Arkana

Arkana
Bab 19. Berbeda


__ADS_3

Hari demi hari berganti, kehidupan Kanaya saat ini semakin menderita karena ia terus diancam oleh Arka serta teman-temannya yang mengatakan akan menyebarkan foto-foto dirinya saat sedang berjoget ria di depan mereka beberapa waktu lalu. Jujur saja Kanaya tidak bisa melupakan kejadian itu, ia selalu teringat dan menangis bila berada sendirian seperti saat ini di dalam kostnya.


Sejak kejadian itu pula, Kanaya selalu diminta hadir di markas geng Arkana untuk menghibur mereka semua. Bahkan kadang gadis itu dipaksa untuk ikut meminum minuman beralkohol yang mereka punya, dan Kanaya tidak bisa menolak karena ancaman yang diberikan oleh orang-orang tersebut padanya.


Dan hari ini, kebetulan sekolahnya sedang libur karena tanggal merah. Sehingga Kanaya pun terus mengurung diri di dalam kamarnya sambil menangis terisak dan memeluk foto mendiang mamanya, Kanaya tentu tak mau semua yang terjadi pada mamanya dahulu kembali terjadi padanya. Untuk itu Kanaya bertekad akan melawan semuanya dan tidak mau lagi terus-menerus menjadi boneka Arka.


"Hiks hiks, aku gak boleh lemah kayak gini. Aku itu anak yang kuat dan pemberani, aku harus lawan Arka dan teman-temannya! Supaya mereka juga gak bisa tekan aku terus," gumam Kanaya.


Ting nong ting nong...


Tiba-tiba saja, seseorang datang ke tempat kostnya dan membuat Kanaya reflek menghapus air mata di pipinya agar tidak terlihat seperti sedang menangis. Gadis itu pun beranjak dari tempat tidurnya, meletakkan bingkai foto di meja dan bergegas membukakan pintu untuk melihat siapa yang datang kesana pagi-pagi begini.


Ceklek


Begitu pintu dibuka, betapa syoknya Kanaya saat melihat Arkana sudah berdiri tegak di depan sana dengan senyum di pipinya. Tentu saja Kanaya tak menyangka, sebab ia tak merasa pernah memberitahu alamat kostnya kepada pria itu. Akan tetapi, kini Arka malah sudah berada di depannya dan dengan santai menyapanya.


"Hai Kanaya, selamat pagi menjelang siang!" sapa Arka dengan lembut disertai lambaian tangan.


"Eee i-i-iya pagi, lu ngapain disini? Terus lu tahu darimana alamat kost gue? Perasaan gue gak pernah kasih tahu lu deh," tanya Kanaya keheranan.


"Emang enggak, gue tahu kostan ini ya dari si Wahyu. Dia katanya pernah anterin lu," jawab Arka.


"Apa? Emang gak bisa dipercaya ya si Wahyu itu, sama kayak lu. Nyesel deh gue pernah kasih tahu alamat kost gue ke dia," ucap Kanaya kesal.


"Hahaha, ya siapa suruh? Tapi, lu gausah takut gitu kali sama kedatangan gue! Gue gak ada niatan buat nyakitin lu kok," ucap Arka tersenyum seringai.


"Terus lu mau apa? Mau ancam gue lagi sama video itu, iya?" tanya Kanaya agak ketus.


"Eh enggak kok, justru gue pengen ajakin lu jalan-jalan menikmati indahnya hari libur ini. Eh omong-omong, lu belum mandi ya? Kelihatan tuh dari penampilan lu yang masih acak-acakan begitu," ucap Arka dengan nada meledek.

__ADS_1


"Iya emang, gue belum mandi. Terus kenapa, masalah buat lu? Gue mau mandi kek, mau enggak kek, suka-suka gue lah!" ketus Kanaya.


"Ya gue paham, tapi jorok aja tau kalau cewek gak mandi jam segini. Baunya itu loh kemana-mana," ucap Arka sambil menutup hidungnya.


Sontak Kanaya mendengus kesal, "Ih emang gue bau apa? Gue masih wangi kali walau gak mandi seminggu, lu jangan salah deh!" ucapnya tegas.


