Arkana

Arkana
Informasi


__ADS_3

...HALO SEMUA!...


MAU TAU KISAH SELANJUTNYA ARKANA?


YUK SILAHKAN MELIPIR KE NOVELKU YANG LAIN, JUDULNYA "HASRAT LIAR PAMANKU"


KARENA DISANA MULAI SEKARANG JUGA AKAN ADA SOSOK ARKANA, MAKANYA AYO BACA BIAR KALIAN TAHU CERITANYA!


NIH NOVELNYA YAA...



Nih silahkan dicari, atau bisa juga buka profilku okey!


Oh ya, ada cuplikannya nih pas Arka muncul.




Ciiittt


Libra yang sedang asyik mengendarai mobilnya bersama Ciara, terkejut bukan main begitu ada sebuah mobil yang menyalip dan berhenti di depannya tanpa basa-basi. Sontak saja Libra tak mengerti apa maksud mobil tersebut berhenti disana, ia terdiam memandang ke arah mobil sambil berpikir keras apa yang akan terjadi.


Sementara Ciara juga terlihat panik, gadis itu khawatir jika seseorang di dalam mobil itu adalah orang jahat yang ingin melukai mereka. Karena biasanya begal atau rampok sering sekali mencegat mobil orang di jalanan seperti itu, dan itulah alasan mengapa Ciara berpikir kalau bisa saja pengemudi mobil tersebut memiliki niat jahat pada mereka.


"Om, gimana ini om? Mereka kayaknya punya niat gak bener deh om, aku takut. Cepetan om jalanin mobilnya, kita pergi aja!" ucap Ciara merasa resah.


"Mau jalan kemana sayang? Gak lihat tuh udah ditutup gitu sama mobil di depan?" ujar Libra.


"Terus gimana dong om? Aku takut kalau mereka bakal ngerampok kita, aku gak mau kita kenapa-napa om!" ucap Ciara panik.

__ADS_1


"Iya iya, tenang ya sayang udah gausah panik gitu! Biar aku yang hadapi semuanya," ucap Libra.


Ciara terkejut mendengarnya, lalu kemudian tiga orang pria bertopeng turun dari mobil di depan sana dan melangkah ke dekat mereka. Sontak Ciara semakin panik melihat itu, apalagi kini mereka berada di tempat yang agak sepi dan sulit untuk bisa meminta pertolongan. Sedangkan ketiga pria itu semakin mendekati mereka, sehingga Ciara tak tahu harus melakukan apa saat ini.


"Om, mereka kesini om. Aku takut banget om, tolong lakukan sesuatu!" ucap Ciara merengek.


"Iya udah udah, kamu gak perlu panik sayang! Biar aku yang turun dan temuin mereka, kamu disini aja jangan kemana-mana!" ucap Libra menenangkan.


"Ta-tapi om..."


"Ciara, kali ini aja kamu dengerin aku! Aku mau kamu tetap disini, okay?" sela Libra.


Akhirnya Ciara mengangguk menuruti permintaan pamannya, setelah itu Libra pun keluar dari mobil bermaksud menemui ketiga pria yang sudah menunggu di luar. Langsung saja ketiga pria itu mendekat ke arahnya, mengepung Libra dengan tatapan menjurus tajam seolah ingin menghabisi Libra saat itu juga.


"Mau apa kalian? Kalau mau uang, bilang aja butuh berapa biar saya ambil dan kasih ke kalian secara sukarela! Supaya urusan kita cepat selesai, terus saya bisa pulang dengan selamat," ucap Libra.


"Kita gak mau uang, kita mau nyawa lu! Serang!"


Beberapa detik berlalu, karena tenaga yang terkuras akhirnya Libra terkena pukulan serta tendangan dari ketiga pria itu secara bergantian sampai tersungkur ke aspal dengan posisi terlentang memegangi bagian dadanya yang sesak. Ketiga pria itu tertawa puas melihatnya, mereka saling memberi kode untuk meneruskan aksi mereka selanjutnya.


Mata Libra membulat saat mendapat seorang lelaki yang berjalan melewatinya dan menuju mobilnya, ya sepertinya laki-laki itu hendak menemui Ciara yang memang berada di dalam sana. Libra yang melihat itu berupaya menahannya, tetapi kakinya lebih dulu diinjak oleh seorang yang lain sampai membuatnya berteriak kesakitan dan tak sanggup melawan.


