Arkana

Arkana
Bab 25. Fitnah


__ADS_3

Cempaka menatap geram wajah kedua gadis itu, ingin sekali rasanya ia membalas perlakuan mereka, tetapi apa daya dirinya tidak bisa melakukan apapun karena ia sadar akan kemampuannya. Lagipun, ia kini hanya sendiri sedangkan dua gadis itu memiliki jumlah lebih banyak darinya.


Tak lama kemudian, Mawar dan Indah berniat pergi dari sana membiarkan Cempaka sendirian. Tugas mereka kini sudah selesai, yakni membuat Cempaka terluka dan tidak akan bisa menyelamatkan Kanaya dari tangan Zee serta Gloria yang sedang memberi pelajaran kepada Kanaya di kamar mandi.


Namun, niat mereka terurungkan lantaran suara teriakan dari seorang lelaki yang datang mendekat ke arah mereka bertiga. Sontak baik Mawar maupun Indah sama-sama tidak jadi melangkah pergi dari sana, sebab mereka penasaran sekali siapa sebenarnya yang berani datang kesana dan mengganggu acara mereka bersenang-senang.


"Hey hey, ada apa ini??!" tiba-tiba saja, tanpa diduga oleh mereka suara teriakan seorang pria terdengar dan membuat ketiganya terkejut.


Mereka langsung menoleh ke asal suara, dan betapa kagetnya Cempaka karena ternyata yang datang adalah Topan alias ayah dari Arkana selaku pemilik sekolah tersebut. Bahkan, Topan langsung mendekat ke arah tiga gadis itu dan menatap heran ketika melihat Cempaka terduduk dengan luka di sikutnya.


"Loh loh, itu kamu kenapa duduk disitu? Terus kok siku kamu terluka?" tanya Topan keheranan.


"Eee ini..."


"Dia jatuh pak, tadi kayaknya sih kesandung. Ini kita berdua baru mau tolongin dia, ya kan?" sela Mawar.


"Iya pak, kita kasihan sama dia!" sahut Indah.


"Bohong pak! Mereka berdua bohong! Mereka yang sengaja dorong saya tadi pak, sampai saya jadi begini!" ucap Cempaka dengan lantang.


Topan terkejut mendengarnya, ia langsung menatap tajam ke arah Mawar dan Indah yang tampak ketakutan. Topan benar-benar tak menyangka kalau masih ada kasus perundungan di sekolahnya saat ini, padahal ia sudah berkali-kali mengatakan pada seluruh murid disana untuk menghindari perilaku bullying karena itu sama sekali tidak benar.


"Apa benar kalian sudah melakukan itu? Kalian yang mendorong Cempaka sampai dia terjatuh dan terluka begitu?" tanya Topan pada keduanya.


"Umm ki-kita..." Mawar dan Indah sama-sama kebingungan, mereka tidak mungkin mengatakan yang sejujurnya dan mengakui perbuatan mereka di depan Topan.


"Ayo akui aja perbuatan kalian! Kenapa kalian malah diam kayak gitu? Tadi aja kalian sok jagoan di depan aku, sekarang malah pura-pura polos!" ujar Cempaka.

__ADS_1


"Lo diem deh, jangan fitnah kita di depan pak Topan! Kita mana pernah dorong lu coba?" sangkal Mawar.


"Buat apa gue fitnah kalian? Emang bener kok kenyataannya begitu, kalian aja yang cupu dan gak berani ngakuin perbuatan kalian!" ucap Cempaka.


"Hey, sudah sudah! Kalian tidak perlu berkelahi, ayo Cempaka saya bantu bangun!" ucap Topan.


Topan pun membantu Cempaka bangkit dari posisinya saat ini dengan perlahan, tentunya Topan tak ingin membuat Cempaka semakin terluka karena darah di bagian sikunya yang terus mengalir. Cempaka kini kembali berdiri tegak di hadapan Mawar dan Indah sambil terus memegangi sikunya, tampak ia memberikan tatapan tajam ke arah dua gadis itu.


"Sekarang saya antar kamu ke UKS, dan untuk masalah kalian biar saya pastikan lagi melalui cctv untuk melihat kebenarannya. Jika memang benar yang kamu katakan Cempaka, maka saya akan berikan hukuman langsung pada mereka!" ujar Topan.


Deg!


