
Kanaya tiba di kostnya bersama Arka yang tadi datang menolongnya. Gadis itu segera turun dari motor dan dapat bernafas lega karena ia telah lepas dari kerumunan orang tadi, padahal ia sempat panik dan berpikir yang tidak-tidak karena sudah tak punya cara lagi untuk melepaskan diri. Apalagi ia hanya sendiri, sedangkan laki-laki tadi semua berjumlah tujuh orang.
Arka pun tersenyum menatapnya, mengusap wajah gadis itu secara tiba-tiba hingga sang empu terkejut lalu beralih ke arahnya. Kali ini Kanaya tak protes karena memang ia menikmati sentuhan itu, terlebih Arka sudah menolongnya tadi sehingga ia rasa tak ada salahnya kalau ia membiarkan Arka menyentuhnya kali ini. Meski rasa benci di dalam hatinya masih belum hilang sepenuhnya, karena Arka merupakan anggota gangster liar.
"Lo gausah panik lagi, mereka udah gak ngejar kita kok! Sekarang lu bisa tenang dan jangan cemas!" ucap Arka lembut.
Kanaya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis, "Iya Arka, thanks banget ya udah bantuin gue tadi! Eee lu mau minum gak? Masuk dulu yuk, biar gue buatin minum!" ucapnya.
Arka yang tengah asyik mengusap wajah Kanaya pun tersentak kaget begitu mendengar ucapan si gadis, ia mengernyitkan dahinya serta membulatkan mata seolah tak percaya jika baru saja Kanaya mengajaknya masuk ke dalam kostnya. Padahal sebelumnya saat ia meminta itu, Kanaya dengan keras menolak dan tidak membolehkannya.
"Hah? Ini serius nih lu bolehin gue masuk? Perasaan waktu itu pas gue mau mampir, lu langsung tolak keras banget," tanya Arka tak percaya.
"Ahaha, iya sorry soalnya waktu itu kan gue masih takut sama lu!" jawab Kanaya.
"Oh sekarang udah enggak nih ceritanya? Atau malah lu udah nyaman ya sama gue, hm?" Arka langsung turun dari motor dan mendekati Kanaya bermaksud menggodanya.
"Apaan sih? Udah intinya lu mau mampir dulu apa enggak nih? Kalau enggak, ya gapapa gue gak masalah!" ucap Kanaya merasa malu.
"Eh eh eh, jangan ambekan gitu dong jadi cewek! Jelas lah gue mau, yakali ditawarin masuk ke rumah cewek cantik gue malah tolak! Apalagi disuguhin minuman, beuh tambah pengen!" ujar Arka.
Kanaya menggeleng seraya memutar bola matanya, "Terserah lu, yaudah ayo!" ucapnya ketus.
"Jangan galak-galak dong Kanaya! Yang lembut gitu sama gue, kan tadi gue udah tolongin lu! Apa lu lupa, hm?" ucap Arka.
__ADS_1
"Hadeh, perasaan gue daritadi juga biasa aja deh. Lo aja tuh yang baperan amat jadi cowok!" ucap Kanaya.
"Nay cantik, lu kalo galak begitu malah jadi tambah gemes tau!" goda Arka.
Kanaya tak menggubris ucapan pria itu, ia langsung saja melangkah ke dalam tempat kostnya dan menuju kamarnya. Tentu saja Arka tersenyum lebar melihat tingkah Kanaya yang seperti itu, tanpa basa-basi Arka juga bergegas mengejar Kanaya sampai keduanya telah berada di dalam kamar kost Kanaya yang lumayan besar itu karena hampir mirip apartemen versi mini.
"Lu duduk aja dulu, gue pengen ganti baju terus buatin minuman buat lu!" perintah Kanaya.
"Siap cantik! Jangan lama-lama ya! Dan kalau boleh, gue mau minumnya itu pake es biar seger," ucap Arka sambil duduk di sofa.
"Haish, iya bawel!" kesal Kanaya.
Gadis itu pun melangkah pergi ke kamarnya dan tak lupa menutup pintu, sehingga Arka tidak dapat melihat apa yang ada di dalam sana karena Kanaya memang ingin berganti pakaian. Arka hanya bisa menunggu di ruang tamu kali ini, pria itu duduk-duduk santai sambil menatap sekeliling dan tersenyum sendiri. Kemudian, suara ketukan pintu dari arah luar mengejutkannya.
