
Pagi harinya, Kanaya kembali ke sekolah dengan menggunakan ojek online yang ia pesan. Setelah membayar, tentunya gadis itu bergegas masuk ke dalam sekolah dengan penuh antusias. Tampak banyak sekali murid di sekitarnya yang memberikan sambutan, seperti mengucap selamat pagi atau hanya sekedar menyapa, dan banyak dari mereka adalah lelaki yang sepertinya mengagumi dirinya.
Kanaya cuek saja pada mereka semua, ia memilih terus berjalan lurus ke depan menuju kelasnya. Tapi kemudian, ia bertemu dengan Cempaka yang kebetulan juga baru tiba disana. Kali ini Kanaya memilih berhenti sejenak untuk menunggu Cempaka menyusulnya, sebab ia memang senang jika bisa memiliki teman berjalan ke kelas agar tidak terlalu bosan selama perjalanan.
"Hai Kanaya! Lo baru datang nih?" sapa Cempaka sembari melambaikan tangan.
"Iya nih, baru banget sampai. Lu sendiri gimana? Baru datang apa udah daritadi tapi diem di luar aja?" balas Kanaya.
"Ah hehe ya gitu deh, gue abis nemuin cowok gue tadi di samping," ucap Cempaka.
Kanaya mengernyit kebingungan, "Cowok lu? Ohh, lu itu udah punya cowok? Anak kelas mana?" tanyanya tampak penasaran.
"Dia kelas dua belas Nay, kakak kelas kita. Nanti kapan-kapan gue kenalin deh lu sama dia," jawab Cempaka.
"Okay, btw lu udah sarapan belum? Gue kok mendadak lapar kayak gini ya?" ujar Kanaya sembari mengusap perutnya yang terus berbunyi.
"Yeh lu kalo lapar ya makan dulu dong! Ayo dah gue temenin ke kantin!" ucap Cempaka.
"Ya gak enak lah, masa lu cuma nemenin doang? Lu ikut makan juga dong bareng gue, biar gue bisa lebih enak makannya!" pinta Kanaya.
"Iya iya, gue makan lagi deh demi lu!" ucap Cempaka.
Kanaya pun tersenyum puas, setelahnya kedua gadis itu beralih menuju kantin untuk makan pagi terlebih dahulu sebelum memasuki kelas. Ya Kanaya memang belum sempat sarapan saat di kost tadi, sebab ia bangun kesiangan. Sepertinya gadis itu belum bisa hidup sendiri tanpa ada yang membantunya, beruntung tadi ayam milik ibu kost terus bersuara hingga membuatnya terbangun.
Sesampainya di kantin, mereka langsung duduk dan memesan makanan yang mereka inginkan. Namun, tiba-tiba saja seorang lelaki datang menghampiri mereka dan ikut duduk disana. Tentu saja Kanaya merasa risih, sebab ia paling tidak bisa dekat dengan lelaki entah siapapun itu, setelah peristiwa buruk yang menimpa ibunya dulu.
"Halo nona Kanaya yang cantik jelita! Saya boleh kan ikut duduk disini sama kalian?" sapa pria itu.
"Ih Fathur, lu ngapain sih kesini? Kan ada tempat lain tuh yang masih kosong, sana deh jangan ganggu kita!" sentak Cempaka.
"Haish, kamu ini kenapa sih Cempaka? Saya kan bicara sama nona Kanaya, kenapa kamu yang menjawab? Ge'er sekali kamu ini!" ujar pria bernama Fathur yang tak lain ialah teman sekelas mereka.
__ADS_1
"Sama aja, gue yakin Kanaya juga gak mau ada lu disini. Lagian lu kan cowok, ngapain ikutin kita cewek-cewek sih?" kesal Cempaka.
"Yeh gapapa dong, kesetaraan gender itu berlaku disini. Jadi, saya tidak masalah dong kalau ikut sama kalian berdua?" ucap Fathur membela diri.
Kanaya menggelengkan kepalanya sembari menghela nafas kecil, "Terserah deh, gue gak mau komen. Intinya lu jangan gangguin kita, atau gue kasih lu pukulan maut gue!" ucapnya ketus.
"Waduh!" Fathur reflek menjauh karena ngeri.
"Nah kan, tuh dengerin lu!" ujar Cempaka menakut-nakuti.
