Arkana

Arkana
Bab 16. Arka nekat


__ADS_3

Wahyu dan Kanaya yang tengah berjalan menuju perpustakaan, dikejutkan dengan kehadiran seorang lelaki yang baru saja keluar dari ruangan kepala sekolah. Sontak Wahyu menghentikan langkahnya dan tak lupa menarik tangan Kanaya agar ikut berhenti bersamanya, Kanaya pun melayangkan protesnya pada pria itu karena dianggap modus dan membuatnya terkejut saat tangannya ditarik.


"Ish Wahyu, lu ngapain sih pegang-pegang tangan gue? Lu harus berapa kali coba gue bilangin? Jangan sentuh tubuh gue tanpa persetujuan dari gue!" kesal Kanaya disertai tatapan tajamnya.


"Sssttt, jangan bawel dulu deh Naya! Gue pegang tangan lu karena gue mau kenalin seseorang ke lu," ucap Wahyu.


"Siapa lagi sih, hm?" tanya Kanaya penasaran.


Wahyu beralih menatap pria yang tadi dilihatnya itu, ia tersenyum kemudian menyapa si pria sembari melangkah mendekatinya. Sedangkan Kanaya yang ada disana hanya terdiam mengamati pergerakan Wahyu, ia penasaran siapa sebenarnya orang yang sedang dihampiri oleh pria itu.


"Halo om!" Wahyu menyapa si lelaki dan tersenyum sembari mencium tangannya.


"Eh Wahyu, iya halo juga!" balas lelaki itu yang berhenti melangkah begitu melihat Wahyu disana.


"Om kok tumben datang ke sekolah kayak gini? Biasanya juga om suka nyuruh asisten om atau anak buah om yang lain," heran Wahyu.


"Ah iya, ini kebetulan aja om lagi gak sibuk. Sekalian juga om mau cek kondisi disini, plus keadaan Arka. Oh ya, kamu kenapa sendiri nih? Terus si Arka kemana?" ucap lelaki itu.


"Iya om, aku kebetulan lagi gak sama Arka. Dia paling lagi kumpul sama teman-temannya yang lain om," jawab Wahyu.


"Oalah.."


Karena ingin tahu, Kanaya yang sedari tadi diam memperhatikan pun ikut mendekat dan berdiri di dekat mereka. Gadis itu tak lupa tersenyum seraya menyapa lelaki tua yang berada di samping Wahyu, meski ia masih belum tahu siapa sebenarnya lelaki tersebut karena ini kali pertama ia melihatnya.


"Permisi om, halo!" ucap Kanaya lirih dan lembut dengan dua tangan ia lipat di bawah.


"Eh iya, halo halo! Ka-kamu siapa ya?" tanya lelaki itu terheran-heran ketika melihat Kanaya disana.


"Eee..."

__ADS_1


"Nah kebetulan om, kenalin om ini teman baru aku namanya Kanaya! Dia murid baru disini om, pindahan dari Bandung. Kanaya, kalau ini tuh yang punya sekolah kita, papanya si Arka. Namanya om Topan," sela Wahyu mengenalkan keduanya.


Kanaya menatap dingin ke arah Topan, yang ada di bayangannya saat melihat wajah pria itu adalah kekejaman yang selalu dilakukan Arkana terhadap orang-orang di sekolahnya. Sungguh Kanaya tak menyangka, pria sekaya dan sebaik Topan itu bisa memiliki anak yang nakal dan suka merundung orang-orang yang lemah.


"Oh halo Kanaya! Dari Bandung toh, pantas aja kamu cantik. Ini sih kamu harus kenal sama anak saya, dia pasti suka nih lihat kamu!" sarkas Topan.


"Yah om telat, si Arka mah udah gercep kenal duluan sama Kanaya. Malahan mereka belakangan ini makin deket loh," ucap Wahyu disertai senyuman yang meledek.


"Oalah, ya pantas sih orang perempuan secantik Kanaya gini mah pasti incaran si Arka. Dia itu kan paling suka yang begini sama kayak saya dulu waktu sekolah," ucap Topan sambil terkekeh.


"Hahaha, om bisa aja. Kalo gitu aku sama Kanaya pergi dulu ya om? Kita mau ke perpus nih," ucap Wahyu pamit.


"Ya ya, silahkan silahkan! Eh omong-omong, yang tadi itu saya cuma bercanda loh ya Kanaya? Kamu jangan baper atau salah sangka, nanti kamu malah benci sama saya lagi!" ucap Topan pada Kanaya.