"Permisi, neng Kanaya!!" terdengar teriakan seorang wanita dari luar sana, yang sontak membuat Arka bingung tak tahu harus apa.
"Waduh, siapa tuh? Gimana ini ya? Kalau tuh orang tahu Kanaya bawa cowok ke kostnya, kira-kira Kanaya bakal dimarahin gak ya?" gumam Arka merasa cemas dan bingung.
Akhirnya Arka bangkit dari duduknya, berjalan ke dekat pintu untuk mencari tahu siapa yang datang itu. Matanya membulat lebar begitu mengintip melalui jendela tempat kost itu, rupanya ada seorang wanita berdiri di luar sana dengan memakai daster merah dan rambut yang dikuncir. Dari rupanya, Arka dapat menebak kalau wanita itu adalah ibu pemilik kost tempat Kanaya tinggal.
"Ah ini sih gawat banget! Kayaknya gue harus lapor Kanaya aja deh, nanti yang ada gue dimarahin sama dia kalau salah buat keputusan. Siapa tahu kan tuh ibu-ibu mau tagih duit kost," ujar Arka lirih.
Langsung saja Arka bergerak menghampiri kamar Kanaya dan mengetuk-ngetuk pintu dengan keras memanggil nama gadis itu, sontak Kanaya merasa kesal karena aktivitasnya diganggu oleh Arka sehingga memaksa Kanaya membuka pintu. Arka pun melongok lebar melihat Kanaya saat ini yang hanya mengenakan tanktop, meski bagian bawah gadis itu masih tertutupi rok abu-abu.
__ADS_1
"Ish, apaan sih Arka? Sabar dulu napa, gue tuh baru aja mau buka baju terus cuci muka!" sentak Kanaya.
"Hehe, iya maaf ya Nay? Itu tuh di depan ada tamu, tapi gue gak tahu siapa orangnya. Lu mending cek dulu deh ke depan sana!" ucap Arka.
"Hah? Terus lu nyuruh gue keluar temuin orang itu dalam keadaan kayak gini gitu?" ucap Kanaya.
"Eee ya enggak juga lah, walaupun itu orangnya cewek tapi tetap aja gue gak bakal bolehin lu buat keluar kayak gini. Minimal lu pake jaket atau apa kek gitu buat tutupin tubuh lu!" ucap Arka.
Kanaya tersentak kaget, "Lu kenapa mendadak jadi perduli banget sama gue? Padahal waktu itu aja lu jual tubuh gue ke teman-teman lu," ucapnya.
"Ayolah, yang lalu gausah diungkit-ungkit lagi! Sekarang mending buruan lu cari penutup buat atasan lu, supaya tubuh lu gak dilihat sama orang-orang di luar!" ucap Arka.
"Iya iya, kalo gitu lu diem aja disini jangan keluar! Gue gak mau sampai ada yang lihat lu, nanti gue dikira ngapa-ngapain," ucap Kanaya.
"Okay!" ucap Arka patuh.
Kanaya pun mengambil outer miliknya dan berjalan keluar menemui wanita yang tadi dikatakan Arka, sedangkan Arka sendiri tetap di dalam kamar itu sesuai perintah Kanaya. Arka pun tersenyum dan berjalan mengelilingi kamar gadis yang ia sukai itu, sungguh Arka sangat senang berada disana karena ia ingin sekali melihat isi kamar tersebut.
"Waw Kanaya ternyata suka boneka juga, koleksinya sampai sebanyak ini! Gue kira cewek galak kayak dia tuh mainnya bukan boneka, eh ternyata gue salah. Kalo gitu kapan-kapan gue beliin boneka deh buat dia," ucap Arka lirih.
Akhirnya pria itu terduduk di pinggir ranjang, mengusapnya lembut sambil terus senyum dan memandangi langit-langit kamar itu. Arka tak percaya jika saat ini dirinya bisa berada di kamar gadis itu, setelah sempat saling berkelahi justru kali ini malah sepertinya Arka berhasil menemukan sosok gadis yang ia sayangi.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...