Arkana

Arkana
Bab 17. Dijebak lagi


__ADS_3

Jam pulang tiba, ojek online yang dipesan oleh Kanaya pun datang dan berhenti tepat di hadapannya. Sontak Kanaya langsung naik ke atas motor dan memakai helm di kepalanya, ia pun segera meminta ojek tersebut untuk melaju sesuai arahannya, karena ia sudah tidak tahan berlama-lama di depan sekolahnya itu.


Ojek itu pun mulai melaju meninggalkan sekolah setelah Kanaya dipastikan naik, tentunya Kanaya bisa lebih merasa tenang saat ini karena ia yakin tak akan ada lagi yang mengganggunya seperti saat di sekolah tadi. Ya entah kenapa Kanaya semakin merasa risih, karena Arkana yang terus saja coba mendekatinya dan mengganggu kehidupannya.


Di tengah perjalanan yang santai, tiba-tiba saja sebuah motor ninja melaju kencang di samping mereka dan sang pengemudi melirik ke arah Kanaya seolah memintanya berhenti. Gadis itu sontak terkejut, ia hafal betul kalau motor tersebut adalah milik Arka dan tentunya yang mengendarainya juga adalah Arkana Putra Armando.


"Kanaya, tolong berhenti dulu! Gue mau bicara sama lu, please Kanaya!" ucap Arka memohon.


Namun, Kanaya yang jengkel berusaha mendiamkan ucapan pria itu dan bertindak seolah-olah tak menyadari keberadaan Arka disana. Bahkan Kanaya juga meminta ojeknya untuk menambah kecepatan motornya, agar mereka bisa menghindar dari kejaran lelaki tersebut yang terus berusaha mendekatinya.


Akan tetapi, Arkana tak menyerah begitu saja dan terus mengejar ojek yang dinaiki Kanaya. Sampai pada akhirnya, motor milik Arka berhasil mencegat ojek tersebut dan membuat sang ojek terpaksa menghentikan motornya. Sontak Kanaya terkejut, bahkan sampai menabrak tubuh ojeknya itu.


Ciiittt


"Awhh aduh! Gimana sih pak? Bawa motornya yang benar dong!" protes Kanaya.


"Maaf neng, tapi bukan salah saya kok. Itu loh motor yang daritadi kejar kita, dia berhasil cegat kita neng," ucap ojek itu.


"Hah?" Kanaya mengalihkan pandangan ke arah depan dan menemukan Arkana disana.


Tampak Arka turun dari motornya dan menghampiri gadis itu, Arka juga meminta Kanaya untuk turun sebentar karena ada yang ingin ia bicarakan dengan gadis itu. Akhirnya mau tidak mau, Kanaya terpaksa menurut dan turun dari motor untuk menemui Arka dan berbicara dengannya disana.


"Pak, saya turun disini aja deh. Ini uangnya ya?" ucap Kanaya yang turun dari motor sembari memberikan helm serta uang untuk akang ojeknya.


"Iya neng, makasih." ojek itu pun bergegas pergi dan tidak ingin ikut campur urusan penumpangnya.


Sementara Kanaya kini menatap Arka dengan jengkel, ia melipat kedua tangannya sambil menghela nafas. Arka pun tersenyum karena Kanaya mau menuruti permintaannya, dengan segera pria itu mendekati Kanaya dan meraih dua tangannya untuk digenggam. Namun, tentunya Kanaya juga cepat menepis tangan Arka yang hendak menyentuhnya.

__ADS_1


"Jangan macam-macam ya lu! Udah untung gue mau nurut dan bicara sama lu, jangan ambil kesempatan dalam kesempitan deh!" sentak Kanaya.


"Ya ya ya, gue minta maaf. Kalo gitu sekarang gue minta lu ikut sama gue, ya?" bujuk Arka.


Kanaya terdiam sesaat, berpikir apakah ia harus menerima ajakan Arka atau tidak. Karena jujur Kanaya masih belum percaya pada pria itu, setelah apa yang dia lakukan sebelumnya saat membawa dirinya ke markas gengnya dan mempermalukannya disana.


"Setelah kemarin lu ngerjain gue, masih berani lu ajak gue buat ikut sama lu? Ya ampun Arka, urat malu lu tuh sebenarnya ada gak sih?!" ujar Kanaya.


"Hahaha, entahlah kayaknya udah gak ada. Ayolah ikut yuk sebentar aja deh!" paksa Arka.


