Arkana

Arkana
Bab 46. Bertemu guru lama


__ADS_3

Saat pulang sekolah tiba, Arka dengan cekatan langsung mengajak Kanaya untuk pergi bersamanya karena ia memiliki rencana untuk membawa gadis itu ke suatu tempat yang istimewa. Ya rencananya Arka akan merayakan hari jadian mereka saat ini, sebab ini adalah momen yang pas bagi mereka karena keduanya baru saja resmi menjadi sepasang kekasih setelah beberapa kali saling membenci.


Namun sialnya, rencana yang sudah disusun oleh Arka terpaksa harus batal karena terlihat sosok Cahaya yang merupakan tante dari Kanaya itu sudah berada di depan sekolah dan seperti tengah menunggu kehadiran gadis itu. Sontak Arka merasa jengkel dengan hal itu, tapi kemudian ia coba menenangkan diri dan mengikuti Kanaya untuk menemui tantenya disana sekaligus berkenalan.


"Tante Aya!" Kanaya langsung menyapa tantenya itu begitu sampai di dekatnya.


Karena terkejut, Cahaya pun menoleh ke asal suara seraya membuka kacamatanya. Wanita itu tersenyum lebar saat melihat keponakan cantiknya telah berada di depan matanya, dan tentunya Kanaya tak lupa untuk mencium tangan tantenya itu sebagai rasa hormat. Tapi, sedetik kemudian Cahaya baru sadar kalau ada sosok laki-laki di sebelah Kanaya yang membuat merasa penasaran.


"Loh bu Cahaya?" tiba-tiba saja Arka menyela dan merasa mengenali wanita di hadapannya itu, ya Arka ingat betul siapa dia karena dahulu dirinya begitu dekat dengan Cahaya saat di sekolah dasar.


Cahaya sontak mengernyitkan dahinya karena bingung, "Eee kamu siapa ya? Kok bisa kamu kenal sama saya?" tanyanya keheranan.


"Ahaha, wajar kalau ibu lupa sama saya, kita kan udah lama banget gak ketemu. Saya aja masih gak nyangka, ternyata kita bisa ketemu disini dan bu Cahaya ini tantenya Kanaya," ucap Arka tersenyum.


"I-i-iya saya tantenya Kanaya, tapi kamu itu siapa? Temannya Kanaya ya?" heran Cahaya.


"Ya tante, selain itu saya juga mantan murid bu Cahaya loh waktu di sekolah dasar dulu. Saya Arkana bu, semoga aja ibu masih ingat setelah dengar nama saya!" jelas Arka.


"Hah? Arkana??" Cahaya begitu syok dibuatnya, bagaimana bisa ia bertemu kembali dengan putra dari Topan itu disana saat ini.


"Betul bu, ibu ingat kan?" tanya Arka.


Cahaya hanya terdiam dan terus memandangi wajah pria itu, pantas saja menurutnya beberapa waktu lalu ia sempat bertemu dengan Topan di sekolah itu. Rupanya disana juga merupakan tempat Arka bersekolah, sungguh Cahaya tak menyangka kalau dunia sesempit ini. Padahal semua ini tidak disengaja, dan Cahaya juga tak ingin bertemu kembali dengan Topan maupun Arkana.


"Tante, jadi dulunya tante itu guru? Terus Arka ini muridnya tante?" Kanaya menyela dan turut mengajukan pertanyaan pada tantenya itu.


"Eee haha i-i-iya Kanaya, tante emang sempat ngajar dulu pas masih agak muda," jawab Cahaya gugup.

__ADS_1


"Wow tante keren banget deh!" ucap Kanaya memujinya.


"Emang iya Nay, tante kamu ini luar biasa keren! Dulu juga tante kamu yang selalu temenin aku waktu dijauhin sama teman-teman," sahut Arka.


"Itu masa lalu Arka," ucap Cahaya lirih.


"Iya bu Aya, tapi tetap aja sampai sekarang saya masih belum bisa lupain jasa ibu ke saya. Karena nasehat dari ibu, saya jadi lebih percaya diri deh sekarang," ucap Arka.


"Baguslah, saya senang dengarnya! Yasudah, ayo Kanaya kita pulang sekarang!" ucap Cahaya.


"Umm aku..." Kanaya terlihat bingung, ia melirik ke arah Arka dan merasa tidak enak.


Arka mendekat, lalu mencubit pipi gadisnya. "Udah gapapa sayang, gausah mikirin aku! Kamu pulang aja sama tante kamu, nanti kapan-kapan deh baru kita jalan bareng, okay?" ucapnya lembut.


