
Deg!
Saat itu juga Kanaya terkejut, foto yang ada di layar ponsel Cempaka itu adalah foto dirinya saat bersama Kanaya di danau kemarin. Sungguh Kanaya tak percaya, ternyata ada seseorang yang memotret kebersamaan mereka saat itu. Namun, Kanaya tidak tahu siapa orang tersebut.
"Kok bisa sih lu dapat foto ini? Dari siapa?" tanya Kanaya pada sahabatnya.
"Eee sorry banget Nay, tapi foto ini tuh udah kesebar di semua grup sekolah. Pengirimnya gue gak tahu siapa, karena tiba-tiba aja tuh orang masuk grup dan langsung kirim foto ini," jawab Cempaka.
"Apa? Misterius banget sih tuh orang, terus apa maksudnya coba dia foto gue diem-diem kayak gitu?" ujar Kanaya keheranan.
"Duh, gak tahu deh Nay. Ya mungkin aja orang itu mau mecah belah lu, secara kan banyak yang suka sama kak Arka. Jadi dengan foto ini, pasti bakal banyak juga yang benci lu," ucap Cempaka menduga.
"Oh iya lu bener, kurang ajar banget dong orang ini! Dia mau adu domba gue, huh gue harus cari nih siapa pelakunya!" geram Kanaya.
"Eh Naya tunggu!" Cempaka mencekal lengan gadis itu dan menahannya.
"Haish, apa sih Cempaka? Gue gak terima nih kalau kayak gini, bisa-bisa gue bakal dimusuhin sama semua cewek disini!" ujar Kanaya.
"Ya gue ngerti, tapi emang lu mau cari kemana? Lu tahu gitu siapa orangnya?" tanya Cempaka.
"Enggak lah, kalau gue tau ya gak mungkin gue cari dia. Pasti langsung gue temuin terus gue hajar dia saat itu juga!" jawab Kanaya.
"Nah, terus lu mau cari kemana?" tanya Cempaka.
Kanaya menggeleng dengan bibir mengerucut, ia juga bingung harus mencari kemana siapa sosok yang memfoto dirinya saat sedang bersama Arka di danau kemarin. Padahal seingatnya, hanya ada ia dan Arka saja disana. Namun, nyatanya kali ini ia harus melihat foto tersebut yang entah siapa pelakunya pun ia tidak tahu.
"Heh!" baru saja mereka menduga, rombongan wanita-wanita kelas atas di sekolah itu langsung mendatangi mereka dan menegur gadis itu.
"Lo cewek yang ada di foto itu kan sama Arka? Berani banget lu godain dia, lu gak tahu ya siapa gue?" ucap salah seorang dari mereka yang diduga adalah pemimpinnya.
Kanaya menggeleng saja, karena memang ia belum tahu siapa wanita yang ada di depannya itu. Lalu, wanita itu tampak memajukan wajahnya lebih dekat ke arah Kanaya diikuti dengan senyum seringai yang membuat Kanaya gugup. Terlebih posisinya terjebak saat ini dalam kepungan mereka.
"Gue Zee, dan gue gak suka lihat lu berduaan sama Arka!" ucap wanita itu dengan tegas.
__ADS_1
Gleekk
Kanaya sampai kesulitan menelan saliva nya akibat tatapan bengis dari Zee dan teman-temannya, namun tiba-tiba Cempaka bergerak maju untuk melindungi sahabatnya itu dengan gagahnya. Cempaka memang sudah kenal betul siapa Zee ini, sebab ia telah lama bersekolah disana.
"Eh Zee, lu gausah ancam Kanaya kayak gitu juga dia gak bakal mau dekat sama kak Arka lagi kok! Jadi, lu gak perlu khawatir deh!" ucap Cempaka.
"Oh ya? Terus yang di foto itu apa? Jelas-jelas sahabat lu ini berduaan sama Arka!" ucap Zee.
"Maaf ya kak Zee, tapi gue itu cuma nemenin Arka kemarin. Gue gak ada maksud apa-apa kok, lagian juga dia yang ajak gue, bukan kemauan gue. Lu jangan salah paham dulu ya!" ucap Kanaya.
"Lo tuh benar-benar gak ada sopan-sopannya ya sama senior!" geram Zee.
"Udah Zee, kasih aja dia pelajaran!" sahut Gloria.
Zee menatap Kanaya, kemudian tangannya menarik rambut gadis itu dengan kasar dan hendak membawanya secara paksa. Namun, Kanaya mencoba berontak dengan mendorong tubuh Zee sampai terhuyung dan nyaris terjatuh.
