Arkana

Arkana
Bab 18. Sampai puas


__ADS_3

Arka dan Kanaya tiba di sebuah tempat yang sepi dan entah digunakan untuk apa. Arka meminta Kanaya turun dari motornya, lalu mereka sama-sama berjalan mendekati sebuah bangunan kosong yang memang sengaja dituju oleh Arka. Tentu saja Kanaya kebingungan serta ketakutan, sebab disana hanya ada mereka berdua dan tidak ada siapa-siapa lagi yang bisa ia temui.


"Arka, lu mau ngapain bawa gue kesini? Ini tempat apaan coba? Lu jangan macam-macam ya Arka, gue bisa aduin lu ke polisi loh!" ujar Kanaya ketakutan.


"Hahaha, jangan takut Kanaya! Gue gak akan macam-macam kok sama lu, kan udah dibilang gue cuma mau ngobrol sama lu. Gue rasa tempat ini cocok buat kita ngobrol berdua," ucap Arka.


"Ya tapi gak disini juga kali, kan banyak tempat ngobrol yang enak. Misalnya cafe atau taman gitu, gak modal banget sih lu jadi cowok!" ujar Kanaya.


"Apa lu bilang? Gak modal? Hey, buat ajak cewek kayak lu ngobrol tuh ya cukup di tempat kayak gini aja lah! Ngapain coba gue harus keluar duit buat ngajak lu ke cafe?" ucap Arka.


"Halah alasan aja lu! Yaudah, sekarang lu mau bilang apa sama gue?" tanya Kanaya penasaran.


Arka tersenyum dan berjalan mendekati gadis itu, Kanaya berusaha untuk tenang meski di dalam hatinya ia merasa amat gugup dan cemas. Disaat Arka hendak membuka mulut, tiba-tiba saja rombongan motor datang ke tempat yang sama seperti mereka dan membuat Kanaya mengernyit penuh tanda tanya.


"Hah? Arka, lu jebak gue lagi?" ujar Kanaya yang langsung tampak panik.


"Eee..." Arka tak berani menjawabnya, namun dengan itu saja sudah berhasil membuat Kanaya menggeleng cepat dan kecewa padanya.


"Lo emang biadab Arka!" umpat Kanaya sembari berusaha melarikan diri.


Akan tetapi, usahanya digagalkan oleh Arka yang langsung menarik tangan gadis itu dari belakang dan menahannya untuk tetap disana. Sontak Kanaya bertambah takut, ia terus coba melepaskan diri tetapi gagal sebab tenaga Arka yang terlalu kuat dan tidak bisa dilawan olehnya.


Gadis itu semakin ketakutan, terlebih ketika anggota geng motor Arka itu turun dari motor dan berjalan menghampirinya sambil tersenyum. Arka kembali menarik dan mendekap tubuh Kanaya dengan kuat, membuat gadis itu tidak bisa apa-apa selain pasrah saat ia dikelilingi oleh sekumpulan pria geng motor yang seolah haus kasih sayang darinya.


"Kalian mau apa sih dari gue? Kenapa kalian selalu aja pengen jebak gue kayak gini? Apa gak ada kerjaan lain gitu?" tanya Kanaya.


"Hm, Arka! Lo itu sebenarnya beneran gak sih mau jadiin dia penghibur buat kita? Jujur nih, kita emang udah lama kepengen dapat hiburan yang kayak gini," ucap Seto kepada Arka dan mengabaikan ucapan Kanaya yang terlihat panik.

__ADS_1


"Ya beneran lah bro, kalo enggak ngapain gue bawa dia kesini coba? Tapi, kalian harus santai dulu dan jangan langsung ngegas! Dia ini masih baru, jadi kalian sabar ya!" ucap Arka.


"Ish lepasin gue!" Kanaya tak terima dengan perlakuan Arka dan terus meronta-ronta.


"Gue gak akan lepasin lu, anggap aja ini sebagai pelajaran buat lu karena lu udah usik kehidupan gue!" ucap Arka kesal.


Para anggota geng motor itu kompak tertawa sesudah Arka selesai bicara, dan tanpa diduga Arka mendorong tubuh Kanaya ke arah teman-temannya itu dan langsung saja ditangkap oleh Seto serta yang lain untuk menahannya. Tentu saja Kanaya makin cemas dan ketakutan, tapi nyatanya gadis itu tidak bisa berbuat apa-apa saat ini.


