Arkana

Arkana
Bab 15. Tidak senang


__ADS_3

Arka melepas genggamannya pada tangan Kanaya begitu mereka sampai di dekat gudang sekolah, pria itu sengaja menyudutkan Kanaya pada dinding sehingga Kanaya hanya bisa berdiam diri menatap wajah Arka yang berada sangat dekat dengannya. Bahkan, satu tangan pria itu juga sengaja ditaruh di samping wajah Kanaya bermaksud mengungkung gadis itu agar tak bisa kemana-mana.


Senyumnya terukir seraya mencolek dagu Kanaya yang membuat sang empu memalingkan wajahnya, ingin rasanya gadis itu mengumpat saat ini juga dan meludahi wajah Arkana, tetapi dia masih berusaha sabar karena ingin melihat apa yang selanjutnya akan dilakukan pria itu. Dan benar saja, Arka justru semakin berani dengan memajukan wajahnya mendekati cuping telinga sang gadis.


"Ih dasar kurang ajar! Mesum lu!" sontak saja Kanaya langsung mendorong tubuh lelaki itu hingga terhuyung ke belakang.


Arka benar-benar kaget, ia memegangi dadanya disertai nafas yang tersengal akibat kaget. Ya padahal sebelumnya Kanaya hanya diam saja saat diperlakukan sepert tadi, namun tiba-tiba gadis itu malah mendorongnya dan membuatnya hampir terjatuh. Akibatnya, Arka pun kembali mendekat lalu menunjuk wajah Kanaya dengan telunjuknya.


"Heh! Sialan banget sih lu, hampir aja gue jatuh gara-gara lu! Dasar cewek nyebelin!" kesal Arka.


"Hah? Ngapa jadi gue yang salah? Jelas-jelas lu tadi yang mesum, ngapain coba lu pake deketin kuping gue? Pasti mau berbuat mesum kan lu, mentang-mentang di tempat sepi begini!" ucap Kanaya berbalik emosi.


"Yah elah kege'eran banget sih lu jadi cewek! Siapa juga yang mau mesum sama cewek galak kayak lu? Lagian lu daritadi diam aja tuh, kenapa sekarang tiba-tiba berontak?" ucap Arka.


"Gue diem aja itu lagi ngumpulin kekuatan, supaya gue bisa dorong lu!" ucap Kanaya.


"Halah alasan, bilang aja lu sebenarnya emang pengen kan digituin sama gue! Tapi, lu pura-pura berontak dan gak mau," ujar Arka.


"Hah apaan? Lu gak salah tuh ngomong begitu? Sorry ya, gue gak mungkin kepengen begituan, apalagi sama lu. Selera gue tinggi kali, yakali gue harus mau digituin sama cowok pengecut kayak lu yang beraninya cuma sama orang lemah!" cibir Kanaya.


Arka memicingkan senyumnya dan kembali mengungkung tubuh gadis itu di tembok, "Lu jaga mulut lu itu ya, sebelum gue bungkam pake mulut gue nanti!" ucapnya mengancam.


Kanaya sontak terbelalak dan reflek menampar pipi lelaki itu dengan sekuat tenaga.


Plaaakk


Arka yang tak siap pun dibuat kaget saat tiba-tiba Kanaya menamparnya, ini kali kedua gadis itu melakukannya dan membuat Arka benar-benar emosi. Sembari memegangi pipinya yang memerah, Arka menatap sinis wajah Kanaya seolah menunjukkan sebuah ancaman. Namun, bukannya takut Kanaya justru melangkah pergi meninggalkan lelaki itu untuk kembali ke kantin.


"Hey, mau kemana lu? Urusan kita belum selesai!" teriak Arka coba menahan gadis itu, tetapi Kanaya hanya diam dan terus melangkah pergi.


__ADS_1



"KANAYA!" saat gadis itu hendak menaiki tangga, ia terkejut karena seseorang memanggilnya dan membuatnya berhenti sejenak.


Kanaya menoleh ke asal suara, ia menemukan sosok Wahyu disana tengah berjalan mendekatinya sambil tersenyum dan melambaikan tangan. Kanaya pun membalas senyuman pria itu seraya menatapnya, meski ia juga masih sedikit membenci Wahyu karena dia merupakan sahabat Arkana.


"Hai Nay! Lo kok udah mau ke atas aja? Jam istirahat masih lama loh, kita seru-seruan dulu yuk!" ucap Wahyu.