"Aakkhh!! Hey, jangan apa-apakan pacar saya! Berhenti kamu!" rengek Libra.


"Diam lu! Lu gausah mikirin nasib pacar lu, mending lu pikirin aja nasib lu sendiri karena sebentar lagi lu bakal kita buang ke jurang!" ucap orang itu.


Deg


Mendengar itu, seketika Libra terbelalak dan langsung panik. Ia benar-benar penasaran siapa sebenarnya orang-orang ini dan mau apa mereka ingin membunuhnya, karena selama ini Libra tak merasa pernah memiliki musuh. Sedangkan satu orang dari mereka itu kini sudah mendekat ke arah mobil dan bersiap membuka pintu, membuat Ciara panik dan tidak tahu harus apa saat ini.


"Aaaaa jangan! Jangan mendekat!" suara jeritan Ciara dari dalam mobil begitu ia melihat orang tersebut ada di sebelahnya.

__ADS_1


Bugghhh


Disaat orang itu hendak membuka pintu mobilnya, tiba-tiba saja seseorang datang dan langsung menendang kasar orang tersebut sampai terhempas mengenai rekannya sendiri. Ya kedua pria bertopeng itu pun jatuh bertumpukan, sedangkan yang satunya tampak terkejut melihat dua rekannya justru terjatuh hanya karena tendangan seorang lelaki.


"Woi! Siapa lu? Kenapa lu ikut campur urusan kita?" sentak si pria bertopeng.


"Gue Arkana, ketua the flash penguasa daerah sini. Dan gue gak suka kalau ada orang-orang bejat kayak kalian berkeliaran di daerah kekuasaan gue, jadi mending kalian mundur deh sebelum gue abisin kalian satu persatu!" jawab pria yang memakai seragam sekolah berbalut jaket hitam itu.


"Ah banyak omong lu, dasar bocah bau kencur! Rasain nih!"


Pria bertopeng itu pun beralih menyerang Arkana dan meninggalkan Libra begitu saja, begitupula dengan kedua rekannya yang lain. Ya mereka bertiga menyerang Arka secara membabi buta, tetapi dengan santainya Arka mampu melawan mereka semua tanpa mengeluarkan banyak tenaga. Libra yang tadinya pasrah, kini mulai bangkit kembali dan membantu Arka menghadapi ketiga orang itu.


Bruuukkk


Akhirnya tiga pria bertopeng itu pun terjatuh dan berhasil dikalahkan oleh Arka serta Libra, dua orang dapat melarikan diri karena takut dengan kekuatan Arka yang luar biasa. Sedangkan satu orang yang lain masih tertinggal disana, tentu saja Libra langsung mendekatinya dan menangkap pria tersebut agar tidak bisa pergi dari sana.


"Heh! Jawab saya, siapa yang suruh kamu? Dan kenapa kamu mau membunuh saya, hm?" tanya Libra dengan tegas.


"Lo gak perlu tahu, lagipun gue gak bakal kasih tahu ke lu!" ucap orang itu kekeuh.


"Saya bilang jawab ya jawab, jangan bantah! Kamu mau saya habisin? Cepat kasih tahu saya sekarang, sebelum saya berubah pikiran!" ancam Libra.


"Hahaha, gue gak takut. Lo bunuh aja gue, gue gak akan pernah bilang sama lu!" ucap orang itu.


"Kurang ajar!" baru saja Libra hendak menghajar orang tersebut, tetapi dengan cepat Arka menghalanginya.


"Tahan bang, gak baik hajar orang yang udah gak berdaya!" ucap Arka.


Libra terdiam menatap wajah Arka dengan bingung, rasanya ia seperti tidak asing dengan sosok pemuda tersebut, tetapi entah kenapa Libra sangat sulit mengenali siapa dia. Akhirnya Libra melepaskan pria bertopeng itu, namun tetap saja Libra tak membiarkan pria itu untuk kabur sebelum dia mengaku dan membuka mulutnya.


"Sekali lagi saya kasih kesempatan, kasih tahu saya siapa yang udah suruh kamu buat bunuh saya!" ucap Libra penuh emosi.

__ADS_1


"Gu-gue disuruh...."


__ADS_2