"Awhh sialan lu! Lu berani sama gue, ha? Dasar kurang ajar!" umpat Zee.
"Kenapa gue harus takut sama orang sok senior kayak lu? Lagian gue tuh gak ada apa-apa sama Arka, gausah lebay deh!" sentak Kanaya.
Kanaya menggeleng sebagai jawaban disertai senyuman tipis, tapi tiba-tiba Zee kembali maju bersama tiga orang temannya mendekati Kanaya serta Cempaka. Dua orang langsung mendorong Cempaka agar menjauh, sedangkan Zee dan Gloria tampak berurusan dengan Kanaya.
"Lu abis sama gue!" ucap Zee disertai mata yang melotot tajam menjurus ke arah Kanaya.
•
•
Disisi lain, Arka bersama teman-teman sekolahnya tiba di markas geng the flash dengan tampang penuh emosi. Mereka pun turun dari motor masing-masing dan menghampiri para anggota the flash yang kebetulan sedang berkumpul disana, saat melihat kehadiran Arka sontak seluruh anggota the flash itu langsung bangkit dan menyambutnya.
"Waw Arka! Tumben banget lu datang pagi-pagi begini, emangnya lu bolos sekolah lagi? Gak takut bokap lu bakal tau?" ujar Seto.
"Gue kesini karena gue ada perlu sama kalian, gue mau tanya sesuatu ke kalian," ucap Arka ketus.
__ADS_1
"Hah? Tanya soal apa tuh bro? Kayaknya serius banget, sampai lu harus kesini," ucap Brandon.
"Ya emang serius, gue pengen tahu apa benar kalian yang udah keroyok Wahyu semalam?" ucap Arka.
Deg!
Sontak Seto serta rombongannya terkejut bukan main mendengar pertanyaan yang dilontarkan Arka, mereka tak menyangka kalau Arka bisa mengetahui hal tersebut. Dan kini mereka pun kebingungan harus mengatakan apa pada Arka, karena tidak mungkin kalau mereka mengakui perbuatan mereka.
"Eee lu bicara apa sih, Ka? Mana mungkin kita keroyok Wahyu? Dia itu kan sohib lu, otomatis dia juga sohib kita. Masa sesama sahabat saling menyakiti?" ucap Seto mengelak.
"Gausah bohong lu, mending jujur atau lu semua bakal gue abisin!" geram Arka.
"Ka, Wahyu begitu itu karena ulah dia sendiri. Dia duluan yang cari gara-gara sama kita, dan kita cuma mau bela diri!" ucap Brandon.
Arka beralih menatap Brandon dengan sinis, "Ohh, berarti benar kalian pelakunya?" tanyanya.
Seto sudah tidak punya alasan lagi untuk berbohong, ia pun akhirnya terpaksa mengangguk mengakui apa yang sudah ia lakukan bersama para anggota the flash kepada Wahyu. Tentu saja Seto sangat khawatir, sebab Arka terlihat begitu marah dan emosi saat ini pada mereka.
"I-i-iya Ka..." Seto menjawab dengan gugup, Arka yang mendengar itu bertambah emosi dan tampak mengepalkan tangannya.
Perlahan-lahan Arka mendekati Seto, diikuti oleh Fajri dan yang lainnya dari belakang. Satu tangan Arka sudah bersiap untuk melayangkan pukulan, rahangnya pun bergetar akibat emosi yang memuncak. Arka tentu tak terima jika sahabat kecilnya dilukai oleh mereka, meskipun Arka sering sekali bertengkar dengan Wahyu.
"Wahyu itu sahabat gue, dia udah nemenin gue dari kecil. Dan kalian semua sudah membuat kesalahan besar dengan melakukan ini, gue gak terima! Apalagi Wahyu sampai dirawat di rumah sakit," ucap Arka.
"Ka, tenang dulu! Kita bisa jelasin semuanya ke lu, biar lu gak salah paham. Disini kita gak salah, tolong lu pahami dong!" ucap Brandon.
"Masih aja lu gak mau ngakuin kesalahan, gue benar-benar kecewa sama kalian semua!" ujar Arka yang sudah semakin emosi.
Bugghhh
"Hajaarrr!!" Fajri dan yang lainnya pun mengikuti Arka dan mulai menyerang seluruh anggota the flash secara membabi buta tanpa pandang bulu.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...