"Iya gapapa kok om, aku juga tahu. Mana mungkin sih aku benci sama orang yang baru aku kenal?" ucap Kanaya.


"Baguslah," singkat Topan.


"Haish, setiap kali saya ketemu sama perempuan asal Bandung, kenapa ya saya selalu aja keinget sama Cahaya? Huft, dimana kamu sekarang Cahaya dan lagi apa ya kamu?" gumam Topan lirih.




Jam pulang tiba, ojek online yang dipesan oleh Kanaya pun datang dan berhenti tepat di hadapannya. Sontak Kanaya langsung naik ke atas motor dan memakai helm di kepalanya, ia pun segera meminta ojek tersebut untuk melaju sesuai arahannya, karena ia sudah tidak tahan berlama-lama di depan sekolahnya itu.


Ojek itu pun mulai melaju meninggalkan sekolah setelah Kanaya dipastikan naik, tentunya Kanaya bisa lebih merasa tenang saat ini karena ia yakin tak akan ada lagi yang mengganggunya seperti saat di sekolah tadi. Ya entah kenapa Kanaya semakin merasa risih, karena Arkana yang terus saja coba mendekatinya dan mengganggu kehidupannya.


Di tengah perjalanan yang santai, tiba-tiba saja sebuah motor ninja melaju kencang di samping mereka dan sang pengemudi melirik ke arah Kanaya seolah memintanya berhenti. Gadis itu sontak terkejut, ia hafal betul kalau motor tersebut adalah milik Arka dan tentunya yang mengendarainya juga adalah Arkana Putra Armando.

__ADS_1


"Kanaya, tolong berhenti dulu! Gue mau bicara sama lu, please Kanaya!" ucap Arka memohon.


Namun, Kanaya yang jengkel berusaha mendiamkan ucapan pria itu dan bertindak seolah-olah tak menyadari keberadaan Arka disana. Bahkan Kanaya juga meminta ojeknya untuk menambah kecepatan motornya, agar mereka bisa menghindar dari kejaran lelaki tersebut yang terus berusaha mendekatinya.


Akan tetapi, Arkana tak menyerah begitu saja dan terus mengejar ojek yang dinaiki Kanaya. Sampai pada akhirnya, motor milik Arka berhasil mencegat ojek tersebut dan membuat sang ojek terpaksa menghentikan motornya. Sontak Kanaya terkejut, bahkan sampai menabrak tubuh ojeknya itu.


Ciiittt


"Awhh aduh! Gimana sih pak? Bawa motornya yang benar dong!" protes Kanaya.


"Maaf neng, tapi bukan salah saya kok. Itu loh motor yang daritadi kejar kita, dia berhasil cegat kita neng," ucap ojek itu.


"Hah?" Kanaya mengalihkan pandangan ke arah depan dan menemukan Arkana disana.


Tampak Arka turun dari motornya dan menghampiri gadis itu, Arka juga meminta Kanaya untuk turun sebentar karena ada yang ingin ia bicarakan dengan gadis itu. Akhirnya mau tidak mau, Kanaya terpaksa menurut dan turun dari motor untuk menemui Arka dan berbicara dengannya disana.


"Pak, saya turun disini aja deh. Ini uangnya ya?" ucap Kanaya yang turun dari motor sembari memberikan helm serta uang untuk akang ojeknya.


"Iya neng, makasih." ojek itu pun bergegas pergi dan tidak ingin ikut campur urusan penumpangnya.


Sementara Kanaya kini menatap Arka dengan jengkel, ia melipat kedua tangannya sambil menghela nafas. Arka pun tersenyum karena Kanaya mau menuruti permintaannya, dengan segera pria itu mendekati Kanaya dan meraih dua tangannya untuk digenggam. Namun, tentunya Kanaya juga cepat menepis tangan Arka yang hendak menyentuhnya.


"Jangan macam-macam ya lu! Udah untung gue mau nurut dan bicara sama lu, jangan ambil kesempatan dalam kesempitan deh!" sentak Kanaya.


"Ya ya ya, gue minta maaf. Kalo gitu sekarang gue minta lu ikut sama gue, ya?" bujuk Arka.


Kanaya terdiam sesaat, berpikir apakah ia harus menerima ajakan Arka atau tidak. Karena jujur Kanaya masih belum percaya pada pria itu, setelah apa yang dia lakukan sebelumnya saat membawa dirinya ke markas gengnya dan mempermalukannya disana.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2