Baik Mawar maupun Indah sama-sama merasa ketakutan, mereka tak tahu kalau di setiap sudut sekolah itu telah dipasangi cctv untuk memantau semua kejadian yang terjadi. Sontak saja keduanya panik dan kebingungan, mereka tidak ingin jika kelakuan mereka diketahui oleh Topan dan mereka akan dihukum berat olehnya.


"Tidak usah pak, saya mau cari sahabat saya aja! Tadi dia dibawa sama kak Zee dan kak Gloria, saya khawatir mereka apa-apain sahabat saya pak!" ucap Cempaka cemas.


Cempaka menggeleng, "Saya gak tahu pak, tapi pasti mereka berdua tahu dimana sahabat saya sekarang. Soalnya mereka sengaja dorong saya kesini, supaya kak Zee bisa bawa sahabat saya," ucapnya menunjuk Mawar dan Indah.




Disisi lain, Arka dan teman-temannya berhasil mengalahkan anggota the flash dengan mudahnya. Mereka juga berhasil membuat Seto serta yang lainnya itu tergeletak lemas di jalan sembari memegangi tubuh mereka masing-masing yang dipenuhi luka, tentunya Arka cukup puas karena ini merupakan balasan yang setimpal bagi mereka.


Perlahan Arka mendekati mereka dan menatap para anggota the flash itu satu persatu tanpa ada yang terlewati, lalu matanya tertuju pada Seto yang bahkan sudah tidak kuat untuk bangkit dari tidurnya. Seto kini masih terlentang lemas memegangi perutnya dan terus meringis kesakitan, sontak Arka terkekeh kemudian berhenti tepat di dekatnya.


"Gimana rasanya, hm? Masih mending kalian gak kita keroyok seperti yang kalian lakukan ke Wahyu, jadi seharusnya kalian makasih sama gue karena gue masih baik sama kalian!" ucap Arka lirih.

__ADS_1


"Ka, kita minta maaf. Kita beneran gak ada niat buat keroyok Wahyu, itu semua dia duluan yang cari masalah sama kita," ucap Seto membela diri.


"Masih aja lu ngomong begitu, emang gak cukup apa yang gue lakuin barusan ke kalian? Mending sekarang kalian ngaku, terus kalian temuin Wahyu di rumah sakit dan minta maaf sama dia!" ucap Arka.


"Oke Ka, kita bakal minta maaf sama Wahyu. Tapi, tolong ampuni kira sekarang!" rengek Brandon.


"Jangan Ka! Daripada kita ampuni mereka, lebih baik kita abisin aja langsung mereka biar gak ada lagi musuh dalam selimut!" sela Fajri.


"Heh! Lu jaga omongan lu ya! Kita ini bukan musuh dalam selimut, kita beneran sohib Arka!" ujar Seto.


"Udah udah, gausah pada ribut lagi! Semuanya udah clear dan gak perlu ada keributan disini, gue juga udah maafin kalian kok," ucap Arka.


"Beneran Ka? Serius lu maafin kita?" tanya Seto.


Arka manggut-manggut sebagai jawaban, tentunya Seto dan yang lain merasa sangat bahagia karena Arka telah memaafkan mereka. Kini mereka juga berjanji untuk terus patuh pada perintah Arka dan tidak akan lagi melakukan hal-hal di luar kegiatan mereka, Arka pun percaya pada mereka semua meski ada sedikit keraguan di hatinya.


"Yaudah, lu semua bisa pergi sendiri kan ke rumah sakit? Sekalian dah tuh kalian obatin luka kalian, baru abis itu kalian minta maaf sama Wahyu! Awas aja kalau kalian belum minta maaf, gue bakal balik lagi dan hajar kalian!" ucap Arka mengancam.


"I-i-iya Ka, kita janji sama lu kalau kita bakal minta dengan segera ke Wahyu!" ucap Seto.


"Okay, gue pegang kata-kata lu. Kalo gitu gue sama yang lain pergi dulu, sampai ketemu lagi nanti!" ucap Arka pamitan.


"Iya Ka, hati-hati!" lirih Seto.


Setelahnya, Arka pun mengajak teman-temannya untuk pergi dan kembali ke sekolah mereka. Ya memang mereka harus tetap bersekolah, meskipun mungkin saja mereka sudah telat karena sedari tadi mereka ada di tempat itu untuk membalas semua perbuatan yang dilakukan geng the flash terhadap Wahyu alias sahabat kecil Arka itu.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2