Akhirnya pesanan mereka tiba, tapi disaat Kanaya hendak mulai memakan makanannya, satu kantin dibuat panik ketika seseorang berlari sambil berteriak keras memperingati mereka semua. Sontak Kanaya terheran-heran dan tak mengerti apa yang terjadi disana.
"KAK ARKANA DATANG, KAK ARKANA DATANG!!" begitulah teriakan yang dilontarkan pria tersebut, yang membuat seisi kantin langsung panik luar biasa.
"Hah? Ada apaan sih itu maksudnya?" tanya Kanaya pada Cempaka, terlihat ia sangat kebingungan.
"Eee ya biasa lah Nay, anak-anak sini kalo ada kak Arka datang, pasti bakal dapat peringatan dulu. Ya biar mereka lebih waspada gitu," jelas Cempaka.
"Lah kok gitu? Emang kenapa? Mereka semua pada takut sama si Arka?" tanya Kanaya.
•
•
Kini Arkana bersama ketiga temannya tiba di kantin, mereka melangkah dengan Arka berada paling depan seperti biasanya. Lalu, Arka tersenyum ketika melihat keberadaan Kanaya disana. Tanpa berpikir panjang, pria itu langsung saja berjalan ke arah Kanaya karena ia masih memiliki urusan dengannya.
Arka sengaja bergerak menuju meja yang dekat dari Kanaya, ia meminta dua orang yang sedang duduk disana untuk pergi. Terlihat kedua siswa tersebut memanyunkan bibirnya tanda kesal, tapi mereka tidak bisa apa-apa lantaran Arka dikenal sangat kejam dan tidak pandang bulu pada siapapun itu.
"Heh! Lu berdua pindah tempat sana, gue mau duduk disini sama teman-teman gue!" pinta Arka.
"I-i-iya Arka.." keduanya menunduk karena gugup dan bangkit dari tempat masing-masing sembari membawa pesanan mereka, tentunya mereka terpaksa pergi ke tempat yang lain.
__ADS_1
Namun, Fajri dan Iqbal alias teman Arka malah mencegah dua orang itu saat hendak pergi melangkah. Ya mereka tampak menaruh telapak tangan di pundak dan menahan pergerakan keduanya, tentu saja kedua orang itu tampak ketakutan karena dibuatnya.
"Sebentar, lu punya uang kan? Serahin dulu ke kita lah, jadi nanti lu pada gak perlu setoran lagi di markas!" ucap Fajri.
"Ta-tapi kak, kita..."
"Gak ada tapi tapi, cepat serahin uang kalian atau kita bakal hajar lu berdua sampai mampus!" geram Fajri.
"I-i-iya kak iya.." kedua pria itu terpaksa menyerahkan uang mereka pada Fajri dan Iqbal dengan gugup.
"Nah gitu dong, udah sana lu pada pergi!" ucap Iqbal seraya mendorong kedua lelaki itu sampai tersungkur ke tanah.
Bruuukkk
Arka tersenyum saja melihatnya, pria itu sudah duduk lebih dulu sambil sesekali memandang wajah Kanaya dari samping. Ingin rasanya ia segera menghampiri gadis itu, tetapi diluar dugaan malah Kanaya lah yang terlihat beranjak dari tempat duduknya dan menatap ke arahnya.
"Hahaha, lihat nih bro kita udah dapat uang segini!" ucap Fajri memamerkan hasil jarahannya.
"Iya bro, tuh dua anak kaya juga ternyata. Andai aja kita bisa dapetin uang terus dari mereka, pasti kita bakal jadi orang kaya mendadak," sahut Iqbal.
"Hadeh, kalian ini gak punya rasa kasihan emang ya? Sana gih pesenin gue makan, gue lapar nih!" ucap Arka memerintah teman-temannya.
"Yah jangan kita deh, nih si Kunto aja!" ujar Fajri.
"Lah ngapa jadi ana?" protes Kunto yang baru saja hendak duduk.
"Lo kan paling junior disini, udah sana!" ucap Fajri.
"Heh kalian!" tiba-tiba saja, Kanaya sudah berada di dekat mereka dan berteriak lantang sembari mengepalkan tangannya.
"Kanaya?" lirih Arka sambil tersenyum.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...