
Setelah hari memasuki waktu malam, Arka mengajak Kanaya pergi dari danau itu karena pemandangan matahari terbenam juga telah usai dan keduanya tampak menikmati itu. Sikap Arka kini lebih lembut dibanding biasanya, lelaki itu bahkan terus menggandeng tangan Kanaya seolah tak ingin melepasnya dan membawanya berkeliling pasar malam yang kebetulan juga diadakan disana.
Kanaya menurut saja dan tak memberontak karena ia berpikir bahwa Arka sedang memiliki masalah, itu sebabnya pria itu mengajaknya pergi kesana untuk menghibur diri. Namun, Kanaya masih belum tahu apa sebenarnya yang sedang dirasakan pria itu saat ini. Meski begitu, tetap saja Kanaya harus waspada dan tidak boleh lengah dengan perubahan sikap manis Arkana padanya itu.
Lalu, tiba-tiba saja Arka menghentikan langkahnya dan membuat Kanaya terkejut serta menatap wajahnya bingung. Rupanya Arka melihat sebuah dagangan yang menarik perhatiannya, dan ia meminta Kanaya untuk pergi kesana untuk membelinya. Kanaya menurut saja, karena ia juga menyukai jajanan pasar malam yang tentunya enak dan pas di kantongnya.
"Tuh ada gulali disana, kamu mau gak Nay? Biasanya makanan manis itu cocok dimakan sama orang yang manis," ujar Arka.
"Lo lagi kesambet apa sih, Ka? Bisa-bisanya lu bilang kayak gitu ke gue," ucap Kanaya terkekeh.
"Ya bisa lah, apa sih yang gue gak bisa? Jadi gimana nih, lu mau apa enggak gue beliin gulali buat lu?" ucap Arka kembali bertanya.
"Kalau emang lu pengen beliin, ya gue sih mau aja. Kata orang gak boleh nolak rezeki," jawab Kanaya.
Arka tersenyum seraya mencubit gemas hidung gadis itu, "Bagus deh, sekarang lu pilih mau yang mana dan ambil sesuka lu!" ucapnya.
Kanaya mengangguk dan mengambil satu buah permen kapas itu, setelahnya ia pun menatap Arka sambil tersenyum sebagai tanda terimakasih karena Arka sudah membelikannya gulali yang memang menjadi favorit baginya tiap pergi ke pasar malam bersama siapapun itu.
"Makasih banget ya permen kapasnya!" ucap Kanaya disertai senyuman yang manis.
"Sama-sama," di luar dugaan Arka menggerakkan tangannya dan mengusap rambut gadis itu dengan lembut sambil sesekali memberikan kecupan hangat pada kening sang gadis.
"Eee gue mau tanya deh, sebenarnya lu itu kenapa? Gue rasa sikap lu hari ini banyak berubah, apa lu lagi ada masalah?" ujar Kanaya penasaran.
Arka menghela nafas dan beralih menatap langit, "Lu gak perlu tahu gue kenapa, intinya lu cukup temenin gue aja sekarang ini!" ucapnya singkat.
"Ish, pelit banget sih lu! Gue kan pengen tahu lu kenapa gitu," ucap Kanaya kesal.
"Gausah kepo deh, lu nurut aja sama gue atau gue bakal jahatin lu lagi!" ucap Arka mengancam.
__ADS_1
"I-i-iya iya, lu kenapa sih galak banget begitu? Gue kan cuma khawatir sama lu, kali aja lu butuh bantuan gue gitu," ucap Kanaya.
"Emang butuh, dan gue sekarang udah dapat bantuan itu," ucap Arka.
Kanaya mengangguk saja sembari membuka bungkus permen kapas miliknya, setelah itu ia langsung menggigit permen tersebut di depan Arka dan membuat pria itu menggeleng sembari mengerutkan keningnya. Lalu, Arka pun kembali melihat tempat penjual makanan yang menarik perhatiannya dan mencoba menawarkan pada gadis di dekatnya sambil merangkulnya.
"Nay, itu ada sosis sama jagung bakar. Lu mau beli juga gak? Kebetulan gue masih lapar nih, apalagi kita kan belum makan besar. Kalau lu mau, kita kesana yuk!" ucap Arka menawarkan.