Kanaya memutar bola mata seraya menghela nafasnya, "Kalau gue gak mau, gimana? Lu bakal ngapain?" ucapnya menantang.


"Ya gue bakal paksa lu terus sampe mau, lagian gue yakin lu bakal mau kok," ucap Arka santai.


"Dih kepedean banget lu, gue ogah kali ikut sama cowok kayak lu!" ketus Kanaya.


"Ini serius Naya, gue cuma pengen bicara sebentar sama lu kok," ucap Arka.


"Ohh, ternyata cewek galak kayak lu bisa takut juga ya?" ledek Arka.


Kanaya menggeram kesal dengan rahang bergetar, jika bukan di tempat umum mungkin ia sudah akan memukul wajah pria di hadapannya itu karena sudah lancang meledeknya. Namun, Kanaya malah mengiyakan ajakan Arka dan setuju untuk ikut dengan pria itu, walau ia masih agak was-was.


"Okay, gue mau ikut sama lu. Tapi, jangan jauh-jauh ya dan jangan ke markas lu lagi!" ucap Kanaya.


"Iya iya.." Arka mengangguk saja mengiyakan permintaan Kanaya agar tidak ribet dan gadis itu mau ikut dengannya.


Akhirnya Kanaya naik ke atas motor bersama Arka, tak lupa Arka juga memaksa Kanaya untuk memeluknya dengan alasan supaya tidak jatuh saat di perjalanan nanti. Kanaya hanya bisa menurut, karena ia pun khawatir jika terjatuh dari motor hanya karena tidak berpegangan pada pria itu.

__ADS_1




Singkat cerita, mereka tiba di sebuah tempat yang sepi dan entah digunakan untuk apa. Arka meminta Kanaya turun dari motornya, lalu mereka sama-sama berjalan mendekati sebuah bangunan kosong yang memang sengaja dituju oleh Arka. Tentu saja Kanaya kebingungan serta ketakutan, sebab disana hanya ada mereka berdua dan tidak ada siapa-siapa lagi yang bisa ia temui.


"Arka, lu mau ngapain bawa gue kesini? Ini tempat apaan coba? Lu jangan macam-macam ya Arka, gue bisa aduin lu ke polisi loh!" ujar Kanaya ketakutan.


"Hahaha, jangan takut Kanaya! Gue gak akan macam-macam kok sama lu, kan udah dibilang gue cuma mau ngobrol sama lu. Gue rasa tempat ini cocok buat kita ngobrol berdua," ucap Arka.


"Ya tapi gak disini juga kali, kan banyak tempat ngobrol yang enak. Misalnya cafe atau taman gitu, gak modal banget sih lu jadi cowok!" ujar Kanaya.


"Apa lu bilang? Gak modal? Hey, buat ajak cewek kayak lu ngobrol tuh ya cukup di tempat kayak gini aja lah! Ngapain coba gue harus keluar duit buat ngajak lu ke cafe?" ucap Arka.


"Halah alasan aja lu! Yaudah, sekarang lu mau bilang apa sama gue?" tanya Kanaya penasaran.


Arka tersenyum dan berjalan mendekati gadis itu, Kanaya berusaha untuk tenang meski di dalam hatinya ia merasa amat gugup dan cemas. Disaat Arka hendak membuka mulut, tiba-tiba saja rombongan motor datang ke tempat yang sama seperti mereka dan membuat Kanaya mengernyit penuh tanda tanya.


"Hah? Arka, lu jebak gue lagi?" ujar Kanaya yang langsung tampak panik.


"Eee..." Arka tak berani menjawabnya, namun dengan itu saja sudah berhasil membuat Kanaya menggeleng cepat dan kecewa padanya.


"Lo emang biadab Arka!" umpat Kanaya sembari berusaha melarikan diri.


Akan tetapi, usahanya digagalkan oleh Arka yang langsung menarik tangan gadis itu dari belakang dan menahannya untuk tetap disana. Sontak Kanaya bertambah takut, ia terus coba melepaskan diri tetapi gagal sebab tenaga Arka yang terlalu kuat dan tidak bisa dilawan olehnya.


Gadis itu semakin ketakutan, terlebih ketika anggota geng motor Arka itu turun dari motor dan berjalan menghampirinya sambil tersenyum. Arka kembali menarik dan mendekap tubuh Kanaya dengan kuat, membuat gadis itu tidak bisa apa-apa selain pasrah saat ia dikelilingi oleh sekumpulan pria geng motor yang seolah haus kasih sayang darinya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2