"Iya iya yang wangi, udah sana buruan mandi terus dandan yang cantik! Gue tunggu lu disini sampe kelar, tapi jangan lama-lama!" pinta Arka.


"Emang kita mau kemana? Lu gak akan aneh-aneh lagi kan?" tanya Kanaya.


"Iya enggak, gue dah bilang mau ajak lu jalan-jalan. Gue tahu banget lu belum pernah kan keliling Jakarta?" jawab Arka.


Kanaya menggeleng dengan wajah merengut, "Belum lah, gue kan di kost terus," ucapnya.


"Nah yaudah, lu mandi sana ya biar wangi dan tambah cantik!" suruh Arka.


"Hm, iya." dengan sangat terpaksa, Kanaya masuk ke kamarnya kembali dan bersiap membersihkan tubuhnya sesuai permintaan pria itu.




Ceklek



Singkat cerita, Kanaya akhirnya selesai berdandan dan kini telah tampak rapih serta lebih cantik dari sebelumnya. Gadis itu muncul dengan tampilan yang berbeda dari biasanya, dan tentunya berhasil memikat hati Arkana yang baru kali ini melihat Kanaya mengenakan pakaian selain seragam sekolah. Bisa Arka akui kalau Kanaya memang sangat cantik dan memukau.


__ADS_1


Kedua mata Arka pun terus menyorot ke arah wajah sang gadis seolah tak ingin berhenti, tampaknya Arka memang benar-benar terpukau sehingga ia tidak bisa berkata-kata. Bahkan Kanaya sampai harus mendekat dan mengipas-ngipaskan tangannya tepat di depan wajah Arka, bermaksud agar pria itu sadar dari lamunannya dan mau berbicara.


"Hey, helo Arka yang nyebelin gak ada obat! Lo kenapa diam aja kayak gitu, ha? Naksir lu sama gue?" ujar Kanaya seperti menggoda.


Sontak Arka tersadar dan langsung menggelengkan kepalanya, "Ah apa? Enggak lah, yakali gue naksir sama cewek galak kayak lu! Gue tuh tadi kaget aja, kan baru sekarang gue lihat lu pake baju selain seragam," ucapnya mengelak.


"Iya deh, terus sekarang kita mau kemana? Gue udah rapih nih, awas ya kalo lu macam-macam lagi sama gue!" ucap Kanaya mengancam.


Arka tersenyum tipis dibuatnya, "Iya santai, gue mau ajak lu jalan-jalan doang kok!" ucapnya lirih.


"Okay, yuk kita pergi sekarang! Kita naik motor lu kan?" ucap Kanaya.


Kali ini Arka menggeleng dan membuat Kanaya kebingungan, "Gue gak bawa motor, gue bawa mobil kesayangan gue. Sengaja gue pake itu, supaya lu gak kepanasan nanti," ucapnya.


"Yah elah lebay lu! Maksudnya apa coba kayak gitu? Mau ngerayu gue, lu?" ujar Kanaya.


"Kege'eran banget sih lu! Ngapain juga gue rayu orang kayak lu? Gue tuh cuma perduli sama lu, paham?" ucap Arka.


"Iya deh iya, gue percaya aja sama lu. Udah ah ayo buruan pergi sekarang!" sentak Kanaya.


Arka tersenyum dan bergerak berdiri di samping Kanaya sembari memegang kedua pundak gadis itu, sontak Kanaya menatap telapak tangan Arka dengan pandangan tak suka, seolah mengisyaratkan Arka untuk melepasnya. Namun, Arka tak perduli dan malah beralih merangkul Kanaya disana.


"Lo jangan kurang ajar deh! Lepasin gue woi!" ucap Kanaya dengan lantang.


"Gak mau, udah ayo buruan!" ucap Arka dengan kekeuh dan memaksa.


Pria itu langsung menarik paksa tubuh Kanaya menuju mobilnya, mereka pun sama-sama masuk ke dalam mobil dan Arka segera melajukan mobilnya meninggalkan kost tersebut.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2