"Umm, terserah lu aja deh. Gue mah gak nolak kalo dibeliin sama lu," ucap Kanaya santai.
"Okay, ayo kita kesana!" ajak Arka.
Kanaya mengangguk setuju, lalu mereka bersama-sama melangkah menuju tempat penjual sosis bakar tersebut dengan tangan Arka yang merangkul pundak gadis itu. Tak ada penolakan atau protes dari Kanaya, sebab ia ingin membuat Arka merasa tenang dan tidak terus memikirkan masalahnya yang entah apa itu.
•
•
Tentu saja Wahyu merasa heran dengan kelakuan mereka, ia tak menyangka kalau ternyata the flash bisa bertindak seperti itu saat sedang tidak bersama Arka. Tanpa banyak berpikir lagi, Wahyu bergegas menghampiri mereka dan langsung menendang salah satu dari mereka dengan keras.
Bugghhh
Satu tendangan itu Wahyu arahkan ke tangan Seto yang tengah tertawa sembari memegang uang hasil jarahan mereka, sontak uang tersebut jatuh ke jalan dan membuat Seto serta yang lainnya terkejut dengan keberadaan Wahyu disana. Sedangkan semua orang disana hanya bisa memperhatikan tanpa berani mendekat.
"Wahyu?" lirih Seto menatap ke arah Wahyu dengan tampang emosi.
"Ya ini gue, gue benar-benar gak nyangka sama tingkah laku kalian! Kenapa sih kalian bisa kayak gini? Gue yakin banget, kalau Arka tahu pasti dia bakal kecewa sama kalian!" ucap Wahyu.
"Hahaha, lu diam deh Wahyu! Jangan ikut campur urusan kita, karena lu bukan bagian dari the flash dan lu gak punya hak buat atur kita!" ucap Seto.
__ADS_1
"Benar itu, lagian tanpa Arka lu bisa apa sih? Lu itu gak ada apa-apanya, cuma karena lu teman Arka, jadi jangan kira kalau kita semua bakal takut sama lu!" ucap Brandon tegas.
"Gue gak minta kalian nurut sama gue atau takut sama gue kok, gue cuma heran aja kalau kalian ternyata bertindak kayak gini!" ucap Wahyu.
"Gausah sok suci lu! Bilang aja lu mau juga kan hasil jarahan kita ini, lu tenang bro ini bakal kita bagi-bagi kok nanti di markas!" ucap Seto.
Wahyu menggeleng sambil terkekeh, "Sorry bro, gue bukan kaum rendahan kayak kalian yang hobinya mengambil uang dari kaum bawahan kayak gini!" ucapnya.
"Banyak gaya lu! Kalau lu gak mau, yaudah lu minggir dan jangan halangi kita!" ujar Seto.
"Gue gak akan minggir, sebelum kalian balikin uang-uang itu ke pedagang disini. Gue gak suka sama sikap kalian!" ucap Wahyu.
"Berisik lu! Disini lu cuma sendiri, lu mau apa emangnya?" tantang Seto.
Wahyu terdiam menatap seluruh anggota the flash yang ada di depannya, memang betul ia hanya sendirian dan tidak akan mungkin baginya untuk bisa mengalahkan mereka sendirian. Namun, tekad Wahyu tak padam walau ia hanya sendiri karena ia akan terus berjuang demi kebahagiaan masyarakat yang berjualan disana.
"Kalau kalian gak mau balikin uang itu, terpaksa gue bakal paksa kalian buat serahin uang itu ke mereka!" ucap Wahyu lantang.
"Hahaha, oke gue terima tantangan lu. The flash, hajar!" teriak Brandon memerintahkan teman-temannya maju menyerang Wahyu.
"Hah??" sontak Wahyu terkejut karena tiba-tiba geng the flash bergerak maju dan melayangkan serangan ke arahnya.
Akhirnya terjadilah keributan disana yang membuat orang-orang panik dan kalang kabut, Wahyu tampak kesulitan karena harus melawan sepuluh orang lebih disana. Apalagi para anggota the flash itu memang ahli dalam berkelahi, dan tentunya tidak akan mudah bagi Wahyu untuk bisa menghadapi seluruh anggota the flash tersebut.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...HIKS GA RAME😂...
__ADS_1