"Umm boleh, lu mau gak temenin gue ke perpus? Soalnya Cempaka sama Fathur tadi gue ajakin pada gak mau, mereka malah milih buat nonton orang main basket. Apa serunya coba?" ucap Kanaya.


"Eee hehe iya iya, emang gak seru banget tuh ngapain coba nontonin orang main basket ya!" ujar Wahyu sambil terkekeh.


"Yaudah, yuk ke perpus! Kebetulan gue masih pengen pelajarin materi kimia yang tadi baru diajarin di kelas," ucap Kanaya.


"Waduh berat juga ya bacaan lu?" kaget Wahyu.


"Kenapa? Lu gak mau temenin gue nih ke perpus? Yaudah, gue mau di kelas aja deh," ucap Kanaya.


Sontak Kanaya mengurungkan niatnya, gadis itu menatap ke arah Wahyu dengan tajam seolah meminta dilepaskan. Wahyu yang mengerti langsung melepas tangan Kanaya dan tersenyum seperti merasa bersalah, ya ia memang reflek tadi saat memegang tangan gadis itu.


"Gu-gue minta maaf, gue gak sengaja tadi Nay!" ucap Wahyu gugup.


"Okay, asal jangan diulangi lagi aja! Terus ngapain lu cegah gue?" ujar Kanaya.


"Gue cuma mau bilang, gue pengen kok temenin lu ke perpus. Ayo dah kita kesana sekarang sebelum bel bunyi!" ucap Wahyu.


"Serius? Ini gue gak maksa loh, lu sendiri yang mau bukan karena gue," ucap Kanaya.


Wahyu mengangguk sambil tersenyum, "Iya Nay, lu pake dijelasin segala. Udah yuk buruan keburu gue berubah pikiran!" ucapnya.


"Iya iya.." Kanaya mengangguk setuju.

__ADS_1


Mereka pun melangkah bersamaan menuju perpustakaan sesuai permintaan Kanaya, meski sebetulnya Wahyu belum pernah masuk ke tempat tersebut selama ini. Namun, demi kedekatannya dengan gadis itu, Wahyu terpaksa ikut saja karena ia ingin mengenal Kanaya lebih dekat nantinya.




Sementara itu, Arkana dan Fajri tak sengaja melihat Kanaya melintas di depannya bersama dengan Wahyu. Entah mengapa Arka yang melihatnya justru merasa tidak suka dan sedikit kesal, sedangkan Fajri yang ada di dekatnya malah dengan sengaja meledek kebersamaan Kanaya dan Wahyu itu.


"Hahaha, si Wahyu sok-sokan katanya mau deketin Kanaya sama lu bro, eh ternyata dia sendiri yang pepet tuh cewek. Emang modus doang dia tuh!" cibir Fajri sambil tertawa.


"Bodoamat, gue juga gak perduli sama dia. Mau dia dekat sama Kanaya atau bahkan jadian sekalipun, gue gak perduli!" ucap Arkana santai.


"Iyalah, secara lu kan ganteng bro dan banyak cewek yang naksir sama lu. Contohnya ya si Caramel and the geng," ucap Fajri menggodanya.


Arka menggeleng pelan, "Enggak lah, gue masih pengen sendiri dulu untuk saat ini. Lagian menikmati hidup bebas itu lebih enak kok daripada pacaran terus," ucapnya dingin.


"Bener juga sih lu, emang hidup kita jadi lebih santai kalau kita jomblo!" ujar Fajri.


"Yaudah, kita ke lapangan sekarang! Kayaknya gue lagi pengen main futsal deh, sekalian lu kumpulin anak-anak yang lainnya!" ucap Arka.


"Siap bro! Eh tapi, lu mau ajak cewek-cewek juga gak buat tontonin lu?" tanya Fajri.


"Gausah, buat apaan sih? Orang cuma mau main santai kok, yang ada malah berisik kalo ada tuh cewek-cewek gak jelas!" tolak Arka.


"Oke bos! Gue cabut duluan ya?" pamit Fajri.


Arka mengangguk saja, dan setelah Fajri pergi barulah Arka melangkah menyusul Wahyu serta Kanaya ke dekat perpustakaan. Jujur saja Arka ingin tahu sebenarnya ada apa diantara mereka, sebab ia merasa tak senang saat melihat keduanya berdekatan seperti tadi.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2