lu tinggal bilang aja pengen ketemu dimana dan kapan waktunya, pasti gue bakal datang kok!" ujar Gloria.
"Bukan soal itu, gue kesini karena gue ada perlu sama kalian berdua dan ini penting!" ucap Wahyu.
"Emangnya lu mau ngomongin apaan?" tanya Zee.
"Begini Zee, gue cuma pengen mastiin aja kalau kalian berdua gak akan melakukan hal keji itu lagi ke Kanaya. Karena jujur, gue sebagai seorang sahabat gak terima kalau Kanaya digituin sama kalian. Apalagi Kanaya sampai terluka seperti itu," jawab Wahyu dengan tegas.
"Ohh, jadi ini semua tentang Kanaya? Hadeh Wahyu, lu kok mau aja sih dibego-begoin sama dia? Asal lu tahu ya, dia itu cuma mau manfaatin lu doang harusnya lu sadar dong Yu!" ucap Zee.
"Lo jaga bicara lu ya! Gue gak ngerasa dimanfaatin apa-apa sama Kanaya, dan kalaupun itu terjadi gue rela-rela aja kok asal bisa bermanfaat buat Kanaya. Intinya gue tetap bakal bela dia sampai kapanpun!" ucap Wahyu.
Gloria pun bergerak menghampiri Wahyu dan memegang tangannya, "Duh Wahyu, udah lah lu gausah mikirin Kanaya terus! Disini ada gue yang setia dan selalu nungguin lu," ucapnya manja.
"Cukup ya Gloria! Gue juga masih kecewa sama lu!" ucap Wahyu menghentak kasar tangannya.
"Awhh sakit tau Wahyu! Lo kok tega banget sih giniin gue? Emang salah gue apa sama lu?" protes Gloria sembari memegangi tangannya yang sakit.
"Gausah lebay deh lu, itu gak seberapa dibanding apa yang udah lu lakuin ke Kanaya! Masih mending gue cuma tepis tangan lu, coba kalau gue jedotin pala lu juga tuh ke kaca mobil. Supaya lu bisa ngerasain yang Kanaya rasain," ujar Wahyu.
__ADS_1
"Wahyu, udah deh ya gue gak mau debat lagi sama lu! Sekarang lu singkirin motor lu dan biarin kita berdua lewat!" ucap Zee.
Wahyu menggeleng disertai seringaian iblisnya, "Enggak bisa, motor gue akan terus ada disini sampai lu berdua mau ikut sama gue ke tempat Kanaya sekarang juga!" ucapnya.
"Hah? Mau ngapain lu bawa kita kesana?" tanya Zee keheranan.
"Pake nanya lagi lu, ya jelas lah gue pengen kalian berdua minta maaf sambil cium kaki Kanaya disana! Karena apa yang udah kalian lakuin itu, udah bikin Kanaya hampir kehilangan nyawa!" jawab Wahyu.
"What? Yang bener aja dong lu Wahyu, masa iya kita cium kaki si anak baru itu? Ogah banget, kita gak mau ngelakuin itu!" ucap Zee.
"Iya sama, gue juga gak mau. Yakali seorang Gloria yang elit dan cantik jelita ini, cium kaki si anak baru yang songong itu!" sahut Gloria.
"Terserah kalian, kalau kalian gak mau maka gue siap bawa kasus ini ke jalur hukum. Kalian tahu kan kalau bokap gue itu pengacara?" ancam Wahyu.
Seketika Zee dan Gloria terkejut bukan main mendengar ancaman yang keluar dari mulut Wahyu saat ini, mereka yakin jika pria itu memang tidak main-main dengan ancamannya. Apalagi ayah Wahyu memang benar adalah seorang pengacara, dan hidup mereka bisa dalam bahaya jika sampai kasus ini dibawa ke jalur hukum nantinya.
"Eh Wahyu, lu jangan gila deh! Masa cuma perkara gue gak sengaja dorong Kanaya aja, terus gue sama Gloria bisa masuk penjara sih?" ucap Zee.
"Why not? Tindakan lu itu udah bikin Kanaya celaka, dan gue gak bisa mentolerir itu ya Zee! Mau lu sengaja atau enggak, intinya lu tetap punya niat buat celakai dia!" ucap Wahyu.
Zee menggeleng pelan, "Enggak, lu gak bisa masukin gue ke penjara! Kasus ini tuh udah kelar, kita juga udah dapat hukuman kok," ucapnya.
"Iya Wahyu, kepala sekolah udah kasih kita surat peringatan kemarin. Disitu tertulis kalau sekali lagi kita berbuat kesalahan, maka kita bisa dikeluarkan dari sekolah. Apa itu gak cukup?" sahut Gloria.
"Jelas enggak, gue yakin orang kayak kalian berdua itu gak mungkin bisa jera cuma dengan hukuman kayak gitu! Apalagi kalian sebentar lagi lulus, jadi hukuman itu gak bakal berlaku!" ucap Wahyu.
__ADS_1
"Ya terus lu maunya gimana?" tanya Zee.
"Sesuai yang tadi gue bilang ke kalian, kalian berdua harus minta maaf ke Kanaya sekarang juga sambil cium kaki dia!" jawab Wahyu.
"Ayolah Wahyu, masa gak ada syarat lain? Gue mau lakuin apa aja deh, asalkan jangan cium kaki tuh anak baru!" ucap Zee merengut.
"Gak ada penawaran Zee, gue maunya kalian ngelakuin itu!" ucap Wahyu kekeuh.
Kedua gadis itu kini saling memandang wajah satu sama lain, mereka terlihat kebingungan dan tidak tahu harus menjawab apa. Namun, pada akhirnya mereka pun sepakat untuk mengikuti kemauan Wahyu demi kelangsungan hidup mereka. Zee serta Gloria pun pergi bersama Wahyu menuju lokasi tempat tinggal Kanaya, nantinya mereka disana akan meminta maaf dan mencium kaki Kanaya.
"Okay, gue sama Gloria setuju buat lakuin apa yang lu minta. Tapi, lu harus janji kalau setelah ini lu gak akan ganggu kita lagi!" ucap Zee.
"Iya gue janji, kalo gitu sekarang ayo kalian berdua ikut sama gue ke kostan Kanaya!" ucap Wahyu sembari berniat menggandeng tangan kedua gadis itu secara bersamaan.
"Ish, ngapain sih lu? Kita kan bawa mobil, jadi ya kita bakal naik mobil lah. Udah sana lu jalan duluan tuh pake motor lu!" ucap Zee.
"Okay, awas kalo kalian lari!" ancam Wahyu.
Zee dan Gloria hanya saling memutar bola mata, lalu mereka pun sama-sama melangkah menuju mobil. Sedangkan Wahyu juga berjalan mendekati motornya dan bersiap melaju pergi, Wahyu memang melaju lebih dulu karena hanya dia yang tahu dimana rumah Kanaya berada. Sedangkan kedua gadis itu mengikuti dari belakang menggunakan mobil yang mereka tumpangi.
"Kanaya, ini semua gue lakuin buat lu supaya lu bisa dapat keadilan!" gumam Wahyu dalam hati.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1