Arkana

Arkana
Bab 35. Lebih serius


__ADS_3

Arka tiba di sekolahnya bersama Kanaya yang akhirnya mau menerima tumpangannya setelah sempat berdebat lumayan lama di depan kost gadis itu tadi, kini mereka tampak saling memandang satu sama lain dari dalam mobil seolah tidak ingin kehilangan sesuatu yang berharga tersebut. Ya Arka mendekati Kanaya, kemudian membantu melepas sabuk pengaman dari tubuh gadis itu sambil terus memberikan senyum manisnya ke arah Kanaya.


Sontak Kanaya merasa tersipu, wajahnya memerah menahan malu karena perlakuan manis Arka kali ini padanya. Tak biasanya memang ada pria yang mau bersikap seperti itu padanya, karena kebiasaan Kanaya yang selalu cuek dan dingin pada setiap laki-laki yang berusaha mendekatinya. Tapi entah kenapa, perlahan sikap cuek itu mulai dapat diredam oleh Arka yang seolah sudah tahu obatnya.


"Lu kalo lagi malu-malu gini makin gemes tau, gue jadi pengen cubit tuh pipi sambil cium! Ya tapi gue takut dihajar sama lu abis itu," ujar Arka.


Kanaya terkekeh sembari menutupi mulutnya, sedangkan Arka tak merubah posisinya sama sekali dan masih terus berada di dekat gadis itu dengan mata mengarah ke wajah Kanaya. Belum pernah Arka merasa tertarik dengan perempuan sampai seperti ini, biasanya pria itu mudah bosan dan tidak akan mau mengejar-ngejar seorang wanita karena memang menurutnya tidak sesuai kriteria.


"Ka, thanks ya udah mau anterin gue sampai sini! Kita turun aja yuk, takutnya nanti keburu bel dan kita malah masih disini! Percuma ada dong kita tetap gak boleh masuk juga," ucap Kanaya gugup.


"Hahaha, iya Kanaya gue ngerti. Gue cuma pengen tatap wajah lu dulu sebentar kayak gini, soalnya muka lu itu bikin gue candu tau gak!" ucap Arka.


"Apa sih? Lo bisa gak gausah gombal kayak gitu ke gue? Yang ada gue dengarnya bukan senang, malah jijik. Apalagi lu itu kan dikenal suka mainin cewek," ucap Kanaya.


Arka mengernyit tak terima, "Siapa yang bilang kayak gitu? Si Wahyu?" tanyanya agak ketus.


"Eee bukan sih, itu cuma tebakan gue aja. Abisnya lu kelihatan gampang banget bilang begitu ke gue, jadi gue mikirnya pasti lu udah terbiasa kayak gitu," jawab Kanaya.


"Hadeh, buang jauh-jauh tuh pikiran kayak gitu! Enak aja gue dibilang suka mainin cewek, selama ini aja gue cuma pernah pacaran satu kali! Itu juga dia yang ninggalin gue duluan," ucap Arka.


"Masa sih?" tanya Kanaya tak percaya.


Arka bergerak semakin mendekatinya, tangan pria itu perlahan menyentuh wajah cantiknya dan mulai mengusapnya lembut. Kanaya tampak hilang akal, ia justru menikmati setiap sentuhan Arka pada wajahnya yang terasa memabukkan. Lalu, Arka mencengkram rahang Kanaya dengan kuat sambil memperpendek jarak. Saat ini Kanaya sudah pasrah dengan apa yang dilakukan Arka selanjutnya, sebab gadis itu malah memejamkan matanya.


"Lo masih gak percaya sama gue? Tapi, sekarang lu malah merem kayak gitu. Lo berharap apa sih dari gue, hm? Cium?" goda Arka.


Seketika Kanaya membuka mata dan melotot ke arah Arkana, "Sembarangan lu, gue tuh merem gara-gara panik aja! Lagian lu ngapain sih dekat-dekat? Lepas ah!" ucapnya grogi.

__ADS_1


"Cie cie yang ngarep dicium, kalau mau mah tinggal bilang aja kali!" ujar Arka.


"Gausah ngada-ngada deh lu, gue mau turun duluan ajalah kalo gini!" ucap Kanaya kesal.


Kanaya yang merasa malu berniat keluar dari mobil itu dengan membuka pintu, namun Arka tentunya tak membiarkan hal itu terjadi begitu saja dan langsung menahan lengan Kanaya dengan kuat. Arka pun kembali mendekat sembari mengusap rambut gadis yang menarik perhatiannya itu, membuat Kanaya lagi-lagi harus berusaha menahan dirinya.


"Lo cantik banget Kanaya! Gue jadi pengen..." Arka sengaja menggantung ucapannya, perlahan ia memajukan wajahnya lebih dekat ke arah Kanaya.


TOK TOK TOK...