"Gue serahin tuh cewek sama kalian, bebas dia mau kalian apain aja sesuka hati kalian! Dan ingat, jangan berhenti sebelum kalian puas!" ucap Arka.


"Oke bro, siap!" ucap Seto santai.


"Hahaha, lu emang pengertian banget deh Arka. Kita pasti bakal nikmatin nih cewek, beuh mana cantik banget lagi!" ujar Brandon.


Kanaya hanya bisa pasrah saat para lelaki itu terus menggoda dan mencoleknya, ia sadar kalau dirinya tidak mungkin bisa berbuat banyak dalam situasi seperti ini. Sedangkan Arkana dengan santainya malah pergi dari sana meninggalkan gadis itu bersama para anggota geng motor tersebut.


"Sekarang lu udah jadi milik kita, artinya lu harus ngelakuin apapun yang kita mau!" ucap Seto sembari menarik dagu Kanaya dan tersenyum ke arahnya.


"Hahaha... hahaha..." mereka semua malah menertawakan Kanaya dan membawa paksa gadis itu ke dekat tempat duduk untuk dinikmati.




Sementara itu, Arka yang baru saja melaju selama beberapa detik, dibuat terkejut ketika Wahyu dengan motornya mencegat dari depan dan membuat jalan Arka terhalang. Tentu saja Arka tampak kesal, terlebih saat Wahyu memintanya berhenti sejenak karena ada yang dibicarakan.


"Berhenti dulu, Ka! Gue mau bicara sama lu, sekarang turun dari motor!" pinta Wahyu.

__ADS_1


"Haish, lu tuh mau ngapain sih, Yu? Gue harus buru-buru balik nih, lu tahu kan gue banyak kesibukan. Lain kali aja deh kita ngobrolnya, pas gue lagi kosong," ucap Arka menolak.


"Sebentar aja Ka, setelah itu lu boleh deh pergi dari sini dan gue gak akan halangi lu!" ucap Wahyu.


Arka menghela nafas kesal, namun akhirnya ia menurut karena tidak ada pilihan lain selain mengikuti kemauan Wahyu. Kini Arka pun turun dari motornya, mereka berdua sama-sama melangkah ke pinggir menuju tempat duduk yang tersedia untuk bisa berbincang dengan nyaman.


"Ka, lu tadi kejar-kejar Kanaya kan di jalan? Terus dia sekarang kemana, kok lu cuma sendirian? Kenapa lu gak sama dia?" tanya Wahyu.


"Ya ampun, jadi ternyata lu cegat gue cuma pengen tanyain si cewek galak itu? Bro udah bro, mending lu jangan ngarep deh sama dia! Kanaya itu gak mungkin suka sama lu," ucap Arka.


"Ngapa jadi bahas soal itu sih? Gue kan nanya Kanaya dimana, tinggal jawab aja apa susahnya! Gausah melebar ke lain-lain deh!" geram Wahyu.


"Iya iya, gue gak tahu Kanaya kemana. Gue gagal tadi kejar dia, ojeknya cepat banget. Lo puas kan sekarang, hm?" ucap Arka berbohong.


Wahyu menggeleng tak percaya, "Gue gak percaya sama lu, jujur bro dan kasih tahu gue dimana Kanaya! Gue tahu lu lagi bohongin gue, karena gak mungkin lu kalah cepat sama ojek itu!" ucapnya.


"Eee terserah lu deh, lu mau percaya atau enggak ya suka-suka lu aja. Intinya gue gak tahu dimana Kanaya, jadi lu stop nanya gue!" ucap Arka tegas.


Disaat Arka hendak bangkit, Wahyu menahan tangannya dan meminta Arka tetap disana. Namun, Arka yang terpancing malah melayangkan pukulan ke arah wajah sahabatnya itu sampai membuatnya terhuyung dan jatuh dari tempat duduknya.


Bruuukkk


"Aakkhh!!" Wahyu meringis menahan sakit saat pinggulnya membentur bahu jalan.


"Sorry Yu, gue terpaksa mukul lu karena lu udah bikin gue kesel!" ucap Arka sebelum berlalu meninggalkan sahabatnya disana.


Wahyu pun menggeram kesal dan memukul aspal dengan kuat, ia yakin sekali kalau Arka sedang menyembunyikan sesuatu darinya dan ia juga yakin jika Kanaya ada bersama pria itu. Meski Wahyu tak tahu ia harus mencari Kanaya kemana, sebab ia tidak memiliki petunjuk apapun.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2