"Kamu yakin? Kamu gak marah?" tanya Kanaya.


Arka menggeleng sambil tersenyum, "Enggak kok, aku gak marah. Mana bisa aku marah sama cewek secantik kamu?" jawabnya.


Arka mengangguk setuju, kemudian membiarkan Kanaya pergi bersama Cahaya dengan mobil wanita itu meninggalkan sekolah. Setelah Kanaya tak terlihat lagi, Arka dengan wajah lesu mulai melangkah menuju mobilnya yang terparkir di parkiran sekolah. Sejujurnya Arka sangat kecewa karena tidak bisa menikmati hari pertamanya bersama sang kekasih, tapi tentu Arka tidak bisa memaksakan kehendaknya saat ini.


"Arka!" tiba-tiba saja, ada seseorang yang datang menyapanya. Arka pun menghentikan langkahnya, lalu beralih menatap orang tersebut.




Sementara itu, Kanaya sudah berada di dalam mobil bersama tantenya dan tengah menuju rumah wanita itu karena Cahaya memang ingin mengenalkan Kanaya pada rumah tinggalnya. Namun, Cahaya masih bingung melihat sikap Kanaya ketika bersama Arkana tadi. Entah mengapa Cahaya curiga kalau diantara mereka ada hubungan spesial, apalagi tampak jika Kanaya begitu senang berada di dekat Arka dan begitupun sebaliknya.

__ADS_1


Sontak Cahaya beralih menatap wajah ponakannya yang cantik itu dengan bingung, Kanaya sendiri sadar saat ia diperhatikan oleh tantenya itu. Akhirnya Kanaya turut menatap Cahaya dan tersenyum lebar, membuat Cahaya salah tingkah dan spontan memalingkan wajahnya. Ya mereka memang duduk berdampingan di kursi belakang, karena Cahaya membawa supir untuk menyetir mobilnya.


"Tante, kenapa sih tante diam-diam ngeliatin aku terus kayak gitu? Apa tante mau bicara sesuatu sama aku? Atau ada sesuatu yang tante pengen tahu dari aku?" tanya Kanaya kebingungan.


"Eee gapapa kok Kanaya, ini tadi tante cuma sedih aja sayang. Tiap kali lihat wajah kamu, pasti tante selalu teringat dengan mendiang ibu kamu. Tante kangen sekali sama dia, dulu itu dia orang yang baik banget loh!" jawab Cahaya.


"Iya sih tante, aku juga kangen sama ibu. Apalagi udah lama banget aku gak datang ke makam ibu sejak pindah ke Jakarta," ucap Kanaya.


"Ohh, kamu pasti mau ketemu ibu kamu lagi ya? Yaudah, gimana kalau besok pagi kita sama-sama pergi ke Bandung buat datangi makam ibu kamu? Kamu libur sekolah kan besok?" usul Cahaya.


"Ah boleh tante, iya aku emang libur kok dua hari. Makasih ya tante!" ucap Kanaya begitu antusias.


"Sama-sama sayang, tapi malam ini kamu nginep di rumah tante ya! Soalnya tante pengen menghabiskan waktu berdua sama kamu lebih lama," pinta Cahaya.


"Tenang aja tante, aku pasti mau kok nginep di rumah tante! Lagian aku juga kan pengen sesuatu yang berbeda," ucap Kanaya.


"Ahaha, bagus deh kalau kamu mau. Oh ya, masih ada yang tante mau bahas deh sama kamu. Ya tapi kalau kamu gak keberatan," ucap Cahaya.


"Apa itu tante?" tanya Kanaya penasaran.


"Eee sejujurnya tante curiga sama kamu dan Arka, sebenarnya diantara kalian ada hubungan apa sih? Tadi kok tante lihat, kalian kayak dekat banget gitu ya? Apa kalian sudah pacaran?" ujar Cahaya.


Deg!


Jantung Kanaya seperti berhenti berdetak saat itu juga, ia terkejut sekaligus bingung harus menjawab apa pada tantenya. Ia khawatir jika ia berkata jujur maka tantenya akan marah atau tak bisa menerima, apalagi terlihat dari ekspresi Cahaya saat ini yang begitu serius dan tegas. Kanaya pun memalingkan wajahnya, berpikir keras apakah ia harus jujur mengenai hubungannya atau tidak.


"Duh, gue jawab apa ya sama tante Aya? Gue pengen jujur sih sebenarnya, tapi gue takut tante Aya marah sama gue. Kalau gue bohong, kira-kira gue dosa gak ya?" gumam Kanaya di dalam hati.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2