Disaat Arka hendak menyatukan bibirnya dengan milik Kanaya, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk kaca mobilnya dari luar dan membuat Arka menggeram kesal. Pria itu mengepalkan tangannya lalu mengumpat berkali-kali untuk melampiaskan emosi, sedangkan Kanaya masih diam tak berkutik atas apa yang hampir saja ia rasakan bersama Arkana.




Disisi lain, Cempaka masih setia menunggu kekasihnya yang tak kunjung datang menemuinya di area taman sekolah. Padahal sebelum ini, Iqbal selaku pacarnya itu sudah berkata kalau dia ingin bertemu dengan Cempaka disana pagi ini. Namun, hingga sekarang belum juga ada tanda-tanda bahwa Iqbal akan datang kesana. Jujur Cempaka pun mulai merasa pegal karena menunggu terlalu lama tanpa kepastian dari kekasihnya itu.


"Ih siapa ini? Lo jangan macam-macam ya, gue bisa bela diri loh! Lepasin atau gue teriak, lepas!" sentak Cempaka mencoba berontak.


"Hahaha..." saat gadis itu berhasil melepaskan diri dan menoleh ke belakang, betapa kagetnya ia karena ternyata orang itu adalah Iqbal alias kekasih yang sedari tadi ia tunggu.


"Hah Iqbal? Ya ampun, kamu tuh bikin kaget aja deh! Ish, bisa gak sih kamu kalau datang itu baik-baik? Jangan pake ngagetin kayak tadi dong!" protes Cempaka sembari mengerucutkan bibirnya.


"Ahaha, iya aku minta maaf ya sayang? Aku juga mau minta maaf lagi karena telat datang kesini, pasti kamu udah nunggu lama ya?" ucap Iqbal.


Cempaka mengangguk dengan pipi mengembung, "Iya lama banget, aku sampai digigitin nyamuk terus nih gara-gara nungguin kamu! Emang kamu kemana sih, kok bisa lama datangnya begini?" ucapnya dengan nada manja.

__ADS_1


"Duh duh, kasihan banget sih sayangku ini! Maafin aku ya cantik? Tadi aku harus cari alasan dulu soalnya sama teman-teman aku biar mereka gak curiga, maaf ya?" ucap Iqbal merasa gemas.


"Umm, kita mau sampai kapan sih begini terus? Kenapa kamu gak kasih tahu aja ke mereka dan semua orang kalau kita ini pacaran? Apa karena kamu malu ya pacaran sama aku?" heran Cempaka.


"Hah? Yakali aku malu sayang, kamu cantik begini dan jadi idola cowok-cowok disini. Justru aku tuh beruntung banget bisa dapetin kamu, aku masih gak nyangka loh sayang!" ucap Iqbal.


"Ah bohong, buktinya kamu ngajakin aku backstreet tuh!" cibir Cempaka.


Iqbal tersenyum dan berjalan mendekati gadisnya, ia langsung memeluk gadis itu dengan erat seraya mengusap punggungnya. Iqbal memang sangat menyayangi Cempaka sejak dulu, hanya saja ia memiliki alasan tersendiri mengapa ia harus menyembunyikan hubungan mereka ini di depan teman-temannya. Dan menurut Iqbal, semua itu belum dapat diketahui oleh Cempaka.


"Kamu yang sabar ya cantik, ada saatnya nanti aku bakal kasih tahu ke semuanya kalau kita ini pacaran!" ucap Iqbal menenangkan.


"Halah kamu mah selalu bilang begitu, tapi nyatanya gak pernah terwujud!" ujar Cempaka.


"Iya iya, yaudah sekarang duduk yuk biar gak pegal! Kasihan kan pacar aku yang cantik dan manja ini kalau kecapekan berdiri terus, yuk duduk yuk!" ucap Iqbal.


Cempaka akhirnya dapat tersenyum setelah diperlakukan dengan lembut oleh kekasihnya itu, kini gadis itu mau ikut duduk bersama Iqbal disana dan masih terus saling berpelukan. Sesekali Iqbal juga mencuri kecupan di wajah sang kekasih, dia memang suka sekali melakukan itu, tapi Iqbal masih dapat menahan diri untuk tidak berbuat lebih. Salah satunya adalah mencium bibir Cempaka, karena menurutnya semua itu belum boleh dilakukannya.


"Aku sayang banget sama kamu, Cempaka! Aku gak akan pernah tinggalin kamu!" ucap Iqbal.


"Iya, aku juga sayang kamu. Terus ini ada apa kamu ajak aku ketemuan disini sayang? Kamu mau ngomongin soal apa?" tanya Cempaka keheranan.


"Eee..." Iqbal terlihat ragu dan bingung saat hendak menjelaskannya pada Cempaka, ia menggaruk kening sembari berpikir dengan keras.


"Jadi begini sayang, aku itu niatnya mau ketemu sama orang tua kamu untuk bahas hubungan kita ini. Karena aku pengen berlanjut ke jenjang yang lebih serius," sambungnya dengan tegas.


Deg!

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2